3 Dokter Cantik Jodoh Idol Mereka

3 Dokter Cantik Jodoh Idol Mereka
Pulang


__ADS_3

1 minggu berlalu keadaan Chanyeol sudah sangat-sangat baik dan hari ini boleh pulang.


Mendengar hal itu Chanyeol terlihat tidak senang.


Adelia dapat melihat wajah sedih Chanyeol.


"Kamu kenapa?"


"Aku gak mungkin pulang kan, tangan aku masih sakit loh!"


"Kok gak mungkin sih, mana ada sakit lagi ini? Udah enak kok aku liat buat mukul Baekhyun!"


"G-gak ada, mana ada sih aku mukul dia, bahuku masih sakit!"


Adelia melihat kearah Chanyeol dan tertawa geli melihat ekspresi nya yang pura-pura kesakitan.


Adelia memang sudah dekat dengan Chanyeol dan bisa dibilang akrab.


Adelia dan yang lain mulai dekat juga setelah Chanyeol mengenalkan mereka dnegan Adelia.


Baekhyun sangat suka dengan Adelia karena hanya Adelia wanita yang nyambung jika sedang mengobrol.


Setelah berkemas Chanyeol tidak lupa pamit pada Adelia.


Laki-laki itu terlihat sedih karena tidak ingin pulang.


Ia sangat betah tinggal di rumah sakit karena ia bisa melihat Adelia setiap hari.


Tepat pukul 17.00 wib Adelia, Yunisa, dan Rianti mengantar mereka kebandara.


Mereka berpamitan pada Adelia, Yunisa, dan Rianti.


Chanyeol tidak henti-hentinya melihat Adelia, begitu juga dengan Sehun dan Kai yang masih menatap Yunisa dan Rianti.


Saat mereka ingin masuk kedalam Chanyeol sudah tidak bisa lagi menahan apa yang ia rasakan.


Chanyeol berbalik, laki-laki itu berlari dan langsung memeluk Adelia.


"Aku akan sangat merindukanmu, sangat! Ingat perkataanku ini baik-baik, aku tidak akan pernah membuka hati ku untuk siapapun selain kamu!" Chanyeol melepas pelukannya dan kembali berlari menghampiri para member.


Adelia masih mematung ditempatnya berdiri, ia mencoba mencerna ucapan Chanyeol.


Setelah pulang dari bandara Adelia hanya diam membuat Rianti dan Yunisa bingung.


Bagaimna tidak setelah Chanyeol memeluk dan membisikan sesuatu pada Adelia ia tiba-tiba saja diam tanpa suara.


Sesampai nya di rumah Adelia langsung masuk kedalam kamarnya.


Rianti dan Yunisa benar-benar penasaran dengan bisikan Chanyeol pada sahabat mereka.


Karena Adelia benar-benar aneh, Rianti dan Yunisa saling bertukar pandang.


Sampai keduanya akhirnya memilih untuk masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


Didalam kamar Adelia duduk didepan jendela kamarnya.


Ia menatap langit yang begitu cerah, terlihat banyak bintang-bintang yang berkelap-kelip di atas sana.


Adelia kembali teringat bisikan Chanyeol tadi.


Rasanya seperti mimpi, bagaimana tidak laki-laki yang sangat ia kagumi ternyata menyukainya juga.


Padahal mereka baru saja bertemu dan kenal beberapa minggu terakhir ini.


Adelia memutar sebuah lagu yang mewakili perasaan nya saat ini.


...Ho~...


...Kau yang terbaik yang pernah...


...Aku damba kan...


...Yang selalu ku dengar...


...Aku tau kini takan mudah tuk bisa...


...Terus bersama mu...


...Karena malam ini...


...Saat yang terindah...

__ADS_1


...Bagi hidupku...


...Oh Tuhan jangan hilangkan dia...


...Dari hidupku selama nya...


...Ho~...


...Sungguh ku tak ingin...


...Hatiku jadi milik yang lainnya...


...Ku bersumpah kau sosok...


...Yang tak mungkin kutemukan...


...Lagi...


...Apa jadinya jika tampamu disini...


...Lebih baik aku mati saja...


...Bila harus melihat mu bersading...


...Tapi bukan dengan aku...


...Karena malam ini...


...Saat yang terindah...


...Bagi hidupku...


...Oh Tuhan jangan hilangkan dia...


...Dari hidupku selamanya...


...Nunggu ku tak ingin...


...Hatiku jadi milik yang lainnya...


...Ku bersumpah kau sosok yang...


...Tak mungkin...


...Ku temui lagi...


...Karena malam ini...


...Saat yang terindah...


...Bagi hidupku...


...Oh Tuhan jangan hilangkan dia...


...Dari hidupku selamanya...


...Nunggu ku tak ingin...


...Hatiku jadi milik yang lainnya...


...Ku bersumpah kau sosok yang...


...Tak mungkin...


...Ku temui lagi......


Adelia membuka ponselnya dan melihat fotong yang ia ambil beberapa waktu lalu saat Chanyeol masih ada dirumah sakit.


Alunan lagu benar-benarembuat hatinya sangat tenang dan bahagia.


Saat tengah melihat foto tiba-tiba saja seseorang yang ia rindukan mengirim sebuah pesan untuknya.


"Hai Dokter cantik, gimana kabarnya? Kenapa ya aku jadi rindu sama kamu? Padahal baru saja beberapa jam lalu kita bertemu? Aku tidak bisa tidur di pesawat karena memikirkan wajah cantik yang akan aku rindukan 🤭, coba saja tadi kamu tidak bilang aku bisa pulang, mungkin sekarang aku masih di rumah sakit, Aku menyesal kenapa lukaku harus sembuh dengan cepatnya 😔, Bagaimana ini aku sangat-sangat merindukanmu? Beri aku obat untuk mengobati rinduku ini!" Adelia tersenyum melihat isi pedan itu.


Ia juga merasakan hal yang sama, rasanya sangat-sangat sedih.


Karema mulai besok tidak akan ada lagi yang akan tersenyum padanya saat ia masuk keruangan pasien dna tidak ada yang menunggunya.


Senyum penyemangat untuknya tidak bisa ia lihat lagi karena senyum itu sudah terbang ke korea 🤭.


Setelah membaca pesan singkat itu Adelia pun membalasnya.

__ADS_1


"Kok sudah kangen, kita kan baru aja ketemu 😊, Jangan bicara seperti itu nanti aku jadi geEr loh 🤭, Berbohong itu tidak baik, lukamu cepat sembuh karena aku yang merawat dan menjaganya 😂, Kalau kamu gak pulang gimana sama kerjaan kamu? Kan kita masih bisa berhubungan lewat ponsel, aku janji nanti kalau dapat cuti kerja aku pasti main ke sana!" Adelia membalas pesan Chanyeol.


Keduanya saling mengirim pesan sampai kantuk pun melanda keduanya.


Adelia pun beranjak dari jendela dan lamgsimg berjalan kekasur dan tidur.


Begitupun dengan Chanyeol, akhirnya ia bisa merasakan kantuk setelah mengobrol dengan wanita spesialnya.


Beberapa bulan berlalu Adelia, Rianti, dan Yunisa semakin dekat dengan idol mereka.


Bahkan sebelum berangkat kerja mereka pasti video call bersama laki-laki itu.


Mereka terlihat sangat-sangat bahagia.


Hari ini mereka sedang ada rapat penting, tentang keberangkatan tim medis ke korea untuk psebuah penelitian.


Para Profesor sudah mempertimbangkan dan nama-nama mereka yang terpilih akan di umumkan hari ini.


"Baiklah saya akan memanggil nama-nama yang akan berangkat ke korea besok adalah Adelia, Rianti, Yunisa, Gio, Dita, Dion, Alex, Dan Rey, nama-nama yang saya sebut bisa langsung keruangan yang sudah disiapkan, disana akan ada Profesor Hengki yang akan menjelaskan tugas kalian, saya tutup rapat ini dan selamat pagi!" Profesor Rio pun menutup rapat.


Mereka bertiga saling melihat satu sama lain.


Mereka saling berbicara lewat tatapan mata membuat mereka yang ingin pergi pun menatap mereka dengan tatapan iri dan kagum.


Setelah keluar dari ruangan rapat mereka berkumpul kembali di ruangan Profesor.


Disana Profesor Hengki menjelaskan apa saja yang akan mereka lakukan selama mereka di korea nanti.


Selesai dari ruangan Profesor mereka pun keruangan mereka masing-masing.


Saat diruangan tiba-tiba saja ponsel Adelia berbunyi.


Adelia langsung mengambil ponselnya yang ada di saku jubahnya.


Adelia tersenyum manis saat melihat nama yang tertera disana.


Adelia langsung menjawab video call itu.


"Halo dokter cantik, apa kabar?"


"Kamu ada-ada aja, kabar aku baik ah bukan hanya baik tapi sangat-sangat baik!"


"Wah~ apa sih yang bikin dokter cantik ini terlihat sangat senang?"


"Besok aku, Yunisa, dan Rianti akan berangkat ke korea!" Saat mendengar ucapan Adelia Chanyeol langsung mengubah posisi duduknya dengan benar.


"Kamu serius?!"


"Iya aku serius!"


"Besok aku jemput ya, aah bentar! Hei Sehun! Kai! Besok dokter-dokter cantik kita akan kesini!"


Kai :"Udah tau, ni lagih nelpon orang nya kok!"


Sehun :"Iya ganggu aja ni orang!"


"Hei... aku baki loh mau ngasih tau kalian!"


"hahaha udah-udah jangan di ganggu!"


"Mereka tu ngeselin banget, oh iya besok jangan lupa ya kasih tau kalau udah sampai!"


"Emang gak papa, kalian jemput kami di bandara?"


"Gak papa, lagian kan gak akan ada orang ngenalin kami!"


"Ya udah, kalau gitu nanti lagi ya, soalnya aku mau pulang dulu, cape soalnya!"


"Iya, hati-hati ya dokter cantik, ingat jangan lupa jaga hatinya untuk saya!"


"Kamu ni suka nya becanda hahaha!"


"Gak, aku gak pernah bercanda, apa lagi soal wanita dan termasuk kamu! Ya udah hati-hati ya di jalan bye bye dokter cantik!"


"Bye bey Chanyeol!"


Adelia kembali memegang jantungnya yang berdegup dengan kencang.


Ucapan laki-laki itu benar-benar tidak baik untuk jantung nya.


Berasambung

__ADS_1


Jangan lupa like 👍, favorit ❤️, dan komennya karna komen dan like kalian lah penyemangat untukku selalu menulis novel ini.


Terima kasih 🤗


__ADS_2