
duk..duk..duk
Suara hentakan ratusan kaki- tidak. 'Ribuan kaki' sedang berjalan menuju ke 'ribuan kaki' lainnya, 'Ribuan-ribuan kaki' itu ialah Pasukan Iblis dan Pasukan Suci
Masing-masing dari mereka dipimpin oleh pemimpin yang kuat dan juga kejam
Pemimpin dari pasukan iblis itu mengangkat tangannya sebagai kode untuk menyerang, 'tangan kanan' iblis itu mengerti dan, "Bantai semua!!!"
Setelah teriakan itu, pasukan Iblis dan Pasukan Suci saling bertarung nyawa
Hakai benar-benar bingung sekarang, kenapa dia sedang berada di dalam peperangan, tapi, tubuhnya tidak bisa ia kendalikan. Diluar kendalinya.
Hakai ikut bertarung seperti biasa, namun dia tetap bingung di pikirannya, kenapa aku dalam peperangan?
Saat Hakai sedang sibuk-sibuknya menebas para iblis-iblis, ia melihat seseorang yang tidak asing dimatanya. Ya, Sahabatnya di dunia yang sebelumnya.
Kurayami Hatsuno.
"Hakai." Panggilnya pelan
Hakai mewaspadai gerakan yang akan dilakukan nanti oleh sahabatnya, Hatsuno, "Apa?"
"Jangan terlalu percaya kepada 'mereka', Hakai."
Peringatan dari sahabatnya terngiang-ngian ditelinga Hakai
Tak lama setelah itu, Hakai pun terbangun dari mimpi buruk itu, "Kenapa?" Hakai belum sadar bahwa dia sudah bukan lagi di 'tempat perang'
Dia melihat kesana-kemari, ternyata dia ketiduran dikelas. Di sampingnya, dia melihat Lili sedang tersenyum-senyum menatap Hakai, "Hakai sangat imut!" Goda Lili kepada Hakai
Hakai salting mendengar ucapan Lili, "E-eh? Li-Lili? kenapa kamu berada disini?"
Lili tertawa kecil mendengar pertanyaan Hakai, "Kita sekelas, Hakai." Jawabnya
Ding-Dong!
Suara bel menandakan kelas akan segera dimulai, para siswa di kelas setelah mendengar bel tersebut sekarang duduk rapi di tempatnya masing-masing
Kreekk...
Tak lama kemudian, seorang perempuan dengan menggunakan jas panjang dan tak lupa topi dan buku yang ditenteng di tangannya masuk dikelas, "Selamat atas lolosnya kalian untuk masuk kesekolah ini, izinkan aku memperkenalkan diriku, namaku Nanigawa Yuri, wali kelas kalian, kuharap kita bisa akrab."
Setelah memperkenalkan diri, bu Yuri pun mengeluarkan materi yg akan dipelajari oleh murid-murid baru akademi ini, "Kali ini adalah materi tentang perkenalan ras yang ada dan beberapa kerajaan-kerajaan yg ada selain di Kerajaan Arimuhikari." Jelasnya untuk memberitahu materi apa yang akan dipelajari
"Ras didunia ini dibagi menjadi 5 yaitu Manusia, Iblis, Monster, Elf dan Dwarf.
Apakah kalian tau kerajaan-kerajaan yang ada disekitar kerajaan Arimuhikari?" Tanyanya kepada siswa-siswi yang berada di kelas, mereka hanya menggelengkan kepala yang berarti tidak tahu
__ADS_1
"Baiklah, Kerajaan Arimuhikari ada jauh di sebelah barat laut, dia berdekatan dengan wilayah iblis." Penjelasan dari bu Yuri membuat murid yang mendengarnya merinding
"Ja-jadi iblis itu akan menyerang kita?" Tanya salah satu murid
"Walaupun kerajaan Arimuhikari dekat dengan wilayah iblis, selama kita tidak menyerang mereka, mereka tidak akan menyerang kerajaan." Jawaban dari bu Yuri membuat murid-murid di kelas menghembuskan nafas lega
"Sedangkan jauh disebelah utara terdapat sebuah kerajaan yg bernama Inazuma yg dipimpin langsung oleh seorang Raja yang bernama Inazuma Haruto,"
"Inazuma Haruto adalah raja sekaligus anggota dari 5 sage dia dijuluki sebagai Inazuma no kenja atau bisa disebut sage petir. Dia bisa mengendalikan petir semaunya, karena kekuatan Raja Inazuma, Kerajaan mereka dijuluki sebagai Kerajaan terkuat,"
"Namun, Raja Inazuma tidak termasuk 3 sage besar karena kekuatan yang paling lemah diantara sage lainnya." Lanjutnya
"Sementara itu, jauh di sebelah timur, ada Kerajaan yang disebut sebagai kerajaan yang dapat mengendalikan sihir api tingkat tinggi, Kerajaan mereka dikenal sebagai Kerajaan Hono,"
"Info tentang mereka tak diketahui lebih jelas,"
"Menurut rumor yang beredar, pasukan elite mereka bisa menggunakan sihir api tingkat lanjut yaitu "Amaterasu." Saat bu Yuri menyebut Amaterasu, Hakai langsung mengingat tontonannya dulu. Anime favoritnya, Naruto.
"Sihir Amaterasu sendiri terbagi menjadi bbrp ykni: Inferno Blast, Inferno Prison, Infreno Gate, Dark Infreno, Inferno Sword, Inferno Slash dan yang terkuat adalah Gate of Valhalla dan Hell fire."
"Tentang 2 kerajaan besar lainnya, infonya tidak diketahui lebih lanjut." Lanjutnya yang jelas, para murid mendengarkan dengan tenang
"Dan terakhir adalah pemukiman Elf dan Dwarf serta pemukiman para monster," Hakai benar-benar mendengar penjelasan dari bu Yuri soal ini, untuk mengetahui informasi selanjutnya tentang sahabatnya, Kurayami Hatsuno.
"Pemukiman Elf dan Dwarf itu tersembunyi dalam hutan suci ya g tidak diketahui letaknya, sedangkan Monster mereka berada di benua tengah dan yang lebih pasti mereka tinggal di dalam gua besar/ bisa disebut sebagai Dungeon."
"Apakah kalian sudah paham?" Tanya bu Yuri, Hakai langsung mengangkat tangannya untuk bertanya, "Dimanakah tempat para Iblis?"
Pertanyaan Hakai membuat se-isi kelas terdiam. Hening.
Bu Yuri mengernyitkan alisnya, "Itu--"
Ting Ting
Suara bel yang menandakan sudah jam istirahat, kata-kata dari bu Yuri pun terpotong dan akhirnya tidak jadi menjawab pertanyaan dari Hakai, "Baiklah, sudah jam istirahat. Saya mengakhiri pelajaran ini, selamat beristirahat."
"Baik, bu." serempak murid-murid di kelas itu, saat bu Yuri keluar, mereka berhamburan keluar kelas
'Dia menghindari pertanyaanku?' Batin Hakai yang sedikit kesal
"Hakai! Ayo kita makan bareng!" Ajak Lili sambil tersenyum lebar, Hakai yang kesal tiba-tiba berubah, "Ah, Baiklah!"
---- Kantin ----
Sesampainya di kantin, saat Hakai dan Lili sedang melihat-lihat makanan yang akan dibeli, Hakai melihat seseorang yang makanannya dibuang-buang oleh 3 murid, betapa ramainya kantin di Akademi tapi tak ada seorang pun yang menolongnya
Tanpa pikir panjang, Hakai bergegas ke meja tersebut, "Apa-apaan kalian?" Tegur Hakai
__ADS_1
Betapa kagetnya Hakai, ternyata 3 murid itu adalah perundung yang sama yang pernah ia temui
Dan tak disangka pula, orang yang dirudung juga adalah orang yang sama, namun Hakai tidak memedulikan itu.
"Padahal kau murid di Akademi ini tapi sikapmu benar-benar tak pantas!" Hakai benar-benar marah sekarang tapi perundung itu hanya tertawa kecil melihat Hakai yang jadi sok pahlawan lagi
"Pfft- ternyata kau lagi pahlawan, kau berusaha melawanku tanpa bantuan dari seorang 'sage'? betapa lucunya dirimu melawanku yang kelas tingkat tinggi ini." Ucapnya sombong sambil memperlihatkan sebuah tingkat kelas diseragamnya
Hakai terdiam sejenak melihat tingkat kelasnya, "Kenapa? kau takut sekarang? hahahaha" Ejek para perundung itu kepada Hakai
Hakai mengepalkan tangannya, dia bersiap untuk bertarung dengan para perundung itu,
"Hentikan sikap kekanak-kanakkan itu, Shirogami Kageya."
Tanpa disangka, Lili ikut terjung ke masalah mereka, "Li-Lili? kau tidak usah ikut campur, aku bisa--"
"Hakai. Diamlah sebentar." Lili menatap Hakai dengan tatapan tajam, Hakai kaget dan otomatis mulutnya tidak mengeluarkan kata-kata lagi.
"Heh, kau dibantu lagi? sama cewek? pahlawan macam apa kau ini?" Ejek Kageya dan teman-temannya sambil tertawa terbahak-bahak, Hakai mendengar ejekan itu seketika naik darah dan benar-benar ingin memukulnya
"Shirogami Kageya, Yamino Tomo, dan Sirohiba Otsuka." Lili memanggil nama mereka satu persatu, mereka yang tadinya tertawa terbahak-bahak seketika terdiam, "Nyo-nyonya Lili?"
Was wes wos
Semua orang yang di kantin kali ini benar-benar heboh dengan masalah mereka hingga menyebabkan kerumunan disekitar mereka, "HEI KALIAN BERTIGA!!" Teriakan dari salah satu guru membuat kerumunan itu bubar dan memilih untuk pergi ke tempat duduknya lagi di kantin
"KALIAN BERTIGA MASUK KE RUANGAN SAYA!" Para perundung itu memilih kabur dibandingkan masuk ke ruangan guru yang dipanggil itu, "awas kau!" Ancam Kageya sambil menunjuk Hakai
"Hei! jangan kabur!" guru itu pun mengejar mereka bertiga
Hakai langsung mengecek korban perundungan itu tapi, "Eh? kemana dia?"
Dia menghilang.
Singkat cerita, mereka pun kembali ke kelas, saat Hakai dan Lili sedang berbincang-bincang hangat, tiba-tiba Hakai dipanggil ke sebuah ruangan untuk ditanya sesuatu
Hakai sudah menebak, 'Pasti ulah pecundang itu!' Batinnya kesal tapi dia tetap menuruti permintaan itu
"Hakai." Lili memanggil Hakai saat Hakai mau meninggalkan dirinya, "Bicaralah sejujurnya kepada 'dia'."
Hakai tidak tau apa yang dimaksud oleh Lili, namun dia menganggukan kepalanya dan tersenyum, "Makasih Lili."
Lili tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Hakai
Hakai pun perlahan-lahan menghilang dari pandangan Lili, Lili langsung merubah ekspresinya ketika Hakai sudah tak ada didekatnya, "Jika Hakai benar-benar terkena masalah, jangan harap kalian bertiga lolos dariku."
Seee uuu next chpt, maaf lama up><
__ADS_1