
"Raja Iblis? Apa maksudmu hah?!" ujar Hatsuno yang tidak terima sambil mengernyitkan alisnya.
Dewa itu mengubah raut wajahnya. Dewa itu juga berkata, "apakah aku terlihat sedang bercanda?" ucap Sang Dewa dengan nada datar.
Hatsuno pun terdiam sejenak. Hatsuno berpikir, 'mana mungkin dewa berbohong tentang takdir yang dia beritahu?' pikir Hatsuno.
Dewa itu pun kembali mengangkat bicara. Dewa itu berkata, "terima saja takdirmu, Kurayami Hatsuno." ujar Sang Dewa.
Hatsuno pun membungkukkan badannya dan memberi hormat sembari berkata, "baiklah. Jika itu memang takdirku, aku akan menerimanya." ucap Hatsuno yang telah dipenuhi tekad.
Sang Dewa itu pun memberi tahu Hatsuno, apa - apa saja kekuatan yang akan diberikan kepada Hatsuno.
"Kurayami, kau diberikan kekuatan pengendalian 7 elemen dan semua sihir khusus lainnya. Tapi, ingat kekuatan elemenmu itu sudah berevolusi menjadi tingkat tertinggi, yang dimana jika kau telah menguasai kombinasi sihir elemen, maka kekuatanmu itu dapat menghancurkan dunia ini." jelas Sang Dewa.
Hatsuno tercengang mendengar pernyataan Dewa Kehidupan tentang kekuatanya yang dimana disaat itu dia akan menjadi Raja Iblis di dunia selanjutnya.
Hatsuno pun bertanya lagi kepada Sang Dewa, "se - seberbahaya itukah kekuatanku ini?" tanya Hatsuno yang sedikit gemetar dengan kekuatannya.
Dewa Kehidupan tidak menjawab pertanyaan Hatsuno, ia fokus dengan merapalkan suatu mantra untuk mengirim Hatsuno kedunia yang akan di tempati.
Hatsuno dan Hakai sama - sama menutup mata mereka, dan seketika mereka merasakan bahwa mereka seperti diisap oleh tekanan yang dahsyat.
Hakai dan Hatsuno pun diturunkan ke dunia selanjutnya. Bermodalkan pesan yang diberikan oleh Dewa dan Dewi Kehidupan, Hakai dan Hatsuno pun mencari cara untuk bertahan hidup.
__ADS_1
Namun Hakai baru menyadari bahwa Hatsuno tidak berada didekatnya, begitu pula sebaliknya. Hakai pun mulai melihat ke sekitar dan mencoba memanggil Hatsuno.
Namun, sama sekali tidak ada jawaban.
Hakai pun menyadari bahwa ia dan Hatsuno dipisahkan, Hakai saat ini sudah menyadari bahwa 'ini adakah dunia selanjutnya'. Hakai berada dipadang rumput yang sangat luas.
Hakai pun mulai mencari bagaimana letak dunia ini.
Hakai mencari petunjuk dimana ia sekarang. Saat mencari petunjuk tentang dunia yang ia tempati sekarang, Hakai bertemu dengan seorang pedagang keliling.
Tanpa basa - basi, Hakai pun menghampiri pedagang tersebut dan bertanya.
"Pe - permisi tuan, apakah saya boleh bertanya tentang sesuatu?" tanya Hakai kepada kepada pedagang itu.
Hakai pun bertanya - tanya didalam hati, 'kenapa pedang ini hanya menatap saja? Apa dia bisu?' Batin Hakai.
Setelah memandang lama Hakai, pedagang itu pu. Membuka mulut.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya pedagang itu dengan nada datar.
Hakai pun menjawab, "tempat apakah ini?" tanya Hakai kebingungan.
"Ini berada jauh disebelah Timur Kerajaan Arimuhikari." jawab sang pedagang.
__ADS_1
"Kerajaan Arimuhikari? Kerajaan apa itu?" Hakai bertanya kembali.
Pertanyaan Hakai kepada pedagang kepada sang pedagang membuat sang pedagang menaruh rasa curiga kepada Hakai.
Tetapi, pedagang itu tetap menjelaskan Kerajaan Arimuhikari adalah Kerajaan macam apa.
"Kerajaan Arimuhikari adalah Kerajaan yang menyembah Dewa cahaya. Kerajaan Arimuhikari juga mempunyai beberapa Kesatria Suci yang terkenal. Kerajaan Arimuhikari berada jauh disebelah Barat Laut. Konon katanya, kekuatan para Kesatria Suci itu memiliki kekuatan sihir elemen cahaya yang sangat kuat. Menurut rumor yang beredar, Raja yang memimpin Kerajaan dan memilih para Kesatria Suci itu ialah Raja yang sangat hebat serta jenius dalam siasat Perang dan Ilmu Sihir. Nama Raja mereka saat ibu adalah Kakeyaba Hikari, Seorang Raja yang terkenal diantara Raja - Raja dari Kerajaan lainnya." jelas si pedagang dengan panjang lebar.
Informasi yang sangat jelas itu membuat Hakai mengerti lokasinya berada dimana, dan apa lagi tujuannya untuk berikutnya.
Hakai berterima kasih kepada pedagang itu, "terima kasih Tuan." ucap Hakai yang memberikan rasa hormat.
Pedagang keliling itu hanya menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan menjauhi Hakai.
Saat Hakai sudah mengumpulkan informasi, Hakai langsung bergegas menuju ke Kerajaan Arimuhikari.
Sayangnya, tindakan yang dilakukan Hakai terbatalkan oleh tubuhnya yang sudah kekurangan 'mana'.
Hakai tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang sudah melemah dan pada akhirnya memikih untuk pasrah. Hakai pun terpuruk kembali di rumput yabg luas dengan angin yang sejuk.
Saat matanya sudah mau tertutup, Hakai melihat seseorang yang memakai pakaian aneh sedang menatap dirinya.
Orang itu berkata dengan suara kecil, "sungguh anak yang malang."
__ADS_1
Kalimat yang terakhir terdengar di telinga Hakai sebelum Hakai sudah tak sadarkan diri.