
kalo gitu besok kalian dateng ke rumah gue ya , masih inget kan?" ucap Lita.
"iya gue inget kok." ucap semuanya .
"oke kalo gitu." ucap Lita
...****************...
Malam hari
Tok tok tok
"bang bangun bang udah malam nih." ucap Arika di luar kamar Kevin. Namun tidak ada jawaban.
Ceklek!!
Arika pun membuka pintu kamarnya dan melihat Kevin yang masih tidur.
"bang ayo bangun udah malem nih!!" ucap Arika.
"ugh apa sih dek, abang lagi tidur nih." ucap Kevin. lalu melanjutkan tidurnya.
"ih si abang bangun katanya mau ke markas, jan tidur mulu donk bang." ucap Arika berusaha membangunkan Kevin.
"hah! ke markas?" ucap Kevin yang masih belum sadar.
"iya bang ke markas, udah cepet bangun." ucap Arika menarik tangan Kevin dan berusaha membuatnya terduduk. "ih abang berat amat sih." gerutu Arika. setelah membuat Kevin terduduk, ia pun ikut duduk di samping Kevin yang masih belum sepenuhnya sadar.
"bang ayolah keburu kemaleman nih, kalo nggak Rika pergi sendiri aja nih." ancam Arika.
"eh jangan donk, bahaya kalo kamu pergi sendiri." ucap Kevin yang tersadar.
"kalo gitu ayo bangun." ucap Arika kesal.
"iya iya abang bangun nih, tapi kamu jangan pergi sendiri ya." ucap Kevin dengan memelas.
"iya , udah cepet bang , abang mandi , setelah itu kita makan malam sbelum berangkat ke markas!!" ucap Arika.
"iya, kalo gitu abang mandi dulu ya, kamu siapin makan malamnya." ucap Kevin , lalu mengelus rambut Arika dengan lembut.
"emm." ucap Arika sambil mengangguk. setelah itu ia pergi ke bawah tepatnya ke dapur lalu memasak untuk makan malam. sejak kecil Arika selalu diajarkan oleh ibunya untuk bisa memasak karna setelah nanti ia punya suami ia bisa menyenangkan suaminya dengan masakan nya. itulah yang slalu diajarkan oleh mamanya.
beberapa saat kemudian
masakan Arika pun akhirnya jadi dan siap dihidangkan dan bersamaan dengan itu Kevin pun turun dari tangga menuju ke ruang makan.
"udah selesai belum dek masaknya, abang udah laper nih." ucap Kevin yang sudah duduk di kursinya.
"udah bang ,bentar Rika ke sanain." ucap Arika dengan suara yang agak di keraskan.
"Yaudah sini abang bantuin." ucap Kevin lalu menghampiri Arika dan membantunya membawa makanan ke meja. setelah itu mereka pun duduk di kursinya dan memulai makan malam.
__ADS_1
beberapa menit kemudian
sesudah makan malam mereka pun bersiap untuk pergi ke markas , mereka memakai pakaian serba hitam, setelah bersiap mereka berdua pergi dengan menggunakan mobil lamborghini hitam yang digunakan oleh Kevin. mobil itu merupakan hadiah ulang tahun dari Irfan untuk Kevin saat dia menginjak usia 16 tahun.
...ilustrasi mobilnya...
mobil itu melasat dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota Jakarta.
......................
saat ini mereka sudah tiba dimarkas yang ada dihutan terlihat di sana sebuah gedung tua yang sudah tak terpakai., mobi lpun melaju perlahan dan memasuki lorong yang ada di gedung tua , lalu Kevin memberhentikan mobilnya di depan tembok, lalu ia membuka kaca mobilnya dan menunjukan sebuah kartu identitas, setelah itu ,tembok yang ada di depannya terbuka. lalu mobilnya masuk kedalam gedung itu.
setelah memarkirkan mobilnya ,mereka berdua keluar dengan memakai topeng setengah wajah yang hanya menutupi sampai hidung, mereka yang ada disana memberi salam kepada Kevin dan Arika, dan di balas dengan anggukan.kemudian keduanya berjalan bersama menuju keruangan papanya. terlihat disana ruangan yang sangat terawat berbeda dengan di luar.
*sesampainya di sana*
tok tok tok
"masuk." jawab orang yang ada di dalam. kemudian keduanya berbuka pintu dan memasuki ruangan tersebut. disana ada dua orang pria yang satu sudah berumur dan yang satunya lagi masih muda.
"oh ternyata kalian berdua toh, ayo duduk dulu." ucap orang tua,dan keduanya pun duduk. dia adalah Petra Agustian adik dari Irfan Agustian mempunyai istri dan satu anak.
berperawakan tinggi dan bersifat tegas, ia adalah wakil ketua geng mafia VANDETTA, walau sudah tua tapi dia sangat kuat namun dia ingin segera pensiun dan melanjutkan hidupnya bersama dengan istrinya dan jabatannya itu akan diteruskan oleh anaknya.
"nih seragam kalian." ucap Andra menyerahkan paper bag berisi seragam sekolah dan atribut lainnya.
"hmm sama sama." ucap Andra lalu duduk di sofa. Andra Altelio Agustian anak dari Petra Agustian sekaligus calon wakil ketua. memiliki wajah tampan dan bersifat ramah dan cerdas, namun ia juga memiliki sisi lain yaitu kejam dan suka menyiksa musuhnya. ia juga sekolah di SMA PELITA BANGSA kelas 10 IPS 2 sekelas dengan Vano.
"gimana kabar kalian."ucap Andra sambil menghisap rokok yang ada di tangannya. ya dia juga suka merokok.
"kabar kita baik, gimana dengan kalian?"tanya balik Kevin.
"yah seperti yang kamu lihat Vin kita sehat sehat aja." jawab Petra.
"ih bang Andra jangan merokok disini donk , bau tau." ucap Arika sambil mengibas ngibaskan tangannya.
"hehe maaf Rik." ucap Andra lalu mematikan rokoknya.
"jadi gimana perkembangan markas kita sekarang paman." tanya Arika yang langsung to the point.
"jadi gini.... " ucap paman Petra yang mulai menjelaskan. dia menjelaskan kalo markas nya baik baik saja dan belum ada berita tentang penyerangan untuk saat ini.
lalu mereka pun mengobrol sampai larut malam.
"ah paman kita duluan ya, udah larut nih ,kalo ada apa apa kabarin kita ya." ucap Kevin.
"iya kalian hati hati dijalan. "ucap Petra. dan di balas dengan anggukan oleh mereka berdua.
lalu keduanya pergi menuju mobil mereka. setelah itu keduanya pun pergi meninggalkan gedung tua itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*Kediaman Argantara*
Keesokan harinya Viona dkk sudah sampai di depan rumah Lita
Ting tong
"assalamualaikum" ucap Tasya sambil menekan bel rumah.
"tunggu sebentar!!" ucap Lita.
" Waalaikumsalam, eh kalian udah datang aja yuk masuk dulu ?". Ucap lita
" iya ayo!!". Ucap mereka
Skip
Ruang tamu
" kalian mau minum apa biar aku ambilin?". Ucap lita
" gak usah repot repot Lit kita gak haus kok". Ucap nabila.
"udah gak papa, bentar ya gue ambilin minumnya dulu." ucap Lita lalu pergi ke dapur.
" oke lah gue es jeruk ya Lit!!." ucap tasya dan viona bersamaan.
"Iya."ucap Lita
" oh iya ngomong ngomong kok si vana belum dateng ya?"ucap Viona heran
" mungkin masih di jalan kali ." ucap tasya
" hmm kayak nya sih." ucap Nabila. Lalu Lita pun datang dengan membawa nampan berisikan minuman.
"nah silakan di minum ya, gak perlu sungkan anggap aja rumah sendiri." ucap Lita kemudian duduk di samping Tasya.
lalu mereka pun meminum minuman yang di sajikan oleh Lita
"si Vana belum datang?" tanya Lita
"belum nih." jawab Nabila
Ting tong
" Assalamualaikum Lit?." ucap vana dari luar rumah
" Waalaikumsalam , masuk van?". Ucap Lita saat membuka pintunya.
" tuh si vana dah dateng ". Ucap Viona
__ADS_1
...****************...