
Rika yang melihat abangnya terdiam kemudian menyusulnya saat di depan kamar mamanya ia pun berhenti dan melihat mamanya terbaring dilantai dengan bersimbah darah.
...---------...
Mereka pun menghampiri Sarah, mereka terduduk lemas, kemudian Kevin memindahkan kepala mama nya di pahanya.
"Ma ada apa ini? kenapa bisa gini ?, siapa yang udah ngelukain mama,hiks .."ucap Kevin. dengan tidak sengaja air mata Kevin jatuh dan menundukan kepalanya begitupun dengan Arika
"Kevin sayang kamu dengerin mama ya ?" ucap mama Sarah.
"Iya ma ada apa ?"tanya Kevin menganggukan kepalanya. Rika hanya diam menatap mamanya dengan sedih.
Kemudian ia mengalihkan pandangannya,lalu tak sengaja ia melihat sesuatu di lantai kemudian mengambilnya dan melihatnya dengan teliti, setelah diteliti dengan baik olehnya ia yakin yang dipegangnya merupakan milik orang yang telah melukai mamanya, ia mengepalkan tangannya, lalu menyimpannya di saku celananya.
"Kamu jaga baik baik adekmu sama papa mu ya nak, sayangi adek kamu dan hormatin papamu,jangan sampai keluarga kita jadi tidak tentram karena masalah kecil oke, dan kamu Rika sini nak mama mau liat kamu untuk yang terakhir kalinya .!" ucap mama Sarah. Kemudian Arika menghampiri mamanya.
"Ma.. Mama jangan ngomong gitu donk mama pasti selamat kok, jadi mama jangan ngomong gitu ya, mama pasti baik baik aja, iya kan bang?"tanyanya pada Kevin.
"Iya ma mama jan ngomong gitu, bentar Kevin telpon papa dulu."ucap Kevin sambil mengangkat ibunya ke kasur.
"Iya bang cepetan ya bang." ucap Arika kemudian menggenggam erat tangan ibunya.
"Ma mama harus kuat ya mama gak boleh nyerah ok?"
"Rika mama udah gak kuat, mama ingin.. liat kamu bahagia setelah mama tiada." ucap mamanya sambil mengeluarkan air matanya.
"Ma mama jan ngomong kek gitu donk,Rika jadi ngerasa bersalah sama mama."ucap Arika kemudian menangis, ia menyesal karena telah meninggalkan mamanya sendirian di rumah.
"Nak ini bukan salah kamu nak, ini udah kehendak tuhan, kalo tuhan berkehendak, kehendak itu pasti terjadi." ucap mamanya kemudian membelai kepala Arika.
Disisi lain Kevin sedang menghubungi ambulans
Kevin: "halo pak saya butuh ambulans
segera kesini darurat.
alamatnya di kota XXX jalan XXXX pak,
mohon untuk segera kesini ya pak."
^^^Pengurus ambulans : "ok baik^^^
^^^kami akan segera kesana"^^^
Kevin:"iya pak cepetan ya pak"
^^^Pengurus ambulans :" baik^^^
^^^lima menit lagi^^^
^^^kita akan sampai."^^^
Kevin :iya
Call papa Irfan
Kevin:papa cepetan kesini rumah ada yang nyerang pah
__ADS_1
^^^Papa:"ada apa nak km baik baik aja kan disana"^^^
Kevin:aku baik baik aja pah
begipun Rika tp mama pa
^^^Papa:"mama knp nak ada apa nak^^^
^^^cepet jawab papa"^^^
Kevin:Kevin juga ga tau pah
ketika kita pulang mamah
udah tergeletak ga berdaya
pah banyak darah
juga papah kesini cepetan
^^^Papa: "iya nak papa bentar lagi^^^
^^^kesana kamu udah telepon ambulans belum"^^^
Kevin:iya pa hati hati di jalan
dan soal ambulans
Kevin udah hubungin kok.
^^^Papa :" iya papa tutup dulu ya telponnya"^^^
Tut Tut Tut Tut
Skip
Skip
Di rumah sakit
"tuan, adek adek tunggu disini ya.!" ucap suster sambil mencegat papa, Kevin dan Arika
"Tapi sus saya ingin melihat mama saya " ucap Kevin mencoba menerobos suster itu.
"Tidak bisa tuan,tolong mengertilah, mama anda harus segera ditangani oleh dokter, jadi saya mohon pengertiannya "ucap suster itu dengan raut wajah serius.
"Baiklah suster tolong selamatkan istri saya "ucap papa
"Iya tuan kami akan melakukan yang terbaik untuk istri anda dan ibu kalian. Ucap suster itu ,kemudian ia masuk ke dalam ruang ICU
"Pah aku takut mama kenapa kenapa hiks.. hiks.." tangis Kevin pecah , dan terduduk lemas,melihat itu Arika menghampirinya, kemudian memeluknya.
"Bang abang yang sabar ya mama pasti bakal baik baik aja , kan bentar lagi mama ulang tahun jadi mama harus kuat sipaya merayakannya bareng kiymta lagi kayak tahun tahun kemarin iya kan pah?" ucapnya meyakinkan abangnya
"Iya apa yang dikatakan Rika benar nak, kamu juga harus kuat, masa iya nangis,kamu kan lelaki, lelaki itu harus kuat "ucap papa menepuk nepuk bahu kanan Kevin. Kevin hanya mengangguk kemudian menghapus air matanya
"Kalian doain mama yang terbaik unruk mama kalian ya nak" ucapFnya kemudian dudjk di bangku samping Arika.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian
Skip
Dokter keluar
Saat dokter keluar mereka berdiri dan menghampiri dokternya.
"Dok gimana keadaan istri saya" ucap papa dengan gelisah.
"Istri bapak sedang kritis karena pendarahan nya yang tak kunjung berhenti tapi kami sudah menangani hal itu. . "ucap dokter dengan serius.
"Dokter tolong lakukan yg terbaik untuk mama kami dok, kami mohon " ucap Kevin sambil memohon
"Kami sudah melakukan yang terbaik untuk ibu Sarah ,tapi.."ucapan dokter itu terjeda.
"Tapi apa dok, katakan dengan jelas " marah Kevin kemudian mencengkram kerah dokter itu dengan kuat
"Tuan tolong lepas " ucap dokter itu dengan tegas.
"Bang lepasin bang " ucap Arika mencoba melepaskan cengkraman tangan Kevin.
"Dalam tubuh ibu sarah terdapat racun berbahaya dan mematikan dari bagian yang sudah tersayatnya itu da sudah menyebar ke seluruh organ dalamnya."ucap dokter tersebut.
"Lalu apakah kalian punya ada penawarnya ?" tanya papa pada dokter itu.
"Sayangnya kami belum menenukannya karna racun tersebut sangat langka dan belum ada penawarnya." jawab dokter itu
"Apa?" ujar papa nya,dia sangat syok
"Saya akan memindahkan pasiennya jika kalian mau, maka lengkapi dulu formolir ini ,Kalau gitu saya permisi dulu ya pa" ucap dokter itu dan langsung pergi ke ruangannya setelah memberikan formolir rumah sakit.
"Baiklah "ucap papa.
Setelah mengisi formolirnya.
"Pah jadi gimana keadaan mama?" tanya Kevin dengan lemas.
"Mama kalian udah gak bisa bertahan lebih lama lagi, karena racun ganas itu sudah menggerogoti organ dalam mama kalian." ucap papa dengan sedih. Namun ia menyembunyikan kesedihannya itu
Kemudian di dalam ruang ICU keluarlah beberapa suster sambil mendorong brankar mama nya terbaring,kemudian mereka pun ikut menyusulnya.
Ruang VIP
"Ma mama gak papakan ?" ucap Kevin meraih tangan mamanya.
"Ma anak anak papa bayar administrasi dulu ya"ucap papa memberikan ruang untuk mereka.
"Iya pa "ucap keduanya sedangkan mama Sarah hanya menganggukan kepalanya.
"Ma bilang sama Kevin siapa yang udah nyakitin mama ?" tanya Kevin dengan tegas
"Hmm.. Sepertinya mereka dari sebuah organisasi mafia tapi mama gak tau mafia yang mana yang pasti mereka sedang mengincar papa dan kalian, maka dari itu kalian harus berhati hati ya?" ucap mama dengan nada yang lemah.
"Iya ma kita bakal hati hati kok, mama gak usah khawatirin kami,oh ya mama liat lambang atau apa gitu dari orang orang itu?" tanya Rika.
...****************...
__ADS_1
Mohon untuk meninggalkan vote,like and komen