3 Mawar Berkembang

3 Mawar Berkembang
Episode 10


__ADS_3

"Iya ma kita bakal hati hati kok, mama gak usah khawatirin kami,oh ya mama liat lambang atau apa gitu dari orang orang itu?" tanya Rika.


...****************...


"Mama gak liat apa apa nak, Rika bisa panggilin papa kamu?"ucap mama Sarah


"Iya ma,Rika panggilin dulu ya" ucap Rika kemudian keluar dari ruangan itu dan mencari papanya.


Di kamar


"Ma wajah mama pucet banget, apa ada yang sakit?" ucap Kevin memperhatikan wajah mamanya.


"Mama gak papa sayang,nak tolong ambilin mama minum,mama haus" ucap mama dan meminta Kevin mengambil air minum disamping tempat tidurnya.


"Ini ma " ucap Kevin menyerahkan air minumnya.


"Makasih nak" ucap mama sambil memberikan gelasnya.


"Kevin" panggil Sarah.


"Iya ma" jawab Kevin.


"Ini adalah kunci laci mama, suatu saat nanti kamu pasti membutuhkannya." ucap Sarah kemudian menyerahkan kunci nya.


"Tapi untuk apa ma?"tanya Kevin mengambil kunci itu.


"Kau akan mengetahuinya saat kau melihatnya,tapi jangan perlihatkan itu pada papamu, ok?" ucap Sarah


"Iya ma" jawab Kevin. "Tapi kenapa harus di rahasiakan dari papa ma" tanya Kevin.


"Karena mama punya firasat kalo papa kamu bakal ninggalin kalian ."ucap mama Sarah dengan raut wajah sedih di wajah pucatnya.


"Kenapa papa mau ninggalin kami ma ?" tanya Kevin


"Mama juga nggak tau nak, makanya kamu harus jagain adek kamu, kamu harus selalu ada di sisi nya sampai ia menemukan pasangannya. Kamu ngerti sayang dan untuk barang yang di laci itu, kamu harus membawanya tanpa sepengetahuan papa kamu ya." ucap mama sarah memegang tangan Kevin


"Iya ma Kevin ngerti,Kevin juga bakal jagain adek baik baik kok jadi mama tenang aja." ucap Kevin dengan yakin. Dan menyimpan kuncinya di saku baju.


*Disisi lain Arika*


" Papa kemana ya?, apa mungkin papa di kantin". Ucap Arika kemudian ia pergi ke kantin.


" Itu kan papa, ternyata papa di kantin". Ucap Rika melihat papa nya sedang duduk di kursi kantin.


" Pa, papa lagi ngapain di sini?". Tanya Rika ke papa nya.


" Hah , oh ini papa lagi minum kopi , ada apa apa mama kamu cari papa?". Tanya papa Irfan


" Iya mama cariin papa ". Ucap Rika


" Yasudah kalu begitu kamu duluan ruangan mamanya" ucap papa irfan.


Papa mau bayar kopinya dulu" ucap papa


" Yasudah kalo gitu Rika duluan ya, jan lama pa". Ucap Rika kemudian pergi ke ruangan mamanya.


" pelayan" panggil papa Irfan.

__ADS_1


"Iya tuan ?" ucap pelayan itu.


"Ini uang untuk kopi tadi" ucap papa Irfan.


"Terima kasih" ucap pelayan itu kemudian pergi dari sana


Setelah itu apa Irfan beranjak dari tempat duduknya menuju keruangan Sarah.


Ceklek


"Ada apa ma " tanya papa yang baru masuk ruangan.


"Apa kamu baik baik aja?" tanya nya lagi setelah ia berada di samping brankar nya.


"Aku baik baik aja, hanya saja kaki ku terasa kesemutan." ucap mama Sarah.


"Pa aku ingin kamu jagain anak anak ya, jangan sampai mereka menderita." ucap mama Sarah dengan lemah. Sepertinya racunnya sudah menyebar keseluruh tubuhnya.


"Iya ma papa bakal jagain kok" ucap papa Irfan.


"Anak anak sini nak peluk mama." ucap mama Sarah, sambil mengangkat tangannya yang terasa berat. Kevin dan Arika pun menghampirinya dan memeluknya.


(Ma tubuh mama kok dingin ?" tanya Arika.


(Eh iya tubuh mama kok dingin banget ?, ada yang sakit gak?" tanya Kevin. Mendengar itu Irfan memegang tangan istrinya.


"Bentar papa panggil dokter dulu " ucap papa Irfan.


Dok..."


"Gak perlu pa " ucap mama Sarah.


"Gak usah sayang, lagian racunnya udah nyebar dokter juga gak bisa apa apa " ucap mama sarah dengan lemah. Mendengar itu mereka menundukan kepalanya dan menangis dalam diam.


"Sudahlah kalian tak perlu menangis, pah tolong jagain anak anak, dan kalian jaga diri kalian baik baik, mama sayang sama kalian."ucap mama kemudian ia menghembuskan nafas terakhirnya.


(Ma bangun ma, mama jangan ninggalin kami ma, papa mohon ma " ucap papa Irfan dengan sedih, dan berusaha membangunkan istrinya itu, tapi itu sia sia saja.


"Ma Rika sayang sama mama hiks.. hiks.., kenapa mama harus ninggalin kami hiks...hiks


"Mama jangan ninggalin Kevin ma, Kevin masih butuh mama, Kevin mohon bangun ma " ucap Kevin dengan air mata yang mengalir.


"Mereka semua menangis histeris dan berusaha membangun kan Sarah, tapi itu percuma saja karena Sarah sudah tidak bernafas lagi kemudian Kevin memanggil dokter.


"Dok dokter dokter....." panggil Kevin dengan marah, karena dokternya tak kunjung datang.


"Tak lama kemudian dokter datang dengan terburu buru.


"Dok tolong periksa istri saya dok !!" ucap papa Irfan.


"Kemudian dokter mengambil stetoskop yang ada di lehernya dengan segera dan memeriksa denyut jantungnya.


"Maaf tuan istri anda sudah tiada,karena racun nya telah menyebar ke seluruh tubuh nya dan tidak bisa di selamatkan."ucap dokter itu.


"Kalo begitu saya pamit undur diri dulu "ucap dokter itu kemudian pergi dari ruangan itu.


"Ma kenapa mama ninggalin kita secepat ini hiks hiks " ucap Arika menangis tersendu sendu.

__ADS_1


"Sudah dek mungkin tuhan lebih sayang sama mama kita, jadi kamu jangan sedih ya dek, kita doain aja semoga mama bahagia di sana ya?" ucap Kevin menenangkan Arika, padahal dirinya juga sangat terpukul dengan kepergian mama nya, tapi sebagai kakanya ia harus menguatkan dirinya. Kemudian ia melihat papanya yang sedang melamun tak tau sedang memikirkan apa, yang ia tau hanyalah papanya yang sama sama terpukul atas kepergian mamanya.


"Kevin papa mau ngurusin surat surat mama mu dulu, didepan ada supir yang jemput kalian pulang, urusan mama biar papa yang urus " ucap papa Irfan dengan raut wajah dingin.


'Kenapa papa jadi dingin' pikir Kevin tapi tetap menyetujuinya.


"Iya pa, kami pulang duluan ya. " jawab Kevin kemudian mengajak Arika untuk pulang.


"Dek ayo kita pulang" ajak Kevin


"Tapi aku mau sama mama bang " ucap Rika


"Gak bisa dek ayo kita pulang " ajaknya lagi


"Tapi... "


"Rika pulang sekarang "ucap papa sambil menekan setiap kata katanya.


"Iya pa Rika pulang."ucap Arika dengan pasrah. Ayo bang." ajak Rika yang berjalan mendahului abangnya. Kemudian Kevin menyusul Arika.


"Dek tungguin abang donk" ucap Kevin,karena Arika berjalan dengan cepat. Ia pun berjalan melambat.


Skip


*Kediaman Agustian*


"Dek kamu mandi dulu ya " ucap Kevin


"Iya bang Rika mandi dulu" jawab Arika. Lalu mereka masuk ke kamar masing masing.


Beberapa menit kemudian


*Depan kamar Arika*


Tok tok tok


"Dek " panggil Kevin.


"Iya bang bentar " jawab Arika.


Ceklek


"Ada apa bang" ucap Arika


"Ke bawah yu kita makan, dari tadi kamu belum makan apa apa " ucap Kevin.


"Nggak deh bang Rika nggak selera makannya."ucap Arika.


"Tapi dek kamu harus makan nanti kamu sakit lagi" bujuk Kevin


"Nggak ah bang abang aja yang makan Rika mau istirahat aja."ucap Arika.


"Yaudah kalo kamu gak mau makan, abang juga gak makan "ucap Kevin kemudian berbalik menuju kamarnya. "Padahal abang laper banget pen makan tapi.. huft yasudah lah" gumam Kevin yang masih terdengar oleh Arika.


...****************...


Mohon tinggalkan like komen and vote

__ADS_1


Maaf bila gak nyambung


__ADS_2