
Keesokan harinya mereka sudah berkumpul di bandara.
Mereka menunggu jadwal penerbangan mereka.
****
Beberapa jam berlalu akhirnya nama negara tujuan mereka pun disebut.
Mereka pun langsung masuk kedalam, menunjukkan tiket pada petugas.
Mereka masuk kedalam pesawat, mereka masuk ke kelas nomor 1.
Tidak beberapa lama akhirnya pesawat pun berangkat.
Sebelum berangkat tadi Adelia sudah memberitahu Chanyeol jika pesawat mereka sebentar lagi akan meluncur.
Chanyeol membaca pesan Adelia dengan senyum.
Membuat Suho dan Kris penasaran, apa yang membuat Chanyeol tersenyum-senyum sendiri.
"Ngetawain apa sih?"
"Iya dari tadi aku sama Suho perhatiin loh!"
"Aah gak kok, gak ada apa-apa!" Kris dan Suho tidak percaya dengan ucapan Chanyeol.
Keduanya pun langsung mengambil ponsel Chanyeol dan melihat apa yang membuat sahabat mereka ini dark tadi senyum-senyum sendiri.
Suho dan Kris membaca pesan yang masuk membuat keduanya tersenyum jahil.
Chanyeol langsung merampas ponselnya dari Suho.
Chanyeol benar-benar kesal oleh keduanya.
"Jadi kamu senyum-senyum gak jelas gitu gara-gara dapat pesan dari dokter cantik yang merawat mu saat di Indonesa ya?" Chanyeol menatap Suho dengan tatapan kesalnya.
Kris juga ikut-ikut tertawa mendengar Suho menggoda Chanyeol.
"Iya! Puas!?"
"Gak nyangka ya pesona wanita Indonesia top banget, sampe bikin cowok super dingin sama cewek tiba-tiba bucin!"
"Hahaha bener banget hyung!" Kris semakin di buat terbahak-bahak mendengar Suho yang terus-terusan menggoda Chanyeol.
"Hyung!"
"hahaha iya iya, hmm jam berapa jemputnya?"
"Emang kenapa?"
"Biar siapin mobilnya!"
"Hyung mau ikut juga?"
"Ya iya lah, kan gak mungkin aku biarin kalian keluar dari tempat ini tanpa aku!"
"Iya, iya Hyung, belum sih ni! Mungkin masih diperjalanan"
"Ya sudah nanti kalau udah sampai kasih tau aku, kita berangkat sama-sama untuk jemput mereka!"
"Okey Hyung!"
Didalam pesawat Adelia tidak bisa tidur, pikirannya saat ini sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Sebelum berangkat kebandara Adelia bertemu dengan mantan kekasihnya.
Dirga, laki-laki yang dulu membuat Adelia sangat-sangat tergila-gila dan sampai melakukan apapun untuk diri Dirga.
Adelia sedikit terkejut melihat Dirga, laki-laki itu ternyata telah menggandeng seorang wanita yang dulu telah merusak hubungan mereka.
Cintya, gadis yang selalu mencari perhatian, dia lah perempuan yang telah memfitnahnya berselingkuh dengan sahabatnya.
Refan adalah sahabat Adelia saat kuliah dulu, tapi Refan tidak satu jurusan dengan Adelia, Ia memilih jurusan ekonomi.
Tapi Refan selalu menunggu Adelia agar mereka bisa pulang bersama.
Tapi saat Adelia pulang bersama Dirga ia mengerti.
Karena Adelia memiliki kekasih, Refan sebenarnya menganggap Adelia hanya sebagai seorang adik tidak kurang dan tidak lebih.
Karena mereka terlalu dekat membuat Dirga curiga mereka memiliki hubungan.
Dan Cintya pun mengambil kesempatan ini untuk membuat suasana semakin memburuk dan menghasut Dirga.
Dirga yang terhasut pun langsung memutusjan hubungan mereka dan meninggalkan Adelia begitu saja.
Ingatan itu pun membekas di hati dan pikiran Adelia.
Bagaimana tidak orang yang ia cintai telah melukai hati dan mengorenya dengan sangat dalam.
Yunisa yang terbangun dari tidurnya melihat kearah Adelia yang tidak tidur.
Yunisa sadar jika sahabatnya ini sedang memikirkan sesuatu.
Wajah Yunisa terlihat ingin bertanya tapi Yunisa tau jika saat ini sahabat nya butuh waktu, karena bisa nya Adelia saat ada masalah ia akan menceritakannya sendiri tanpa harus ditanyakan oleh kedua sahabatnya.
Yunisa memilih melanjutkan tidur nya, Adelin melihat keluar jendela.
Karena dirinya bingung bagaimana menjelaskan semuanya pada kedua sahabatnya.
Tapi mereka sudah berjanji tidak akan ada rahasia diantar mereka.
Kali ini Adelia terpaksa menyembunyikan masalahnya.
Karena ia ingin menyelesaikan semuanya sendiri.
Tanpa melibatkan kedua sahabatnya, Karena mereka selalu terkena masalah jika membantu Adelia.
Cukup menempuh waktu lama akdinya mereka pun sampai.
Adelia melihat jam di tangannya, jam menunjukkan pukul 11.00 waktu di Indonesia
karena Adelia belum mengubah jam nya.
Karna jam di Indonesia berbeda dengan korea, bahkan beda 2 jam.
Jika di Indonesia pukul 11 jadi di korea. saat ini pukul 13 bisa disebut (Hansie).
Adelia pun mengambil kopernya dan keluar dari pesawat di ikuti Yunisa, Rianti, dan teman-teman mereka yang lain.
Mereka pun berjalan keluar, saat keluar mereka melihat sebuah papan tulis yang cukup kecil tertulis nama mereka bertiga.
Adelia, Yunisa, dan Rianti dapat mengenal siapa yang saat ini sedang memegang papan tulis tersebut.
Mereka pun bergegas berjalan menghampiri mereka.
__ADS_1
Awalnya mereka ingin memberi salam satu sama laim tapi Suho menahan mereka takut ada beberapa paparazi yang sedang berada disana memantau ara selebriti termasuk mereka untuk bahan berita mereka.
Mereka pun pergi dari bandara menggunakan mobil pribadi Suho.
2 mobil melaju meninggalkan bandara. Chanyeol, Kai, Sehun, dan Suho membuka masker, jaket, dan topi mereka.
Mereka menarik nafas panjang karena pakaian yang mereka pakai tadi cukup membuat mereka sulit bernafas.
Didalam mobil mereka saling memberi salam dan mengobrol.
Saat mereka asik mengobrol Chanyeol sadar jika sejak tadi Adelia hanya diam.
Chanyeol menyentuh tangan Adelia membuat Adelia terkejut.
"Kamu kenapa?"
"G-gak, gak papa!"
"Kamu serius?"
"Iya, aku cuman capek aja! Soalnya di pesawat aku bisa tidur!"
"Kamu capek? Kalau gitu kamu ke apartemen aku aja ya, disana gak ada yang nempatin soalnya aku jarang ke sana, paling kadang-kadang! Oh ya apartemen Sehun sama Kai dekat loh sama apartemen aku cuman beda lantai aja, Kai di lantai 4 kalau Sehun di lantai 3!" Chanyeol juga memberitahu Yunisa dan Rianti.
"Iya kalian tinggal di apartemen kami saja!" Sehun melihat kearah kami bertiga.
"Bukannya kami menolak tapi kami sudah disiapkan sendiri apartemen dari rumah sakit!" Yunisa memang selalu berpikir dewasa dan tidak ingin merepotkan orang lain
"Tapi yang aku denger boleh gak tinggal di apertemen yang disediakan oleh rumah sakit jika ada saudara disini!" Kai mwjawab perkataan Yunisa membuat wanita cantik itu menarik nafasnya.
"Iya, tapi kami gak punya saudara disini Oppa!" Yunisa melihat kearah Kai.
"Kami, kami ini kan orang yang kalian kenal dan akrab dengan kalian, apa kalian tidak mau menerima bantuan kami!" Kai memasang wajah memelasnya membuat Yunisa dan Rianti melihat kearah ku.
"Gimana Del?"
"Aku sih terserah kalian aja Kak!"
Yunisa menarik nafasnya panjang.
"Baiklah kami terima niat baik kalian!"
Mereka bertiga pun bersorah senang, tapi Yunisa menambahkan syarat.
"Ada syaratnya!"
"Apa syaratnya?"
" Yang pertama kalian gak boleh keluar masuk apertemen yang kalian suruh kami tempati tanpa ijin, kedua kalian gak boleh menemui kami tanpa memberitahu kami terlebih dulu, dan yang ketiga tidak boleh menginab sembarangan kecuali keadaan sedang mendesak! Gimana deal?"
"Okey! Deal!"
Suho tersenyum mendengar mereka berbicara.
Suho hanya diam mendengar mereka berbicara karena menurut Suho wanita-wanita asal Indonesia ini ternyata menarik juga.
Bersambung
Jangan lupa Like 👍, favorite ❤️, dan komentarnya ya 🙏
Karena komentar dan dukungan kalian lah semangat untuk saya sebagai Author 😊🤗
Terima kasih juga karena sudah membaca 🤗🤗
__ADS_1