
"jadi apa ada yang ingin protes dengan pembagian pasukan dari ku ini??" tanya lie Mei pada semua prajurit, lie Hao, lie Jiao dan lie Chen.
"tidak ada panglima Xian Mei" ucap semua prajurit dengan serempak.
lie Mei melirik pada lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen yang memberi sebuah anggukan kecil pada nya. sebagai tanda jika mereka bertiga juga setuju dengan pembagian pasukan dari lie mei.
"baiklah, besok aku akan memberikan latihan baru untuk kalian semua, karena kalian semua sudah mencapai target yang sudah aku tentukan. oleh karena itu hari ini aku ingin mengadakan pesta untuk masuk nya pasukan baru dan keberhasilan kalian mencapai target dari ku" ucap lie Mei dengan tersenyum tipis.
semua prajurit seketika menjadi sangat senang, ketika mendengar lie Mei akan mengadakan pesta untuk mereka. begitu juga dengan lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen
siang itu di halaman belakang istana kekaisaran meng diadakan pesta untuk merayakan masuknya pasukan baru dan juga keberhasilan para prajurit yang sudah mencapai target dari lie Mei.
bukan hanya prajurit yang ikut dalam pesta itu, para penjaga, dan pelayan juga diperbolehkan oleh lie Mei untuk ikut dalam pesta tersebut. semua orang berpesta dengan sangat bahagia. pesta itu dihiasi dengan nyanyian dan juga tarian dari para prajurit dan semua orang yang ada di sana.
disisi lain lie Mei sedang sibuk menyiapkan barbekyu untuk pesta tersebut. lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen beserta Zhu Tao, Zhu Shen, dan Zhu Ting yang berada di sana sedang penasaran dengan yang dilakukan oleh lie Mei itu.
"yang mulia sebenarnya apa yang sedang anda masak ini??" tanya Zhu Shen penasaran.
"iya kak, apa yang sedang kakak buat ini aroma nya benar benar sangat lezat??" ucap lie Hao dengan air liur yang menetes dari mulut nya.
"ini namanya barbekyu, kalian semua jangan lihat saja bantu aku oleskan saus barbekyu pada daging ini setelah itu di bakar daging nya" ucap lie Mei sambil menunjukkan cara membuat barbekyu pada mereka.
"baik" ucap mereka semua dengan bersemangat.
mereka berenam membantu lie Mei membuat barbekyu untuk pesta siang itu. setelah selesai lie Mei membagikan barbekyu itu pada semua orang yang ada di pesta itu, tentu saja mereka semua makan dengan sangat lahap karena kelezatan dari barbekyu itu.
"hmm sepertinya ada yang kurang dari pesta barbekyu ini, ah benar juga aku lupa dengan wine dan bir sebagai pelengkap pesta barbekyu ini" ucap lie Mei sambil mengaktifkan sihir penyalin nya untuk membuat 1 botol wine dan 1 botol bir.
"kakak sekarang kau ingin membuat apa lagi??" tanya lie Jiao ingin tahu.
"kau akan tahu nanti" ucap lie Mei yang sudah membuat 1 botol wine dan 1 botol bir.
baiklah setelah ini aku harus mengunakan sihir pengganda untuk menggandakan wine dan bir ini.
lie Mei mengaktifkan sihir pengganda milik nya untuk menggandakan wine dan bir sesuai dengan jumlah semua orang yang sudah berusia 18 tahun di pesta itu. tentu saja semua orang yang ada di pesta itu sangat terkejut melihat botol aneh di atas meja lie Mei.
"kalian semua yang sudah berusia 18 tahun ambil satu botol minuman keras berwarna hitam dan hijau ini masing masing satu" perintah lie Mei pada semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
dengan ragu ragu semua orang yang sudah berusia 18 tahun di pesta itu mengikuti perintah dari lie Mei untuk mengambil 1 botol wine dan bir yang ada dihadapan mereka.
setelah mengambil nya mereka langsung membuka tutup botol dari minuman keras itu dan langsung meminum nya. betapa terkejutnya mereka dengan rasa manis yang ada pada minuman keras itu.
"minuman keras macam apa ini, bagaimana bisa rasa nya semanis ini" batin mereka semua yang sudah meminum wine dan bir dari lie Mei.
lie mei merasa puas melihat reaksi mereka setelah meminum wine dan bir yang dibuat oleh nya. mereka semua menikmati pesta dengan barbekyu, wine dan bir yang dibuat oleh lie Mei.
"pesta barbekyu dengan wine dan bir memang yang paling enak" gumam lie Mei sambil menyantap barbekyu dengan wine dan bir milik nya.
"kak bukan nya kau bilang botol aneh itu hanya untuk yang sudah berusia 18 tahun, lalu kenapa kakak malah meminum nya??" tanya lie Hao pada lie Mei.
"itu karena aku kuat minum, anak anak seperti kalian tidak akan kuat dengan minuman keras seperti ini" jawab lie Mei.
mana mungkin aku bilang jiwa ku ini sebenarnya sudah berusia 20 tahun yang ada mereka semua pasti tidak akan percaya dengan ku, jadi lebih baik aku berbohong saja.
"untuk anak anak seperti kalian lebih baik minum jus buah ini saja" ucap lie Mei sambil mengaktifkan lagi sihir penyalin nya untuk membuat jus buah untuk semua anak anak.
setelah selesai lie mei memberikan nya pada lie hao, lie Jiao, dan lie Chen serta semua anak anak di pasukan pembunuh.
"itu benar minuman jus buah ini benar benar sangat enak" ucap lie Jiao setuju dengan perkataan lie Hao.
lie Mei hanya tersenyum mendengar perkataan lie Hao dan lie Jiao itu. di pesta itu lie Mei juga bermain Xiang qi dengan para prajurit yang menang dari perburuan hewan keramat. tentu nya Tuo Li, Quen Tin dan Jie Rui termasuk dalam pemenang perburuan itu.
pesta berlangsung sampai hari sudah malam, terlihat semua orang sudah tertidur pulas karena efek dari wine dan bir yang diberikan oleh lie Mei.
begitu pun dengan lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen yang juga tertidur bersama dengan anak anak di pasukan pembunuh milik lie Mei. hanya lie Mei seorang yang masih terjaga malam itu, sambil menikmati pemandangan bulan yang indah di atas langit malam.
"aku ingin tahu bagaimana keadaan papa dan mama serta Adera (adik perempuan Mellisa) setelah mengetahui jika aku sudah tidak ada, suatu hari nanti aku bersumpah akan membunuhmu Lissa (sahabat Melissa yang mengkhianati nya) dan Ardion (pacar Mellisa yang mengkhianati nya)" ucap lie Mei dengan bersumpah.
tidak berapa lama lie Mei pun akhirnya ikut tertidur malam itu.
di dunia modern tempat lie mei sebelum bereinkarnasi, di sebuah rumah mewah tempat tinggal Ardion dan Lissa yang kini sudah menikah setelah Mellisa dibunuh.
★di kamar Ardion dan Lissa★
tubuh Ardion tiba tiba merinding tepat setelah lie mei mengucapkan sumpah nya.
__ADS_1
"kenapa aku merinding yah, perasaan ku jadi gak enak" batin Ardion sambil memeluk dirinya sendiri.
"sayang kau kenapa, apa terjadi sesuatu pada mu" tanya Lissa yang tiba tiba memeluk Ardion dari belakang.
"bukan apa apa, kau sendiri habis dari mana malam malam begini" tanya Ardion.
"shopping lah, emangnya kamu gak liat nih aku bawa apa" ucap Lissa dengan santai sambil menunjukkan paper bag yang sangat banyak di kedua tangan nya.
Ardion yang melihat itu hanya bisa mengerutkan dahi nya, sempat terlintas di benak nya jika dia menyesal membunuh Mellisa hanya karena perempuan matre dihadapan nya ini.
Ardion melangkah keluar dari kamar nya setelah mengingat perbuatan nya terhadap Mellisa. Lissa tidak mempedulikan Ardion yang pergi itu, dia hanya sibuk dengan barang barang dari hasil shopping nya.
kini Ardion berjalan menuju ke arah taman belakang di rumah mewah miliknya. di sebuah bangku taman terlihat Ardion sedang menangis penuh penyesalan karena membunuh Mellisa cinta pertama nya.
"Melly maafkan aku karena sudah membunuh mu, dulu aku memang bodoh dan naif hanya karena perempuan cantik dan matre seperti Lissa aku dengan tega membunuh mu" ucap Ardion dengan menangis sejadi jadinya.
"aku tahu kau pasti sangat membenci ku dan sangat ingin membunuh pria ber*ngs*k seperti ku ini, tapi ketahuilah Melly hanya kau yang selalu ada di hati ku ini sampai kapan pun itu" ucap Ardion dengan penuh penyesalan.
dari kejauhan terlihat Lissa yang sedang menghampiri Ardion yang masih menangis di taman itu. Ardion yang melihat Lissa itu dengan cepat menghapus air mata nya.
"sayang kau kenapa ada di sini. karena sudah malam lebih baik kita lanjutkan yang kemarin malam" ucap Lissa dengan tersenyum manis.
"iya sayang ayo kita kembali ke kamar" ucap Ardion tersenyum sambil merangkul pundak Lissa dan pergi menuju ke kamar nya.
sebelum Ardion menjawab Lissa itu, gelang ditangan Ardion yang di berikan Lissa saat pertemuan pertama mereka tiba tiba bersinar. tapi hal itu tidak diketahui oleh Ardion.
"heh dengan gelang pelet ini, Ardion akan selalu menuruti perkataan ku, termasuk juga membunuh Mellisa sahabat terbaikku itu" batin Lissa dengan tertawa senang karena berhasil mengambil Ardion dari Mellisa.
"aneh, kenapa setiap Lissa menginginkan sesuatu aku langsung menuruti perkataannya. padahal aku sebenarnya tidak ingin menyetujui nya" batin Ardion bingung.
-------•••××{∆°__°∆}×ו••-------
maaf kalo ada typo yaa.
jangan lupa like sebelum baca yah agar author bisa lebih semangat nulis nya.
lanjutkan chapter berikutnya.
__ADS_1