3 Dokter Cantik Jodoh Idol Mereka

3 Dokter Cantik Jodoh Idol Mereka
Bertemu lagi


__ADS_3

Malam berganti Pagi dan pagi ini Adelia, Yunisa, dan Rianti sudah bersiap-siap untuk ke rumah sakit.


Diperjalanan Yunisa dan Rianti masih menatap sahabat mereka yang sedari tadi diam tanpa kata.


flashback on


Yunisal kembali menanyakan hal yang tadi, karena saat ini hanya ada mereka bertiga.


Chanyeol, Sehun, dan Kai sedang mengobrol diruang tamu.


Mau tidak mau akhirnya Adeli mengatakan semuanya. Perihal ia bertemu dengan Dirga di bandara saat mereka akan berangkat ke Korea.


Hal itu membuat Yunisa dan Rianti terkejut.


"Jadi Dirga sudah balik dari London?"


"Sepertinya begitu, dan dia juga masih bersama dengan Cintya!"


"APA?" ucap Yunisa dan Rianti bersamaan membuat Chanyeol, Sehun, dan Kai diruang tamu saling melihat satu sama lain.


Mereka terlihat penasaran apa yang sedang ketiga wanita itu ceritakan.


Adelia langsung menutup mulut Yunisa dan Rianti.


"Jangan teriak nanti Chanyeol dan yang lain denger!"


"Denger apa?" Belum sempat Adelia melanjutkan ucapannya benar dugaannya ketiga laki-laki itu langsung masuk ke kamar.


Chanyeol melihat kearah Adelia yang sedang menutup mulut Yunisa dan Rianti.


"Carita apaan sih? Seru deh kayanya," Tanya Kai yang langsung duduk didekat Yunisa.


Begitu juga Sehun dan Chanyeol langsung duduki didekat Rianti dan Adelia.


"Gak, gak cerita apa-apa kok!"


"Iya, kita tadi dapat telpon dari ketua kami sih Gio, katanya besok harus berangkat pagi ke rumah sakit!" Yunisa mencoba menjelaskan padahal ia sedang berbohong.


Yunisa dapat melihat wajah Chanyeol saat Adelia bercerita tentang Dirga.


"Masa? Tapi kok sampe heboh gitu?" Sehun mulai penasaran.


"Maklum lah Hun namanya juga cewek!" Kai menggoda ketiga wanita yang saat ini hanya cengengesan.


Setelah selesai mengobrol mereka pun pulang.


Chanyeol masih belum ingin pulang karena ia masih ingin menemani wanita yang ia sukai.


Setelah Yunisa, Rianti, Sehun, dan Kai pulang, Chanyeol dan Adelia melanjutkan membersihkan pakaian Adelia.


Setelah selesai mereka pun duduk diruang tamu melepaskan lelah.


Adelia melihat kearah Chanyeol yang sedari tadi menatapnya.


Adelia pun memblasa tatapan Chanyeol, keduanya saling menatap.


Sampai suara ponsel Adelia berdering membuat keduanya menatap kearah ponsel Adelia.


Adelia pun menggapai ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi nya malam-malam begini.


Adelia mengerutkan keningnya saat melihat nomor ponsel yang saat ini menghubunginya.


Ia ingat, sangat-sangat ingat dengan nomor tersebut.


Dirga ya, itu nomor ponsel yang dulu tersimpan rapi di ponselnya.


Chanyeol melihat kearah Adelia karena sedari tadi wanita itu tidak menjawab telpon yang sedari tadi berdering.


"Kenapa gak diangkat? "


"Aah gak penting!" Adelia pun mengabaikan ponselnya.

__ADS_1


Tapi ponselnya terus menerus berbunyi akhirnya Adelia pun menjawab nya.


"Halo ini siapa?"


"Kamu lupa sama aku?"


"Maaf saya gak ngerti! Anda ngomong apa! Kalau gak ada yang penting sebaiknya jangan telpon saya! Selamat malam!"


"Gak tung.."


Adelia pun memutuskan sambungan dan langsung memblokir nomor itu.


Chanyeol melihat kearah Adelia yang saat ini terlihat kesal.


"Ada apa? Siapa yang telpon?"


"Gak tau, orang gak jelas! Masa ia dia ngomong aku kenal dia kan aneh, nomornya aja baru masuk!"


"Sabar jangan marah-marah! Namanya juga orang salah sambung,"


Chayeol tersenyum melihat tingkah Adelia.


"Oh ya aku pulang dulu ya!"


"Oh iya Oppa!"


Adelia pun mengantar Chanyeol sampai depan pintu apartemen.


"Sampai sini aja ya antarnya!"


"Iya, kalau gitu aku pulang dulu bye and good night my favorit girl 😊" Adelia tersenyum mendengar ucapan Chanyeol.


"Ya kamu juga good night 😊"


Chanyeol keluar dari apartemen nya itu.


Setelah Chanyeol pergi Adelia langsung berjalan keruang tamu dan langsung mengambil ponselnya.


"Dasar cowok br*se*!!"


Adelia pun langsung berjalan masuk ke kamarnya.


***


Didalam kamar Adelia masih belum juga tidur, pikuranya masih kesana kemari.


Jam sudah menunjukkan pukul 01 jam korea.


Akhirnya Adelia pun bangun dari tempat tidur nya dan berjalan keluar.


Wanita itu berjalan kedapur mengambil gelas dan menyeduh kopi pahit kesukaannya.


Setelah selesai Adelia pun membawa coffenya menuju ruang tengah.


Adelia menghidupkan televisi dan menonton.


Lelah duduk Adelia pun berbaring di sofa, ia menonton kartu kesukaannya Tom & Jerry yang selalu ia tonton bersama Dirga di saat ada waktu senggang.


Ekspresi wajah wanita cantik itu berubah menjadi dedih.


Ia masih tengat dengan laki-laki yang sudah menyakitinya.



Air mata tidak dapat dibendung lagi ia meluncur tanpa permisi.


Malam ini Adelia lalui dengan air mata, ia menangis sampai tertidur diruang tamu.


Paginya saat terbangun Adelia masih di sofa, ia bangun denga malas dan menyiapkan semua pakaian dan keperluannya.


Tidak lupa juga Adelia menutup matanya yang terlihat bengkak dengan maek up.

__ADS_1


flashback off


Sesampai nya di rumah sakit mereka disambut oleh profesor dan dokter yang ada di rumah sakit xx.


Mereka memberi salam kepada mereka, saat Adelia mengangkat wajahnya ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Laki-laki yang sangat ia benci dan sangat-sangat tidak ingin ia lihat tiba-tiba saja ada dihadapannya.


Begitu juga dengan Yunisa dan Rianti yang tidak kalah terkejut melihat Dirga yang tiba-tiba saja ada di rumah sakit ini.


Yang membuat mereka bingung adalah seorang lulusan hukum bisa da di rumah sakit ini dan mengenakan jubah dokter juga bersama dengan kekasihnya sih wanita rubah, siapa lagi kalau bukan Cintya.


Mereka saling melempar pandangan dengan bingung.


Tapi mereka tetap menunjukkan bahwa mereka tetap profesional.


Setelah saling memberikan salam Profesor Kim memperkenalkan Dokter terbaik di rumah sakitnya.


"Perkenalkan Dokter terbaik kami Dirga, dia berasal dari indonesia sama seperti kalian!" Adelia, Yunisa, Rianti, Gio, dan yang lain kaget mendnegtr ucapan Profesor Kim.


Bagaimana tidak, tidak ada yang tidak memgenal Dirga.


Teman-teman Adelia yang berangkat kekorea semuanya satu akngkatan dnegan Dirga dan mereka juga tau jika Dirga adalah mantan kekasih Adelia.


"Maaf Profesor kami sudah lama mengenal Dirga dan dia juga satu akgkatan dengan kami semua, tapi sengat saya dia dulu lulusan hukum bagaimana ceritanya bisa masuk menjadi dokter disini?"


"Ya benar dia lulusan hukum, tapi karena saya memaksanya masuk kedokteran akhirnya dia pun mengikuti permintaan saya selaku Papinya!" Semuanya terkejut mendengar hal itu.


"Apa?" Gio benar-benar tidak percaya dengan perkataan Profesor Kim yang ternyata adalah Papi Dirga.


Adelia diam tidak ada respon atau apapun ia hanya diam dan masih mendengar mereka berbicara.


"Dan ini adalah Cintya calon menantu saya!" Profesor Kim juga menunjuk Cintya yang sedari tadi menggandeng tangan Dirga.


Cintya tersenyum puas saat statusnya diucapkan.


Adelia melihat kearah Cintya yang memandangnya dengan pandangan meremeh.


Adelia pun tersenyum sinis menanggapi tatapan Cintya.


"Sebelum Pak Profesor melanjutkan tugas kami satu hal yang saya minta pak!"


"Apa itu Dokter Adel?"


"Saya mohon pada Profesor untuk tidak membiarkan anak dan calon menantu anda untuk tidak mengganggu!" Profesor Kim mengerutkan keningnya.


"Maksud kamu?"


"Saya sudah lama mengenal mereka dan saya tidka ingin penelitian saya sia-sia karena mereka mengganggu!"


"Baiklah saya mengerti, kamu Dokter terbaik jadi saya tidak akan menyuruh Dirga dan Cintya mengawal kalian!"


"Terima aksih atas perhatiannya Profesor!"


Setelah mengatakan hal itu mereka pun masuk.


Cintia dan Dirga dibuat kesal dnegan perkataan Adelia.


Bagaimana tidak Adelia terlihat benar-benar benci pada mereka.


Dirga hanya bisa menerima akibat yang sudah ia lakukan melepaskan berlian demi sampah itu lah kata-kata yang keluar dari mulut orang tua Dirga.


Profesor Kim terpaksa mengakui Cintya karena ia mengatakan jika ia sedang mengandung anak Dirga membuat Profesor Kim dan istri terpaksa menyetujui mereka.


Setelah Adelia dan teman-teman nya masuk kedalam Dirga langsung melepas genggaman tangan Cintya dari tangannya.


"Lepas!'" itu lah kata yang selalu Cintya terima dari Dirga dari beberapa tahun lalu setelah putus dengan Adelia sampai sekarang.


Cintya benar-benar marah dengan ucapan Dirga yang tidak melihat keadaan dimana masih banyak Dokter lain yangelihat mereka.


Tapi itu sudah biasa bagi Dokter-dokter yang ada di sana karena setiap hari Dirga selalu bersikap dingin pada calon istrinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2