
Yunisa adalah seorang dokter di rumah sakit umum Medistra.
Yunisa adalah sahabat Adelia, dia bagai kakak bagi Adelia.
Sore ini Yunisa memiliki jadwal operasi, setelah Adelia pulang dari rumah sakit Yunisa dan Rianti tidak percaya dengan ucapan Adelia.
Bagaimana tidak seorang Idol asal korea busa ada di sini dan baru saja di operasi bahunya oleh Adelia.
Adelia memperlihat kan nomor ponsel Chanyeol lada keduanya.
Keduanya saling menatap tidak percaya dengan cerita sahabatnya.
Tapi Yunisa dan Rianti tau bagaimana Adelia, wanita itu tidak suka berbohong apa lagi iseng.
Yunisa pun mulai serius meminta Adelia video call dengan Chanyeol.
Adelia pun mengikuti permintaan Yunisa.
Video call pun terhubung terlihat diseberang sana seorang laki-laki tampan yang di gilai banyak perempuan di dunia ini dan laki-laki itu meminta nomor seorang dokter asal Indonesia ini.
Waw hanya itu yang keluar dari mulut keduanya.
Yunisa dan Rianti benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Ada apa dok?"
"Gak papa, saya cuman mau ngecek keadaan kamu aja!"
"Oh begitu, keadaan saya baik-baik saja, sepertinya obat biusnya mulai menghilang jadi rasanya lengan saya jadi pegal!"
"Oh kalau itu jangan kamu terlalu gerakkan nanti bisa membuat otot-otot bahu mu menjadi tegang!"
"Okey dok,"
"Kalau begitu selamat siang maaf mengganggu waktu mu!"
"Baik dok, tidak masalah dok!"
Adelia pun memutuskan sambungan.
Mereka bertiga pun saling bertatapan tanpa diduga ketiganya berteriak riang gembira.
Bagaimana tidak sekarang Tuhan mulai memihak pada mereka dengan mendekatkan mereka dengan laki-laki impian mereka.
Setelah siap-siap Yunisa pun berangkat ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Yunisa langsung menuju ruangannya.
Yunisa menaruh barang-barang nya dan langsung mengambil jubahnya dan keluar ruangan dan berjalan menuju ruangan pasien nya.
Saat Yunisa berjalan tiba-tiba saja seseorang menabraknya.
Membuat keduanya terjatuh, Yunisa melihat kearah laki-laki yang menabraknya sampai jatuh.
Laki-laki itu terlihat buru-buru, dia melihat kearah Yunisa.
Saat ia ingin ingin minta maaf tiba-tiba saja terdengar banyak suara wanita membuat laki-laki itu menarik tangan Yunisa.
Laki-laki itu membawa Yunisa masuk kedalam ruang ganti.
Yunisa hanya diam tanpa suara, matanya tertuju pada pemilik mata yang saat ini terlihat familiar.
Laki-laki itu yang merasa diperhatikan perlahan membuka maskernya.
Betapa terkejutnya Yunisa melihat wajah laki-laki yang ada dihapannya itu.
"K-kai?" Kai hanya tersenyum setelah membuka maskernya.
__ADS_1
Suara gerombolan para wanita itu Kai langsung keluar dari ruangan itu tanpa mengatakan apa pun pada Yunisa.
Yunisa benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
Yunisa masih berdiri mematung disana, tiba-tiba saja suara ponselnya berdering menganggetkannya.
Yunisa langsung mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.
Indah nama yang tertera diponselnya, bagiamana tidak sebentar lagi ia akan melakukan operasi.
Yunisa langsung menjawab telpon Indah.
"Halo ndah"
"Kamu dimana? Kami udah nunggu dari tadi!"
"Oh iya-iya aku ke sana sekarang!"
Yunisa pun memutuskan sambungan dan langsung keluar dari ruangan itu dengan berlari.
Ternyata seorang laki-laki sedang menatapnya dari belakang.
Kai, laki-laki itu menatap punggung Yunisa dengan senyum.
"Siapa wanita itu, kenapa jantung ku jadi berdegup tidak karuan saat melihatnya, sepertinya dia dokter, aah aku mikirin apa sih? Aku kesini kan mau ketemu Chanyeol! Ruangannya kan di 01 vvip! " Kai kemudian berjalan mencari kamar Chanyeol.
Tidak berlangsung lama Kai pun menemukan kamar Chanyeol, ia pun masuk kedalam kamar tersebut.
Dilain tempat wanita cantik sedang duduk termenung setelah melakukan pembedahan.
Yunisa, dokter cantik itu terlihat memikirkan sesuatu membuat rekan kerjanya melihat kearah nya dengan penasaran.
"Nis? Yunisa?" Yunisa tersadar dari lamunannya.
"Aah kenapa dhit?" Yunisa melihat kearah Adhitya.
"Kamu ngelamunin apa sih?"
"Terus tadi itu ngapain?"
"Aku cuman lagih mikir aja nanti malam mau makan apa ya?"
"Hah elah aku sangka lagih mikirin apa,"
"Udah aah dhit aku mau pulang cape! Aku duluan ya bye!" Yunisa pun meninggalkan Adhitya yang masih duduk menatap kepergiannya.
Sebenarnya Adhitya suka dengan Yunisa tapi Yunisa selalu saja menghindar dna pura-pura tidak tau tentang perasaan Adhitya padanya.
Yunisa tidak ingin memberikan harapan palsu pada Adhitya karena itu Yunisa selalu saja menghindar dari Adhitya.
Sat Yunisa ingin keluar dar ruangannya tiba-tiba saja seorang laki-laki masuk membuat Yunisa kaget.
"K-kai?"
yah dia adalah Kai, seorang Idol Korea yang sangat terkenal.
"Halo dokter!"
"Ke-kenapa kamu ada disini? "
"Aah maaf dok saya kesini karena ingin memeriksa jantung ku!"
"Jantung Kamu kenapa?"
"Saya juga tidak tau, entah kenapa saat saya melihat dokter jantung saya jadi semakin tidak karuan!"
"Kai kamu ngomong apa sih?"
__ADS_1
"Dok minta nomor ponsel kamu ya dok 🙏" Kai menyodorkan ponselnya pada Yunisa.
Yunisa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Kamu serius?"
"Saya serius lah dok!"
"Kitakan baru kenal dan saya rasa saya tidak mengenal kamu, jadi kenapa saya harus memberikan nomor hp saya buat kamu!"
Dalam hati Yunisa.
"Ini beneran Kai minta nomor saya, ya ampun ini bukan mimpikan Tuhan?"
"Kalau gak salah denger katanya dokter itu fans saya?"
"Ka-kata siapa?" Kai tersenyum pada Yunisa.
"Banyak loh yang bilang dok!" Yunisa terdiam bagaimana Kai tau jika dirinya sangat menyukai laki-laki itu.
"Memang nya kamu siapa sampai saya ngefans sama kamu?"
"Jangan bohong dok, masa seorang dokter gak tau saya siapa?"
"Memang nya kamu siapa?"
"Saya ini adalah seorang Idol, dan kalau dokter gak kenal sama saya dari mana dokter tau nama saya?" Yunisa kalah telak ia benar-benar dibuat malu oleh idola nya sendiri.
"Ya sudah ini nomor ponselku," Yunisa pun mengambil ponsel Kai dan memasukkan nomor ponselnya.
"Ini nomor saya! Kalau begitu saya permisi!"
"Tunggu dulu dok!" Kai menahan tangan Yunisa.
"Apa lagi?" Yunisa melihat kearah Kai.
Kai memencet ponselnya dan kemudian menempelkannya ke telinga.
Ponsel Yunisa pun berbunyi membuat Kai tersenyum.
"Benar tersambung"
"Sudah kan"
Masih ada yang kurang dok!"
"Apa lagi?"
"Nama dokter siapa?"
"Nama saya Yunisa"
"Namanya cantik hehe" Kai tersenyum pada Yunisa.
"Kalau begitu saya permisi dulu selamat sore!"
Yunisa pun pergi meninggalkan Kai.
"Aku suka yang cuek 😊"
Yunisa masuk kedalam ruangannya dan langsung mengambil ponselnya.
Wanita itu benar-benar tidak menyangka semuanya terjadi seperti mimpi.
Bagaimana tidak laki-laki yang sangat ia kagumi tiba-tiba saja muncul dihadapannya.
Dulu Yunisa, Adelia, dan Rianti harus mengantri panjang untuk bisa nonton konser dan sampai harus menabung agar bisa jumpa fans di korea.
Dan semua usahanya tidak sia-sia ternyata Tuhan mengabulkan doanya.
__ADS_1
Bersambung