2 Sahabat Yang Bereikarnasi Ke Dunia Lain.

2 Sahabat Yang Bereikarnasi Ke Dunia Lain.
Akademi sihir


__ADS_3

*Dichapter sebelumnya kita diperlihatkan perundung menantang hakai, apakah yang akan dilakukan hakai?*


*Akademi sihir*


Perundung itu hendak menyerang dengan serangan sihir tanah miliknya, kedua teman perundung hanya tersenyum dengan penuh kemenangan. Mereka menganggap Hakai akan benar-benar mampus karna ikut campur urusan mereka


Tapi, tidak semudah itu.


Akio : "Berhenti. Dasar anak-anak nakal."


Perundung itu benar-benar sangat kesal. Ternyata tidak satu orang saja, melainkan 2 orang yang ikut campur dengan urusan mereka


Perundung : "Heh, ternyata kau tidak sendirian. Kukira akan menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan seseorang dengan pukulannya itu~" (Nada mengejek)


Hakai : "APA??!" (mengepalkan tangannya)


Saat Hakai ingin memukuli perundung itu, Akio memberhentikan aksi Hakai dengan menahan dengan tangannya


Akio : "Jangan terpancing, 'mana' di tubuhmu belum stabil."


Hakai hanya bisa menuruti perintah Akio karena dia sama sekali belum paham dengan konsep dunia yang dia tempati sekarang


Akio : "Serahkan padaku."


Akio menatap anak-anak berandal itu, dia melihat dari pakaian dan jubah yang mereka pakai, 'Ternyata anak akademi.' batin Aiko


Akio : "Ternyata kalian murid akademi. Berani-beraninya kalian melakukan tindakan yang mempermalukan akademi." (Nada Tegas)


Perundung itu menatap remeh Akio


Perundung : "Memangnya kenapa? kau akan melapor ke guru kami? apa orang rendahan sepertimu akan di dengar?" (Nada merendahkan)


Perundung dan kedua temannya tertawa mendengar kata-kata Akio. Akio melihat mereka tertawa merendahkannya membuatnya benar-benar marah.


DUAR!


Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba muncul petir di depan mereka. Entah darimana.


Hakai terkejut dan terheran-heran kenapa bisa ada petir padahal cuaca sedang bagus, tapi melihat ekspresi para perundung itu...


Mereka sangat ketakutan.


Perundung : "Ma-master Akio?" (Nada gemetar)


Para perundung itu ciut ketika melihat orang yang mereka hina adalah seorang petinggi di akademi


'Master Akio?' batin Hakai


Perundung : "T-tch, kau hanya beruntung orang asing! Awas saja kita ketemu lagi, kau akan ku buat mampus!!"


Sembari mengucapkan kata-kata itu, mereka lari terbirit-birit menjauhi mereka bertiga


Hakai tanpa basa-basi menyampiri korban perundungan itu


Hakai : "Apakah kau baik-baik saja?" (Sambil mengulurkan tangan)


?? : " I-iya, aku baik-baik saja, te-terima kasih telah menolongku."


Korban perundungan itu menggapai tangan Hakai dan sekarang ia sudah berdiri


Hakai : "Tidak usah dipikirkan, kita seharusnya saling tolong-menolong."


Korban perundungan itu hanya bisa tersenyum lega dan membersihkan debu-debu dan kotoran yang menempel di bajunya dan jubahnya


Hakai : "Boleh aku bertanya? kau kenapa di rundung oleh 3 orang itu?"


?? : "Karena aku di akademi masih tingkatan terendah."


Hakai : "Tingkatan terendah? tapi, setidaknya kau membalas mereka."


?? : "AKU TIDAK BISA!!" (berteriak)


Hakai dan Akio kaget karena korban perundungan itu tiba tiba berteriak, korban itu sadar dengan apa yang baru saja ia katakan


?? : "E-eh, ma-maafkan aku!"


Setelah minta maaf, korban itu lari menjauh dan kemudian hilang dari penglihatan mereka berdua


Hakai : "HE-HEI!" (teriak)


Akio : "Sudahlah, biarkan saja dia."


Hakai : "Akhhh, seharusnya aku tidak bicara seperti itu!" (mengacak-acak rambutnya)


Akio : "Tenanglah, bukan salahmu."


Akio mencoba menenangkan Hakai yang penuh dengan rasa bersalah akibat ucapannya tadi.


Hakai : "Jadi, sekarang bagaimana? "

__ADS_1


Akio : "Tenang saja."


Hakai : "Baiklah..."


Walau Hakai mengatakan demikian, rasa bersalah masih menempel pada dirinya


*Skip perjalanan*


Langit sudah mulai gelap, Mereka pun sampai ke rumah utama Akio yang jauh terpencil dari pemukiman penduduk di Kerajaan Arimuhikari


Hakai : "WAHHHH!"


Mulut Hakai terbuka lebar melihat betapa besar dan mewahnya rumah Akio


Hakai : "I-ini rumahmu? BESAR SEKALI!" (sambil tunjuk ke arah rumah Akio)


Akio : "Jangan hanya terpaku disitu seperti orang bodoh, masuklah." (sambil berjalan)


Setelah mereka berdua masuk, Hakai disapa oleh pelayan-pelayan yang ada di rumah mewah Akio


Pelayan : "Selamat datang kembali, Master Akio." (sambil menunduk)


Hakai takjub melihat dalam rumah dan pelayan-pelayan Akio. Saking takjubnya, mulutnya terbuka lebar lagi


Akio hanya membuang napas


Akio : "Tutup mulutmu itu dan pergilah ke kamar yang sudah disiapkan."


Hakai : "Aku juga disiapkan kamar? Wahhhhh."


Mata Hakai terbinar-binar dan membuat Akio benar-benar kesal


Akio : "Noah, bawa dia kekamarnya."


Noah : "Baik, Master."


Pelayan yang bernama 'Noah' itu siap memimbing Hakai ke kamar yang akan ia tempati


Noah : "Sebelah sini, Tuan."


Hakai : "Ba-Baik!" (gugup)


Saat Hakai dan Noah sudah mau pergi, Akio tiba-tiba memanggil Hakai yang membuat Hakai dan Noah berhenti


Akio : "Hei, besok kita latihan mengatur 'mana' yang ada di dalam tubuhmu."


Hakai : "Baik Master!"


Setelah mengucapkan itu, Noah dan Hakai pun pergi. Akio yang melihat apa yang dilakukan Hakai tadi membuatnya tertawa kecil,


Akio : "Anak yang aneh."


**KEESOKAN HARINYA**


Cip..cip..


Suara kicauan burung kecil dan juga di sambut oleh matahari pagi yang terang dan cuaca yang bagus untuk pelatihan buat Hakai


Tapi, Hakai masih tertidur lelap.


Noah : "Ma-maafkan saya, Master. Dia kemarin tidak mau tidur cepat dan malah mengelilingi rumah ini."


Emosi yang bergejolak melihat Hakai dan mendengar pelayannya, Noah, berbicara apa yang sebenarnya terjadi kemarin


Akio : "Ambilkan aku air."


Tanpa basa-basi Noah melakukan apa yang disuruh oleh Akio


Byurr..


Guyuran air yang di siram ke seluruh badan Hakai membuatnya terbangun kaget, matanya melihat pelaku yang sedang memegang ember. Ya. Akio.


Akio : "Sudah selesai mimpinya, anak kesasar?"


Hakai : "Ma-maafka--"


Akio : "Kau masih duduk dikasurmu itu ha?"


Akio menampilkan senyum jengkelnya, Hakai gemetar dan segera bangkit dari tempat tidurnya


**Lapangan**


Tidak lama setelah kejadian pagi, mereka pun pergi ke lapangan yg tempat yang cocok untuk berlatih


Akio : "Mari berlatih untuk mengatur 'mana' yang ada di tubuhmu."


Hakai : "Baik! Mohon bantuannya!"


Akio : "Amatilah dan kemudian peragakan, kau mengerti kan?"

__ADS_1


Hakai : "Iya! Aku mengerti!"


Akio memulai gerakan pertama yang harus dilakukan jika mau mengatur 'mana' yang ada didalam tubuh


Pertama, Akio membuat pikirannya kosong, nafasnya teratur dan tenang, badan juga yang terpenting. Harus rileks. Kedua, Akio mempersatukan tangannya dan boom!


Hakai melihat tubuh Akio melayang dan dikelilingi oleh aliran 'mana' yang sangat banyak. Walau 'mana' Akio sangat banyak, 'mana' tersebut sangat teratur


Sebelum Akio mengakhirinya, dia melepaskan tangannya dan membuang nafas berat. Mengatur 'mana' sudah selesai


Akio : "Kau bisa?"


Hakai : " Wa-wah.. kurasa aku bisa!"


Hakai pun mencobanya, tapi, percobaan pertamanya gagal


Hakai : "Eh?"


Akio : "Sudah kuduga."


Hakai : "A-ada apa? apa ada yang salah? gerakanku tidak ada yang salah kan?"


Akio : "Gerakanmu tidak ada yang salah, tapi, pikiranmu. Pasti kau memikirkan sesuatu, kan?"


Hakai hanya terdiam, dia tidak mau membuka mulut. Walau kelihatannya dia sangat semangat, kebalikan dari pikirannya memikirkan segala masalahnya


Akio : "Aku akan meninggalkanmu disini."


Hakai : "Eh?"


Akio : "Berlatihlah sendiri, itu hal yang wajar untuk orang yang baru mengatur 'mana'."


Hakai : "Baik! Aku akan berlatih sampai bisa!"


Akio : "Baguslah, aku sudah menyuruh pelayan untuk membawakanmu makanan kalau sudah jam makannya. Semoga berhasil."


Akio pun meninggalkan Hakai dan Hakai kembali berlatih


Hari pun mulai gelap, Akio kembali ke lapangan tempat latihan Hakai untuk menyuruh Hakai berhenti untuk berlatih


Akio : "Sudahi dulu latihanmu, hari sudah mulai gelap."


Panggilan dari Akio membuat Hakai berhenti berlatih


Hakai : "Baiklah."


Diperjalanan, Akio mempertanyakan banyak hal tentang latihannya tadi. Hakai menjawab kalau dia belum sepenuhnya menguasainya. Akio mewajarkannya.


Akio : "Hei, besok kita akan pergi ke Akademi, tidurlah lebih cepat dan persiapkan dirimu."


Hakai : "Baik, Master!"


Hakai dan Akio pun berpisah untuk pergi ke kamar tidur masing-masing


Keesokan harinya


Akio : "Kau sudah siap?"


Hakai : "Iya, aku sudah siap!"


Pagi hari yang cerah untuk Hakai menuju ke sekolah pertamanya di dunia baru. Hakai sudah tidak sabar untuk melihat Akademi seperti apa yang akan dia tempati


Waktu berjalan dengan cepat, mereka pun sampai ke Akademi


Akademinya sangat besar dan luas, benar-benar luas. Hakai takjub melihat Akademi itu, dia melihat-lihat sekitar. Banyak sekali orang-orang yang mau mendaftar ke Akademi sihir yang benar-benar besar


Hakai : "Apa aku akan disini?"


Akio : "Tentu, jika kau lolos tes."


Hakai : "Tapi, aku belum terlalu bisa mengendalikan 'mana' ku."


Akio : "Tenanglah, disini kau bisa mempelajarinya."


Hakai : "Baik, terima kasih informasinya."


Akio : "Sama sama. Mari masuk kedalam, tes mu akan dimulai sebentar lagi."


Hakai : "Baiklah, ayo!"


Hakai dan Akio pun masuk. Saat di perjalanan, mereka menyita banyak sekali perhatian dari orang-orang. Mereka berbisik-bisik kenapa ada anak baru yang jalan dengan sage terkuat di kerajaan ini?


Hakai menyadarinya, dan berusaha untuk menghiraukan tatapan-tatapan sekitar.


Akio : "Ikuti aku, kita akan menuju ke tempat tesmu."


Hakai menjawab dengan semangat "Ayo master Akio! Aku sudah tidak sabar!


see you neexxt chaptwrrrr :^

__ADS_1


__ADS_2