3 Dokter Cantik Jodoh Idol Mereka

3 Dokter Cantik Jodoh Idol Mereka
Adelia


__ADS_3

'Cinta kita memang tidak bisa ketahui, seperti yang kami alami saat ini, bisa dicintai oleh laki-laki yang kami sukai, dan yang membuat kami tidak menyangka mereka adalah Idol kami dan ini adalah kisah kami'


Suara alaram membuat seorang wanita terbangun dengan malas.


Bagaimana tidak malam tadi dia malas karena semalam iya pulang jam 00.00 wib. dari rumah sakit.


Dia adalah Adelia,



dia adalah seorang dokter bedah di rumah sakit umum Medistra.


Adelia sebenarnya tidak ingin ke rumah sakit hari ini tapi karena ada seorang pasien yang ingin ia temui.


Selesai mandi Adelia langsung mengenakan pakaiannya yang sudah dia siapkan.


Setelah selesai memakai pakiannya Adelia langsung turun.


Dibawah ia disambut oleh kedua sahabatnya yang terlihat sibuk menyiapkan sarapan.


mereka adalah Yunisa dan Rianti.


dua gadis yang juga memiliki profesi sama sepertinya.


Tapi bedanya Yunisa dan Rianti berbeda keahlian Yunisa adalah dokter saraf



sedangkan Rianti dokter jantung.



"Pagi"


"Pagi, mau kemana? Bukannya hari ini kamu gak mau masuk?" Rianti menatap sahabatnya itu.


Rianti tau jika saat ini Adelia sangat kelelahan karena beberapa hari terakhir ini ia selalu bergadang dan pulang larut malam bahkan bisa sampai subuh dari rumah sakit bahkan bisa tidak pulang.


"Iya sih, tapi hari ini ada pasien yang harus aku temui di rumah sakit dan Profesor nyuruh aku buat ngehendel pasien itu!"


"Ya ampun Prosfesor gak tau apa orang perlu istirahat?" Yunisa kesal dengan Profesor mereka yang tidak memberi waktu untuk mereka istirahat.


"Gak papa, kalau gitu aku berangkat sekarang ya!" Adelia mengambil tas nya dan ponselnya dari atas meja.


"Oh ini aku udah siapin bekal buat kamu dan ini kopi pahitnya, semangat ya!"Rianti memberikan bekal pada Adelia.


"Makasih 😚" Adelia memonyongkan mulutnya memberikan kiss dari udara untuk kedua sahabatnya itu.


Adelia keluar dari rumah berjalan menuju mobilnya.


Didalam mobil Adelia mendapat telpon dari salah satu temannya.


"Halo Gio ada apa?"


"Kamu belum berangkat?"


"Ini udah mau berangkat, emangnya kenapa?"


"Ini Profesor nyari ini lo terus!"


"Iya bentar aah, situa bangka itu gak tau sabar apa! Udah gue mau berangkat dulu!" Adelia menutup telpon Gio dengan kesal.


Bagiamana tidak ia sudah lelah semalam ditambah lagi si tua bangka itu sekarang sedang marah-marah karena Adelia tidak juta terlihat.


Adelia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena saat ini ia sangat dibuat kesal.

__ADS_1


Moodnya berantakan karena atasannya yang tidak pengertian dan tidak melihat keadaan.


Sesampainya di rumah sakit Adelia langsung turun dan berjalan masuk kedalam rumah sakit.


Saat Adelia masuk ternyata Gio dan yang lain sudah menunggunya sedari tadi.


Adelia menghampiri mereka dengan tatapan kesalnya.



"Ini ada apa? Kok pada disini?"


"Syukur kamu datang Del!"


"Emang kenapa sih Gi? Lo kaya orang apa aja!"


"Lo gak tau aja, sih tua bangka itu lagih marah-marah dan sekarang Andin sama Dimas sedang di omelin diruangannya!"


"Udah gila tu orang tua ya!" Adelia pun berjalan menuju ruangan nya.


Tanpa mengetuk Adelia membuka pintu ruangan Profesor Hendra.


Ternyata benar saat ini ia dengan marah-marah kepada rekan kerjanya.


"Profesor maaf saya tidak mengetuk pintu, ini ada apa? Kenapa pagi-pagi begini sudah marah-marah? Kalau Profesor ingin marah pada saya gak usah bawa-bawa rekan saya yang lain, saya gak suka ya!" Hendra tidak berani membentak Adelia karena Adelia sangat berpengaruh di rumah sakit ini karena keahliannya memegang pisau di ruang operasi.


"I-ini bukan karena kamu Adelia!"


"Jadi sekarang mana pasien yang harus saya periksa, karena saya saat ini sangat tidak mood dan lelah saya ingin tidur setelah ini, dan jangan hubungi saya, cari dokter yang lainnya yang bisa membantu anda!" Adelia menatap Hendra dengan tatapan kesalnya.


Mata Adelia.yang terlihat berkantung dan sedikit menghitam membuat Hendra semakin takut jika Adelia marah.


"Dia ada di ruangan vvip nomor 1!"


Adelia pun langsung keluar dan berjalan menuju ruangan pasien yang dikatakan oleh Profesornya.


Sesampai nya disana Adelia, mengetuk pintu dan masuk bersama dengan Gio dan Andina.


"Pagi apa ada keluhan?" Adelia berjalan mendekati pasien.


Pasien itu melihat kearah Adelia, Adelia terkejut melihat wajah pasiennya.


Wanita cantik itu hanya diam saat melihat pasiennya yang ternyata adalah Idolnya sendiri.


"Chan-Chanyeol?"



Chanyeol melihat kearah Adelia yang saat ini melihatnya dengan wajah terkejut.


"Maaf kalau saya mengagetkan anda, saya dokter bedah disini nama saya Adelia dan ini dokter Gio dan dokter Andina, kami kemari ingin memeriksa keadaan anda!" Chanyeol mengagguk kepalanya.


"Silahkan dok,"


Adelia memeriksa keadaan Chanyeol, Adelia kemudian melihat ada benjolan dipundak laki-laki itu.


"Sepertinya benar ada benjolan dipundak anda, sebaiknya harus ceoat dioperasi karena itu yang akan menghambat aktivitas anda, apa rasanya sakit saat saya menekannya?"


"Aw.." Chanyeol meringis kesakitan saat Adelia menekan bahunya.


"Jadi kamu harus di operasi, sepertinya sore ini jam 02 siang ya, dan kamu harus puasa dari sekarang!"


"Baik dok"


"Kalau begitu kami permisi!"

__ADS_1


"Tunggu dok" Chanyeol menahan tangan Adelia.


"Ada apa?"


"Saya ingin berbicara sebentar dengan anda dok!"


"Baik, Gi, Din kalian dua duluan aja!"


"Okey Del," Gio dan Andina pun meninggalkan Adelia dan Chanyeol.


"Ada apa?"


"Saya mau bilang sama dokter jangan bilang pada siapapun saya disini!"


"Tenang saja rumah sakit kami tidak akan membocorkan apapun seorang lain mengenai pasien disini! Apa lagi anda orang yang sangat terkenal!"


"Terima kasih dok!"


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu,"


"Ah oh ya dok saya mau minta nomor ponsel anda boleh dok?"


"Untuk apa?"


"Untuk... Jika saya terluka disini atau mengalami cidera bisa menelpon anda dok!"


"Ah tentu!" Adelia memberikan nomor ponselnya pada laki-laki yang sangat ia kagumi dan sukai.


Setelah keluar dari kamar Chanyeol, Adelia kembali tidak bedmood lagi.


Tapi kantuknya tidak bisa hilang walau baru saja bertemu dengan idolanya.


Setelah selesai pemeriksaan Adelia masuk kedalam ruangannya untuk beristirahat.


Adelia memasang alaram diponselnya untuk membangunkannya.


Karena jam 02 siang nanti ia akan ada jadwal operasi.


Adelia pun terlelap, ruangannya ia kunci agar tidak ada yang masuk sembarangan keruangannya.


Jam menunjukan pas pukul 01 siamg dimana ia harus bangun dan siap-siap.


Adelia terbangun dari tidurnya membersihkan diri dan memakai jubahnya.


Setelah siap Adelia pun bejalan menuju kamar Chanyeol.


Ia bersama dengan Gio dan Adina sudah diruangan Chanyeol.


Setelah siap mereka pun membawa Chanyeol keruangan operasi.


Diruang operasi Chanyeol diberi obat bius, setelah obatnya berkerja Adelia dan rekannya yang lain mulai mengoperasi pasiennya.



Tidak sampai 2 jam akhirnya operasi selesai.


Chanyeol masih belum sadar tapi keadaan nya stabil hanya menunggu obat biusnya selesai.


Setelah Chanyeol bangun Adelia, Gio, dna Andina bisa pulang.


Sebelum pulang Chanyeol memberikan sebuah gelang berwana merab pada Adelia.


"Apa ini?"


"Ini tanda terima kasih saya kepada anda dok, dan jika kita ditakdirkan kita pasti bertemu kembali!" Chanyeol tersenyum pada Adelia membuat wanita itu benar-benar berdebar.

__ADS_1


Bagaimana tidak laki-laki yang ia sukai saat ini sangat dekat dengannya.


Bersambung


__ADS_2