
Note:
Dichapter sebelumnya Hakai dan Akio telah memasuki Akademi sihir dikerajaan arimuhikari. Bagaimana kelanjutannya?
Hakai dan Akio sudah berada di tempat pengujian untuk para murid baru di Akademi Arimuhikari
Tempat untuk menguji kemampuan seseorang apakah dia layak masuk ke Akademi itu atau tidak. Tempat pengujian itu benar-benar luas dan tempat itu disediakan beberapa tempat untuk menonton calon murid Akademi apakah dia murid yang hebat atau juga murid yang biasa saja
Para bangsawan dan para penduduk biasa ikut juga menonton, namun di tempat yg berbeda, dan tidak lupa calon para murid Akademi juga di tempatkan yg agak jauh dari penonton
Calon murid Akademi akan diuji disuatu tempat yg bernama "Ruangan Pengujian".
"Aku menemanimu sampai disini saja." Beritahu Akio kepada Hakai, Hakai menghentikan langkah kakinya dan berbalik ke Akio
"Ehh, kenapa tidak menemaniku sampai ke tempat perkumpulan calon murid Akademi?" Pertanyaan Hakai membuat Akio terdiam sejenak, "Karena aku salah satu penguji tersebut."
Hakai membuka mulutnya--lagi-- setelah mendengar ungkapan dari mulut yang akan menjadi pengujinya, Akio.
"Kuharap kau tidak mengecewakanku, aku itu, tidak memandang orang, Hakai."
Setelah Akio mengatakan itu, dia perlahan-lahan menghilang dari pandangan Hakai, Hakai benar-benar gugup sekarang, tapi, dia tidak mau mengecewakan Akio--gurunya--
"Yosh, mari kita buktikan."
Saat sudah sampai di tempat perkumpulan Para calon murid Akademi, dia melihat berbagai macam 'bentuk' dari Para peserta tersebut
Saat sibuk memperhatikan orang-orang tersebut, dia berhenti disatu para peserta tersebut. Ya. Cantik sekali.
"bzzt.. bzzt.."
Suara dari speaker membuat Hakai tersentak sadar
"Perhatian, kepada para peserta silahkan masuk kedalam ruangan tes untuk melakukan ujian sihir." Tanpa basa-basi, Para peserta ujian memasuki ruangan
Pengujian.
Hakai pun masuk dan merasa takjub karena tempat pengujian nya yang sangat luas
Saat melihat sekeliling, Hakai di samping kirinya ada seorang perempuan dan di samping kanannya ada seorang laki-laki yang sedang mengamati kedua temannya yg sedang berbincang
Salah satu teman dari laki-laki itu melihat di samping temannya ada seseorang yang sedang diam saja. Celingak-celinguk melihat kesana-kemari
Karena kasihan melihat Hakai, jadi dia memutuskan mengajak temannya untuk berkenalan dengan Hakai, "Ryuuto, Chiteki." Panggilnya kepada kedua temannya
Kedua temannya berbalik sama orang yang memanggilnya, "Lihat, orang itu hanya diam-diam saja, tidak ada yang mengajak nya berbicara. Bagaimana kalau kita berkenalan dengan orang itu?" Ajak Izumi, orang yg kasihan melihat Hakai yang hanya diam-diam saja
Kedua temannya saling bertatapan dan pada akhirnya satu temannya menyetujui ajakan dari Izumi, "Baiklah, mari kita berkenalan dengannya, Bagaimana denganmu Chiteki?" Tanya Ryuuto, orang yg menyetujui ajakan dari Izumi
"Hmm." Chiteki hanya menggumangkan, yang berarti setuju-setuju saja
Izumi pun mendekati Hakai, "Hai, siapa namamu?" Hakai yang melamun berbalik ke arah suara, dia melihat 3 orang yang mau mengajaknya untuk berkenalan
"Oh, Halo! Namaku Amanaka Hakai, apa boleh kutahu juga nama kalian bertiga?" Hakai memberitahu namanya dengan ramah, karena dia dari tadi bosan sendirian. Tidak ada yang mau mengajaknya berbincang.
"Perkenalkan namaku Hakeyama Izumi, panggil saja Izumi, mereka berdua ini teman-temanku." Ucap izumi sambil menunjuk kedua temannya, Chiteki dan Akatsuki Ryuuto
"Namaku Akatsuki Ryuuto, panggil saja Ryuuto."
"Chiteki. " Perkenalan singkat dari Chiteki membuat temannya berbalik ke dia sambil tersenyum masam, "Apa?" Tanyanya singkat
"Maafkan Chiteki ya, dia memang dasarnya seperti itu, cuek kepada orang, aku perkenalkan ulang, namanya Atamaga Chiteki." Izumi memukul kecil kepada Chiteki, Chiteki memandang heran kepada Izumi
"Ah, tidak apa-apa kok! senang berkenalan dengan kalian!" Sambut Hakai yang tidak mempermasalahkan hal tersebut, "Ya, senang berkenalan denganmu juga, Hakai!" Sambut balik dari Izumi membuat mereka berbincang-bincang sekarang
Setelah berbincang-bincang, tidak terasa sudah waktunya mereka untuk tes ujian. Mereka melihat ada seseorang yg tiba-tiba ada dihadapan mereka. Yang awalnya berisik, menjadi diam seperti ruangan tak berpenghuni. Itu adalah penguji yang akan menguji kemampuan mereka.
"Ehem, panggilan kepada peserta Yamikana Lili, Hakeyama Izumi, Atamaga Chiteki dan Amanaka Hakai dipersilahkan untuk maju kedepan. " Panggil penguji kepada 4 peserta tersebut
Tanpa disuruh 2 kali, peserta yang dipanggil maju kedepan bersama-sama.
Saat maju bersamaan, Hakai gagal fokus gara-gara satu orang, dia melihat perempuan yg sedari tadi ia kagumi, ternyata bernama Yamikana Lili.
"Chiteki, silahkan kau mulai duluan." Perintah penguji tersebut,
"Cukup hancurkan target didepan itu dengan sihir yang kalian kuasai" Lanjutnya
Chiteki pun melakukan tes tersebut, dia pun langsung menggunakan sihir miliknya,
"Pedang dengan ribuan angin hancurkan lah lawanku dengan kekuatanmu, Cyclone Edge."
Serangan angin yang tajamnya seperti ribuan pedang itu cukup sekali serangan menghancurkan target di depannya, namun area serangannya sangat kecil yg memungkinkan penggunanya benar-benar ahli dalam menggunakan sihir tersebut
'Serangan sihir angin tingkat menengah? peserta yang cukup berbakat.' Batin penguji dalam hati, "Cukup untuk peserta Chiteki. Berikutnya Hakeyama Izumi."
__ADS_1
Setelah melalukan tes tersebut, Chiteki pun mundur dari tempat pengujian. Dan peserta bernama Izumi selanjutnya yg akan di uji
"Ba-baiklah." Ucapnya gugup
Izumi pun melakukan tes tersebut, dia mengeluarkan sihir andalannya, "Alam yang berada dibawah kendaliku, hancurkanlah semua yang menghalangiku dengan bantuanmu, ROCK BURST!"
Tiba-tiba tanah menjadi runcing yang bertebaran dan membuat target tes hancur seketika, Hakai dan peserta lainnya matanya terbuka lebar dengan apa yang terjadi barusan, "ehek~"
'Laki-laki lembut seperti itu bisa menggunakan sihir dasar yang mengerikan!' Batin mereka semua
'Menarik, murid-murid baru ini sangat menarik.' Batin penguji itu sambil tersenyum kecil, "Baiklah, peserta selanjutnya, Yaminaka Lili."
Kini perempuan yang Hakai kagumi mendapati giliran untuk menunjukkan sihirnya, 'Keluarga Yaminaka ya...' Lanjut batin penguji tersebut
Sama seperti sebelumnya, Lili langsung mengeluarkan sihir miliknya. Tetapi, sihir Lili menyita perhatian banyak sekali. Para calon murid, penonton, dan juga 'para' penguji
"Aku membutuhkanmu saat ini Destroyer Sword." Saat mengeluarkan kata-kata itu, tiba-tiba muncul sebuah pedang--seperti pedang suci-- yang entah darimana asalnya
"Hancurkanlah yang akan menghalangiku, Destroyer Slash."
Sriiing..
Pedang suci yg baru dikeluarkan Lili dengan kecepatan yang tak kasat mata memotong hancur target yang ada di depannya
Hening. Semuanya terdiam melihat sihir yang di keluarkan oleh Yaminaka Lili, 'Benar-benar sihir keluarga Yaminaka. Keluarga suci dan terpandang dikerajaan ini. Tidak heran.' Batin penguji itu sambil mempersilahkan Yaminaka Lili untuk pindah ke tempatnya semula
Saat Yaminaka Lili sudah kembali, kini perhatian penuh penguji kepada satu nama yang menarik, Amanaka Hakai
'Anak yang menghebohkan satu Akademi dikarenakan dia bersama-sama dengan salah satu sage, dan sagenya adalah Master Akio. Kenapa master Akio tertarik pada anak kesasar ini?' Batinnya sambil menatap tajam Hakai. Hakai merasa tertekan dan risih dengan tatapan pengujinya, 'APASIH?' Teriakan dalam batin Hakai yang sangat tertekan
'Mari kita mengetesnya.' Lanjut batin penguji tersebut, "Amanaka Hakai, dipersilahkan untuk tes."
Hakai pun bersiap untuk mengeluarkan sihirnya, 'Jika sihir didunia ini hanyalah membayangkan sesuatu, maka ini tidak ada bedanya dengan ada yang di anime-anime. YOSH! MARI KITA TUNJUKKAN!' Pikirnya gampang
Hakai kini merapalkan mantra miliknya,
"Langit hitam yang dipenuhi petir-petir, LIGHTNING THUNDER!" Tidak terjadi apa-apa.
Hakai terdiam sejenak. Begitu juga dengan penonton, para calon murid, dan 'para' penguji, 'Apa yang baru saja kau lakukan, anak bodoh!' Batin Akio sambil memukulkan tangannya ke dahinya
'Benar-benar anak bodoh.' Batin penguji sambil menggelengkan kepalanya
BLUSH
"Silahkan." Persetujuan penguji membuat Hakai bersemangat kembali
"Baiklah!"
'sekali lagi, aku akan menggunakan sebuah sihir yg paling kuat dari imajinasiku.' Batin Hakai
Sebelum merapalkan mantranya, dia benar-benar fokus dan, "Ledakan yang menghancurkan segalanya. Dark Supernova." dia mengucapkan mantra itu
DUARR!
Targetnya hancur. Tetapi. Ruangan Penguji itu hancur setengah karena kekuatan sihir yang Hakai pakai terlalu besar
Semua membelak matanya dan mulutnya terbuka lebar, penguji yang mengatakan Hakai anak yang bodoh merasa ingin menarik kembali ucapannya, 'i-inikah kekuatan anak yg membuat sage terkuatpun tertarik? benar-benar anak yang menarik!' Batin penguji sambil menatap heran kepada Hakai
Akio yang ikut menyaksikan itu tertawa kecil, "Hampir ku usir kau dari rumahku, Amanaka Hakai."
Setelah kejadian itu, Hakai dan para peserta yang sudah melaksanakan ujian itupun keluar dari Ruangan Pengujian
Hakai melihat Akio yang sedang berjalan ke arahnya dan akhirnya menyampirinya, "Master! kamu melihatnya kan!" Ucap Hakai kegirangan, Akio tersenyum melihat kelakuan Hakai, "Bagus, kau benar-benar tak mengecewakanku."
"Tentu! karena aku adalah Amanaka Hakai yang akan menjadi penyihir terkuat!" Ucap Hakai dengan percaya diri, "Ya,ya, saatnya kita pulang." Ajak Akio, Hakai hanya menganggukan kepalanya
-Rumah Akio-
"Katanya kau adalah penguji, tapi aku tak melihatmu sedari tadi?" Pertanyaan Hakai membuat Akio harus menjelaskannya kepada Hakai, "Sebenarnya penguji yang menguji bukan cuman satu, tapi banyak. Kami melihat dibalik dinding dan berada diruangan yang berbeda dari kalian."
Hakai mengedipkan matanya 2 kali--tidak paham-- apa yang dimaksud Akio, "Nanti kau tau sendiri, beristirahatlah." Perintah Akio, Hakai menuruti permintaan Akio dan berjalan ke ruangan tempat ia beristirahat dan tidur
Akio yang memastikan Hakai sudah benar-benar masuk ke ruangannya kini berpikir, 'Apa-apaan orang ini? Di suatu 'ramalan', dia tidak sehebat ini? dan juga kenapa dia bisa menggunakan sihir kuno?' Pertanyaan-pertanyaan berputar dikepala Akio membuanya berpikir keras, tapi tak lama setelah itu dia membuang pikirannya
'Lupakan saja, mungkin memang dia tidak sesuai dengan 'ramalan' itu. Dia memang hebat tapi yg jelas tidak sehebat aku tentunya.' Pujian Akio dan ketawa sombong miliknya terdengar sampai diluar ruangannya
'Pasti dia sedang menyombongkan dirinya lagi.' pikir semua pelayan Akio
-Keesokan harinya-
Mereka berdua kini sedang berada perjalanan menuju ke Akademi untuk melihat hasil tes Hakai, Hakai saat itu benar-benar bersemangat, "Master! Ayo cepat." Ajak Hakai, Akio hanya diam tapi terlihat menuruti permintaan Hakai
"Tapi sebelum itu, aku ingin memperlihatkanmu sihir yag aku buat!"
__ADS_1
Akio mengangguk, "memangnya sihir apa yang kau mau tunjukkan?" Tanya Akio
"Gate." Akio terkejut dengan ucapan Hakai barusan, 'dia bisa menggunakan sihir ruang dan waktu tingkat kuno?' Pikir Akio lagi, tapi dia hanya meng-iyakan perkataan Hakai, "Baiklah, ayo kita pergi." Hakai menjawab dengan semangat, "Ayo!"
-Akademi-
Hakai mencari-cari namanya dipapan dan betapa terkejutnya dia kalau lolos, juga masuk ke kelas S, "Syukurlah! aku berhasil!"
Hakai kini sangat gembira melihat namanya lolos di kertas-kertas penentuan tes
Hakai pun berjalan ke kelas yang telah ditentukan, dia pun bertemu dengan murid-murid yang kemarin. Tapi tak semua.
Saat Hakai memasuki kelas, dia melihat perempuan yang dia kagumi. Lili yang menyadari tatapan Hakai menyampiri Hakai, "Amanaka Hakai, kan?" Tanyanya sambil tersenyum ramah
Hakai yang kaget disampiri oleh Lili membuatnya gugup dan salah tingkah, " H-hai senang bertemu de-denganmu, na-namaku A-Amanaka H-Ha-" melihat Hakai berbicara gugup dan salah tingkah, Lili tertawa kecil, "Iya,iya, aku panggil Hakai saja ya?" Tanya Lili kepada Hakai, tanpa basa-basi Hakai menyetujuinya, "I-iya!"
"Saatnya aku memperkenalkan ulang diriku, Namaku Yaminaka Lili, kau bisa memanggilku Lili, aku berasal dari Klan Yaminaka yang mewarisi pemanggilan pedang suci." Hakai mengerti dengan maksud 'pemanggilan pedang suci' itu, 'sihir yang ia lakukan kemarin kan?' batin Hakai
"Senang berkenalan denganmu, kuharap, kita menjadi teman yang baik." Lanjut Lili sambil tersenyum lebar
Biodata Karakter-Karakter dalam cerita
--
Nama: Atamaga Chiteki
Umur : 16 Tahun
Sifat : Pendiam, serius, dan cuek
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Asal : Berasal dari Klan Atamaga. Klan Atamaga adalah Klan pengendali elemen angin, terkenal dengan sihir angin mereka yang sangat kuat. Mereka tinggal disebelah utara Kerajaan Arimuhikari nama Kekuasaan mereka adalah Kekuasaan Kaze
--
Nama: Yaminaka Lili
Umur : 15 Tahun
Sifat : Riang gembira, suka tersenyum dan baik hati
Jenis kelamin : Perempuan
Asal : Berasal dari Klan Yaminaka. Klan Yaminaka adalah Klan dengan teknik yang mewarisi tiap turun temurun teknik pemanggilan pedang penghancur/ "Destroyed sword", mereka terkenal dengan pedang mereka yang dapat menyebabkan serangan berbahaya disetiap tebasannya. Mereka tinggal di sebelah selatan kerajaan arimuhikari. Nama kekuasaan mereka adalah Kekuasaan Yamikara
--
Nama : Akatsuki Ryuuto
Umur : 16 Tahun
Sifat : Misterius, Humoris, dan Ramah
Jenis kelamin : Laki-Laki
Asal: Berasal dari klan Akatsuki. Klan Akatsuki adalah Klan yang bisa dibilang Klan rahasia yg berada langsung dari perintah Raja atau bisa disebut sebagai Klan bayangan, mereka tinggal didalam kerajaan Arimuhikari dan berbaur dengan masyarakat
--
Nama: Hakeyama Izumi
Umur: 15 Tahun
Sifat : Setia, Humoris, Rendah hati, dan Lemah lembut
Asal : Berasal dari Klan Hakeyama. Klan Hakeyama adalah Klan dengan kekuatan pengendali alam, mereka tinggal di hutan sebelah barat Kerajaan Arimuhikari. Nama Kekuasaan mereka adalah Kekuasaan kunlun.
--
Nama: Akio
Umur : 30+Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status : Sage terkuat dikerajaan Arimuhikari
Sifat : Suka membangga banggakan diri sendiri, Misterius , Jenius, Kuat, Jahil dan Bijak
Asal : ???
See u next chpt
__ADS_1