
Dewa kehidupan : "akan kuberitahu kau tentang takdirmu didunia ini "
NOTE : *DICHAPTER SEBELUMNNYA DEWA KEHIDUPAN MENGATAKAN BAHWA TAKDIRNYA KURAYAMI HATSUNO ADALAH TAKDIR BURUK....*
KEKUATAN SANG PAHLAWAN
Dewa Kehidupan :"Takdirmu di dunia selanjutnya adalah menjadi Raja Iblis yang kejam!"
Hatsuno mengernyitkan alisnya dan mengangkat satu alisnya
Hatsuno : "Candaan macam apa yang kau beritahu kepadaku?"
Dewa Kehidupan : "Apakah aku sedang bercanda sekarang?"
Hatsuno terdiam sejenak. Dia berpikir, 'mana mungkin dewa berbohong tentang takdir yang dia beritahu?'
Dewa Kehidupan : "Terimalah takdirmu, Kurayami Hatsuno."
Hatsuno : "Baiklah. Jika itu benar-benar takdirku, aku akan menerimanya."
Dewa Kehidupan : "Baguslah kalau kau sudah menerima takdirmu, aku akan memberitahu kekuatan apa yang kau miliki."
Hatsuno : "Beritahu aku, Dewa."
Dewa Kehidupan : "Kau memiliki kekuatan pengendalian 7 elemen dan semua sihir khusus lainnya. Tapi, ingat kekuatan elemenmu itu sudah berevolusi menjadi kekuatan tingkat tinggi, yang dimana jika kau menggunakan kombinasi sihir tingkat tinggi dari 7 elemenmu itu, bisa saja menghancurkan dunia ini."
Hatsuno tercegang mendengar pernyataan Dewa soal kekuatannya menjadi Raja Iblis di dunia selanjutnya
__ADS_1
Hatsuno : "Se-seberbahaya itukah kekuatanku ini?"
Dewa Kehidupan tidak menjawab pertanyaan Hatsuno, ia fokus dengan merapalkan suatu mantra untuk mengirim mereka berdua kedunia yang akan di tempati
Hatsuno menyadari hal tersebut dan hanya bisa terdiam dan memahami situasinya sekarang
Hatsuno : "Baiklah, aku paham sekarang."
Setelah Hakai dan Hatsuno diturunkan ke dunia selanjutnya. Mereka pun menjalani takdirnya seperti apa yang dikatakan oleh Dewa dan Dewi kehidupan.
Hakai baru menyadari bahwa Hatsu tidak berada didekatnya, begitu pula sebaliknya. Hakai mulai melihat ke sekitar dan mencoba memanggil Hatsu
Hakai : "Hatsu...."
Tidak ada jawaban. Hening. Tidak ada tanggapan dari Hatsu
Hakai bingung karena dia tidak mengetahui letak dunia ini
Hakai mencari petunjuk dimana ia sekarang. Saat mencari petunjuk tentang dunia yang ia tempati sekarang, Hakai bertemu dengan seorang pedagang keliling.
Tanpa basa-basi, Hakai menyampiri pedagang tersebut dan bertanya
Hakai : "Pe-permisi tuan, apakah saya boleh bertanya tentang sesuatu?"
Pedagang itu menatap lama Hakai yang sedang kebingungan, Hakai makin kebingungan 'Kenapa pedagang ini hanya menatap saja? apa dia bisu?' sampai akhirnya pedagang itu membuka mulut
Pedagang keliling : "Apa yang kau ingin tanyakan?"
__ADS_1
Hakai : "Tempat apakah ini?
Pedagang Keliling : "Ini berada jauh di sebelah Timur Kerajaan Arimuhikari."
Hakai : "Kerajaan Arimuhikari? Kerajaan apa itu?" pertanyaan Hakai kepada pedagang keliling itu membuat pedangang keliling menaruh rasa curiga kepada Hakai. Tetapi, pedangan keliling itu tetap menjelaskan Kerajaan macam apa Arimuhikari
Pedagang Keliling : "Kerajaan Arimuhikari adalah kerajaan yg menyembah Dewa cahaya. Kerajaan Arimuhikari juga mempunyai beberapa Kesatria Suci yang terkenal. Kerajaan Arimuhikari berada jauh di sebelah Barat Laut. Konon katanya, kekuatan Para Kesatria Suci itu memiliki kekuatan sihir elemen cahaya yang sangat kuat. Menurut rumor yang beredar, Raja yang mempimpin Kerajaan dan memilih para Kesatria Suci itu ialah Raja yang sangat hebat/jenius dalam siasat Perang dan Ilmu Sihir. Nama Raja mereka saat ini adalah Kakeyeba Hikari, seorang Raja yang terkenal diantara Raja-Raja dari Kerajaan lainnya." Informasi jelas yang Hakai dapat dari pedagang keliling tersebut membuat Hakai jadi mengerti dan tau dimana ia sekarang
Hakai : "Baiklah. Terima kasih infonya, Tuan."
Pedagang keliling itu hanya menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan menjauhi Hakai
Saat Hakai sudah mengumpulkan informasi, Hakai langsung bergegas menuju ke Kerajaan Arimuhikari
Sayangnya, tindakan yang dilakukan Hakai terbatalkan oleh tubuhnya yang sudah kekurangan mana.
Hakai tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang sudah melemah dan pada akhirnya memilih untuk pasrah. Hakai pun terpuruk kembali di rumput yang luas dengan angin yang sejuk
Saat matanya sudah mau tertutup, Hakai melihat seseorang yang asing dan memakai pakaian aneh sedang menatap dirinya.
?? : "Anak yang malang."
Kalimat yang terakhir terdengar di telinga Hakai sebelum Hakai sudah tak sadarkan diri.
see u next chapter....
mohon bersabar ye
__ADS_1
tiap hari kok upny jadi sans ae