3 Mawar Berkembang

3 Mawar Berkembang
Episode 4


__ADS_3

Skip


Siang hari


*Di kediaman keluarga alexander*


"Sayang kamu lagi ngapain" ucap mama Sintia.


"Lagi berenang mah emang ada apa mah" ucap Vana


"Bantuin mama masak boleh " tanya mama Sintia


"Boleh mah bentar ya mah tanggung nih"ucap Vana.


"Iya jan lama lama  ya nak entar sakit lagi" ucap mama Sintia dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang


"Iya mah,bi ambilin anduk donk, sekalian siapin air hangatnya"ucap Vana


"Iya non sebentar"jawab Bi inah dan pergi ke kamar Vana


"Iya bi "ucap Vana


"Nih non saya juga udah siapkan pakaian non kalau begitu saya permisi dulu ya noh" ucap bi Inah


"Iya bi makasih ya"ucap Vana


" Iya sama sama non " ucap bi Inah


Skip


Beberapa saat kemudian


Kamar Vana


"Seger juga setelah mandi yah,tapi laper pen makan🥺"ucap Vana aambil mengeringkan rambutnya.


Setelah mengering kan rambut dan siap siap  ke bawah untuk membantu mama masak.


"Sini nak bantuin mama masak"ucap mama Vana.


"Asiap mari kita beraksi ,mama lagi masak  apa?"ucap Vana sambil memperagakan hormat.


"Ada ada aja kamu,mama masak ayam kecap dan bakmi kesukaan kamu"ucap mama Sintia


"Mama tau aja deh yang aku suka "ucap Vana.


"Iya donk kan kamu anak mama, mama juga masakin makanan kesukaan adik adik mu "ucap mamaSintia


"Mama yang terbaik"ucap Vana sambil memeluk mama nya.


" Sudah sudah, ayo kita masak "ucap mama Sintia


"Iya mah"ucap Vana


Skip


Selesai masak


"Akhirnya dah jadi juga dah lapar juga sih"ucap Vana


"Yaudah  duduk gih"ucap mama Sintia


"Iya mah"ucap Vana.


Bryan dan adik adiknya Vana pun datang


"Aroma apa nih keknya enak siapa sih yg masak mah"ucap papa Bryan sambil duduk di kursi utama.


"Ya mah siapa yang masak "ucap Devano.


"Keknya enak nih"ucap Elvaro atau di pangggil Varo


"Anak cantik kita pah Vana " ucap mama Sintia sambil mengelus rambut Vana


" Masa sih Vana yang masak gak percaya aku "ucap Devano tak percaya


" Ini beneran masakan ku kok " ucap Vana meyakinkan Vano


"Masa?"ucap Vano


"kamu..."geram Vana


"Udah jangan berantem mulu donk,ayo makan keburu dingin nih makanan nya nanti gak enak loh"lerai mama Sintia


"Huh"

__ADS_1


Papa Bryan dan Vero hanya menonton saja sambik memakan makanannya.


akhirnya mereka pun memulai makan dalam diam. Hanya terdengar dentingan sendok dan piring yang bersahutan.


"Waw enak banget nak siapa ajarin kamu"tanya papa Bryan


"Iya kak,kakak tumben jago biasa males hehe


"Iya biasanya kamu suka males tuh kalo di ajak masak sama mama, iya kan dek" ucap Vano yang membenarkan ucapan Varo.


"Enak aja kalian kakak ga males ya ,kakak belajar dari mamah


"Emang iya ma?"tanya Vano yang ingin menjaili Vana


"Iya kakak kamu emang suka belajar masak sama mama "


" Gak percaya ah "ucap nya dan melanjutkan makan


"Terserah aja lah,cape aku ngeladenin kamu bikin emosi tau gak"balas Vana dan memakan makanan nya


Mereka yang menyaksikan pertengkaran ith hanya geleng geleng.


Skip


Selesai makan🍛


"Akhirnya kenyang juga "ucap Vana sambil memegang perutnya


Di ruang tamu


"Kak kita ke taman yuk"ajak Varo


"Gak ah, ajak aja tuh kakak mu yang satu itu " ucap Vana sambil menunjuk Vano dengan kepalanya.


"Eh kenapa jadi aku, enggak ah kalian aja, aku males keluar nya,panas!!"ucap Vano dengan ogah nya.


Ya Vano memang begitu, ia selalu merasa ogah jika di luar cuacanya panas terik.


"Ih kak ayolah aku mau sama kalian berdua,kalau enggka Varo bilangin ke papa sama mama nih."ucap Varo sambil mengancam kedua kakak nya


"Gak mempan "ucap duo kembar


"Kompak amat"gumam Varo yang masih terdengar oleh duo kembar itu


"Biarin" kompak nya duo kembar itu saling menatap dan bertos ria sambil tertawa.


" Okey gak papa gak di temenin, Varo perginya sendiri aja , ntar kalo Varo di culik kalian pasti di marahin sama papa dan mama.Huh"ancam Varo dan pergi meninggalkan mereka berdua. Dengan senyum devil nya


Mendengar itu mereka pun berhenti tertawa dan terpaksa mengikuti Varo.


"Eh tunggu dek,iya deh kakak temenin iya kan van?" ucap Vana


"Iya dek kami temenin yah tapi jan jauh jauh ya?" ucap Vano meyakinkan Varo


"Nah gitu kek dari tadi" ucap Varo. " Yaudah kalian ganti baju dulu gih, masa iya keluar pake baju kek gitu"suruh Varo yang melihat penampilan kedua kakak kembarnya itu.


Iya iya"ucap keduanya dengan pasrah


"Kok kita jadi di suruh suruh sama yang kecil sih "pikir Vana dan Vano yang tak terima,tapi tetap pergi ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian


" Nah gitu donk yang rapih, ayo cepet keburu sore nih.!!"ucap Varo


"Heh yang kakak nya itu aku bukan kamu"kesal Vana "lagian kita mau kemana sih panas panas gini "lanjutnya. Vano hanya diam mendengarkan.


"Ke taman kak udah ayo ah, keburu sore nih nanti mama marah lagi."ucap Varo


"Yaudah ayo"pasrah Vana


Skip


Taman


"Gih sana main"ucap Vana


Kakak gak mau ikut main? "tanya Vano.


"Gak ah kakak kan udah gede kamu sama Vano aja ya main nya"ucap Vana.


"Kakak tunggu di sini aja ya "ucap Vano


"Kamu main nya sama temen kamu ya, kakak mau disini aja sama kak Vana "ucap Vano." Temen kamu ada kan di sini"lanjut nya lagi.


"Ada kok, itu disitu tuh, yaudah deh kakak disini temenin kak Vana, aku ke sana dulu ya." ucap Varo

__ADS_1


Iya hati hati jangan jauh jauh main nya nanti di culik loh "ucap Vana memperingati adik na itu.


"Iya aku cuman di sana kok" ucap Varo dan pergi menuju teman teman nya berada.


Beberapa menit kemudian


Saat ini kebosanan melanda Vano,dia memutuskan untuk membeli minuman untuk mereka berdua.


"Van gue beli minum dulu ya,haus nih,tenggorokan gue kering kayak di gurun,  tadi gue gak sempet minum." ucap vano dengan candaan nya yang garing.


"Ada ada aja lo,Yaudah sana beli minuman nya,oh iya gue nitip ya"ucap Vana


Info: saat duo kembar sedang berdua mereka menggunakan logat lo gue.


Vano membalas nya dengan anggukan. Setelah itu tinggalah Vana yang di sana duduk sendirian. Tak sengaja mata nya melihat ada tiga orang remaja sedang tertawa gembira, dia jadi ingat dengan sahabatnya.


"Kapan ya gue balik ke Indonesia lagi,sekolah udah tamat tiga tahun apa gue ngomong aja sama papa ya." pikir Vana


Setelah itu dia melamun sambil memikirkan sahabat nya,tak terasa air mata jatuh dari matanya.


"Gue kangen ama kalian gue pen balik ke Indonesia tp ga bisa papa masih banyak kerjaan di sini,apa kalian udah melupakan aku hiks hiks"ucap Vana sambil menangis.


Di tempat Vano


Setelah membeli minum Vano tidak langsung kembali melainkan duduk di bawah pohon, tidak mempedulikan baju nya yang kotor, karna saat ini dia sangat kepanasan dan dengan duduk di bawah pohon membuatnya cukup nyaman karena udara di sana sangat sejuk , kemudian dia melihat adek nya yang sedang bermain bersama teman teman nya.


Deg   deg


Tiba tiba hati Vano ada yang mengganjal


"Eh kenapa gue gelisah gini ya.?"gumam Vano sambil memikirkan apa yang membuatnya gelisah.  Dia pun ingat dengan Vana, lalu melihat nya.


"Kenapa dia nangis?"pikir Vano


Kemudian menghampiri Vana.


"Eh lo  kenapa nangis? ada yg buat sakit hati siapa hah  biar gue hajar orangnya. Beraninya dia nyakitin hati kembaran gue!"tanya Vano


Melihat itu Vana tersenyum 


"gue gak papa kok tapi jan gitu kali,liat belakang lo pada ngeliatin lo !"sambil menghapus air mata nya.


"Eh heheh gue lupa kalo ini lagi di taman. Terus kenapa lo nangis hah?" tanya  Vano dengan lembut.


"Gue... Emm gue  cuman kangen sama sahabat sahabat gue, gue kangen sama mereka hiks hiks  hiks!" tangis Vana pecah  kemudian memeluk Vano


Dan Vano membalas pelukan nya


"Lo gak boleh nangis donk lo itu harus kuat Jangan lemah kek gini. Oke?gak boleh nangis lagi, atau gini aja nanti gue ngomong sama papa mama biar kita bisa pulang?"tanya Vano menyakinkan Vana. Kemudian melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Vana.


"bener kata lo gue gak boleh lemah gue harus kuat! Makasih Van lo udah nyemangatin gue!"ucap Vana sembari memperlihatkan senyumnya yang manis.


"Nah gitu donk ini baru kembaran gue yang gue kenal, jan nangis lagi ya jelek tau kayak kain lecek lo. Hahahah" ejek Vano.


"Ih lo ya tadi aja lo care muji gue,sekarang lo malah ngeselin, kesel gue ama lo."kesal Vana dengan bibir mengerucut


"Hahahah maaf maaf gue cuma berjanda kok."ucap Vano


"Bercanda Vano "bentak Vana kesal dengan kelakuan Vano.


"Hahahah iya iya maaf, tapi jujur ya lo itu tetep cantik kok walaupun lagi nangis."puji Vano.


"Ah makasih kembaran gue yang  nyebelin plus rese. "Ucap Vana sambil mencubit pipi Vano dengan keras.


"Ah aw sakit tau kok nyubit gue sih, harusnya gue gak muji lo tadi, nyesel gue muji aduh mana nyubitnya kenceng lagi." keluh Vano sambil memegang pipinya yang kemerehan dengan wajah cemberut.


"Heheheh Ya sory lah, lu sih gombalin gue jadinya kebablasan kan."ucap Vana cengegesan.


"Salting lo buat gue ngeri Vin."ngeri Vano


"Ya biarin "ucap Vana acuh


"Dasar kembaran laknat lu" ucap Vano


"Tapi lu sayang kan ama gue, wlee."ejek Vana lalu dia pun lari.


"Enggak kali gila lu, awas ya kalo ketangkep gue geplak pala lu."ucap Vano kemudia dia mengejar Vana


"Ih ngeri amat sih lu"ucap Vana sambil berlari menjauhi Vano.


Kemudian mereka pun  saling mengejar dan tertawa, mereka tidak memperdulikam kalau mereka sedang di perhatikan oleh orang orang.


,mereka yang melihat hanya diam, mereka tidak ingin merusak kebahagian mereka malah mereka juga ikut bahagia karna mereka jadi bisa mengingat masa masa remaja mereka, tapi ada juga beberapa orang yang merasa risih dengan kelakuan mereka.


...****************...

__ADS_1


Maaf kalo cerita nya gak nyambung


__ADS_2