3 Dokter Cantik Jodoh Idol Mereka

3 Dokter Cantik Jodoh Idol Mereka
Rianti


__ADS_3

Rianti benar-benar bingung dengan kedua sahabatnya dan dia juga tidak menyangka dengan apa yang ia dengar dan ia lihat sendiri.


"Masa sih? tapi kemaren aku liat sendiri kalau itu Kai dan Chanyeol! Aah kepalaku pusing mikirnya udah aah mending aku berangkat sekarang aja!" Rianti keluar dari rumah dan bejalan menuju mobilnya.


Mobil Rianti melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumah.


Sesampainya di rumah sakit Rianti langsung masuk kedalam ruangannya.


Rianti memeriksa jadwalnya sepertinya hari ini Rianti hanya memeriksa beberapa pasien dan tidak ada jadwal operasi.


Rianti keluar dari ruangan nya membawa daftar nama pasien nya.


Rianti masuk keruangan pasien memeriksa satu-satu pasienya.



Saat sedang memeriksa keadaan pasien nya tiba-tiba saja seorang laki-laki masuk kedalam dan menutup pintu.


Rianti dan pasiennya bingung, bagai mana tidak laki-laki itu berpakaian sangat tertutup.


Memakai topi hitam, masker hitam, jaket, dan celana semuanya berwana hitam.


Rianti menghampiri laki-laki itu.


"Anda siapa? Kenapa masuk keruang pasien tanpa permisi?"


"Maaf dok, keadaan saya saat inj sedang mendesak!"


"Memang nya kenapa? Hah apa jangan-jangan kamu maling ya?"


"Bukan dok saya bukan maling!"


"Trus kenapa kamu berpenampilan seperti ini kalau kamu bukan maling?"


"Haduh ni dokter, ni liat muka saya!"


Laki-laki itu membuka masker dan topinya membuat Rianti terkejut.


"Se-sehun!"



Sehun kemudian langsung menutup kembali wajahnya dengan masker dan memakai topinya kembali.


"Maaf kali ini saya mohon kerja samanya dok, kalau tidak saya bisa di kejar-kejar oleh be berapa fans saya!"


"Baiklah kalau keadaan sudah membaik kamu jangan lama-lama disini, kalau begitu saya permisi!"


"Tunggu!" Sehun menahan tangan Rianti.


"Ada apa lagi?" Rianti melihat kearah Sehun.


"Tolong bantu saya dok, saya kesini ingin bertemu dengan teman saya, ah lebih tepatnya kakak saya dok, dia sedang dirawat disini karena bahunya baru saja di operasi dok"


"Ah maksud kamu Chanyeol? "


"Nah iya, iya bener dok itu, saya mau ketemu Chanyeol, bantu saya dok tolong!"


"Gimana caranya saya bantu kamu?"


Sehun mencari cara agar bisa keluar dari sini dan bertemu dengan Chanyeol.


Rianti mempunyai satu cara agar ia dapat mengantar Sehun ke ruangan Chanyeol.


"Aku punya ide!"

__ADS_1


"Apa?"


"Kamu diam aja ya!"


Rianti memgambil kursi roda, masker, baju pasien, dan kupluk yang Rianti pinjam dengan rekan kerjanya.


Rianti menyuruh Sehun mengganti pakaiannya, setelah mengganti baju Sehun diminta memakai Masker dan kupluk yang sudah Rianti siapkan.


Setelah sudah selesai semua mereka pun keluar dari ruangan itu.


Rianti mendorong Sehun dnegan santai karena tidak ada yang mengenalinya.


Sesampainya di ruangan Chanyeol keduanya langsung masuk.


Semua orang yang ada didalam terkejut saat lihat Rianti membawa seseorang kedalam ruangan Chanyeol.


Setelah pintu tertutup Sehun pun membuka kupluk dan maskernya.


Membuat Kai, Chanyeol, dan yang lain bingung melihat Sehun.


Kenapa sih bungsu itu bisa berpakian seperti itu.


"Akhirnya, makasih ya dok!"


"Sama-sama kalau begitu saya permisi!" Belum sempat Sehun berbicara Rianti sudah lebih dulu keluar dari ruangan itu.


"Dok, dok?" saat Sehun ingin mengejar Rianti, Rianti sudah menjauh dari ruangan Chanyeol.


Sehun masuk kembali kedalam kamar dan mengganti pakiannya.


Sehun duduk disebelah D.o, mereka semua melihat kearahnya.


Sehun tau mereka semua menunggu penjelasannya.


"Kok bisa kamu pake baju pasien dan diantar dokter, cantik pula?"


"Masa sih? Aku gak percaya!"


"Serius aku aja bingung, apa jangan-jangan dia fans kita juga?"


Semuanya masih mendengar cerita Sehun membuat Chanyeol dan Kai terdiam keduanya juga bingung dengan dua dokter yang juga mereka temui dan sekarang mereka menjadi sangat akrab.


Apa jangan dokter yang tadi itu teman dokter yang dekat dengan mereka.


Diruangannya Rianti benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Wanita itu memegang dadanya yang masih saja berdetak tidak karuan.


Apa lagi saat ia mengingat bagaimana Sehun menggenggam tangannya.


"Ya Tuhan ada apa ini sebenarnya? Apa ini semua Doa ku terkabulkan, Terima kasih Ya Tuhan 🙏"


Rianti sangat-sangat senang Tuhan berpihak padanya.


Doa-doa yang ia panjatkan terkabulkan, tapi sayang nya Sehun tidak meminta nomor ponselnya dan bodohnya lagi ia tadi langsung pergi tanpa mendengar perkataan Sehun karena malu melihat semua member Exo berkumpul disana.


Jam menunjukkan pukul 17.0 wib menandakan saatnya pulang.


Rianti membersihkan barang-barang nya dan keluar dari ruangannya.


Saat keluar Rianti kaget melihat Sehujn ada didepan pintu ruanganya.


"Sehun? Ngapain kamu disini?"


"Ah ternyata benar ini ruangan dokter!"

__ADS_1


"Iya, memang ada apa?"


"Boleh saya kenalan sama dokter?"


"Hah? Maksud kamu?"


"Dok saya mau kenalan sama dokter dan saya mau dekat dengan dokter! Apa boleh?"


Rianti benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


Melihat Rianti tanpa respon membuat Sehun menatapnya.


"Gimana dok? Aku tau dokter pasti bingung kan? Masa ada sih seorang idol terkenal seperti saya mau berkenalan dengan orang seperti anda, tapi percaya lah saya benar-benar berharap dokter mau berkenalan dengan saya dan bertukar nomor telepon dengan saya dok?!" Rianti pun mengerti ucapan Sehun.


"Iya saya mau!"


"Benar dok?"


"Iya!"


"Ah~ akhirnya, oh ya perkenalkan nama saya Sehun kalau nama dokter siapa?" Sehun menjulurkan tangannya pada Rianti.


Dokter cantik itu tersenyum melihat tingkah laki-laki yang ia kagumi ini bersikap seperti laki-laki pemalu.


Rianti menyambut tangan Sehun.


"Nama saya Rianti, senang berkenalan dengan anda!" Sehun benar-benar sangat senang Rianti mau menyambut uluran tangannya.


Perlahan Rianti melepas tangannya dari tangan Sehun.


"Oh ya dok saya boleh minta nomor ponsel anda?"


"Tentu!"


Sehun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


Menjulurkan ponselnya pada Rianti, wanita itu mengambil ponsel Sehun dan langsung mengetik nomor ponselnya.


"Ini!"


Sehun pun menyambut ponselnya dan langsung menghubungi nomor itu dan benar saja langsung tersambung.


Senyum Sehun pun mengembang saat mendengar nada dering di ponsel Rianti.


"Itu nomor ponselku, jangan lupa disimpan ya"


"Key, kalau begitu saya duluan ya!"


"Saya antar ya dok?"


"Gak usah soalnya saya bawa mobil!"


"Ah iya sudah hati-hati ya Rianti,"


"Iya Sehun, duluan bye"


"Bye"


Rianti pun meninggalkan Sehun dan berjalan menuju pikiran mobil.


Rianti benar-benar tidak menyangka dengan apa yang terjadi hari ini.


Ia benar-benar bahagia dan tidak berhenti-henti nya memajatkan doa dan berterima kasih pada Tuhan karena doanya di jawab oleh yang di Atas.


Rianti pulang dengan hati yang berbunga-bunga.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2