
"Vana baik tan." jawab Vana. "oh iya dede bayinya sehat tan?" tanya Vana.
"alhamdulillah sehat Van." ucap Citra.
"oh alhamdulillah kalo gitu." ucap Vana. lalu mereka pun mengobrol sampai menjelang malam.
skip
...****************...
Skip
Malam hari
" Hahaha,oh iya jam berapa sekarang?". ucap Vana sambil melihat jam tangan nya.
" Waduh udah malam lagi , gak kerasa ya tan kita ngobrol sampe malem". ucap Vana lagi
" Iya seru deh ngobrol sama kamu". ucap mama Citra tersenyum
" Yaudah kalo gitu tan aku pulang dulu ya dah malem nanti di cariin mama papa lagi". ucap Vana
" iya kamu hati hati ya pulang nya?". ucap mama Citra
" iya tan, dedek bayi baik baik ya disana, jangan nyusahin mamanya, yang anteng disana, ". ucap Vana , dan menyapa bayi yang masih dalam kandungannya.
" iya aunty." ucap Citra meniru suara anak kecil.
"hahaha, kalo gitu Vana pamit dulu ya tante, jaga kesehatan tante, juga jangan mikirin yang aneh aneh ya, assalamualaikum " ucap Vana sambil mencium kedua pipi Citra.
"iya Waalaikumsalam, hati hati ya nak". ucap mama Citra sambil tersenyum
" iya tan". ucap Vana lalu keluar dari kamar Citra.
" Udah ngobrol nya?". Ucap Lita di sofa ruang tamu.
" hihi udah kok, maaf ya aku ngbrol sama mama kamu sampe malem gini". Ucap Vana
" iya gak papa kok. Kamu mau pulang ? Aku anter ya". Ucap Lita.
" gak usah lah aku bisa sendiri kok." ucap Vana
" hm bener kamu mau pulang sendiri? Malem malem gini." ucap Lita
" bener kok aku bisa pulang sendri emang nya kenapa?." tanya vana
" ya gk papa sih cuman ini kan dah malem teruss kalo lo pulang sendiri nanti lo kenapa napa lagi ". Ucap Lita. " mending aku anter ya ? Mau ya". Ucap nya lagi.
" hmm ok deh aku pulang di anterin kamu ". Ucap Vana
" Yaudah kalo gitu gue ke garasi dulu ya buat siapin mobil nya". Ucap Lita
" iya tapi lo jan lama lama ya". Ucap Vana
" iya gue gak lama kok". Ucap licta
__ADS_1
Skip
Beberapa menit kemudian terlihat sebuah mobil mewah berjalan menuju halaman depan dan mengarah ke seseorang yang berdiri di teras rumah. Mobil itu milik Lita hadiah ulang tahun pemberian paman nya.
Dit
Dit
Dit
" ayo Van masuk ?". Ajak Lita yang ada dalam mobil.
" loh kok lo yang bawa mobil Lit?". Tanya Vana heran.
" ya gue kan mau anterin elu pulang, gimana sih". Ucap Lita
" oh hihi maaf gue lupa , kirain yang anteri gue pulang supir pribadi lo". Ucap Vana
" ya gak lah gue kan yang anter lo pulang, lagian pak Gani nya lagi jemput papa dikantor Van. "Lita memegang kepalanya
" oh hihi ." ucap Vana
" Yaudah cepet masuk. Kita berangkat ?". Ucap Lita.
" Yaudah deh." ucap Vana sambil membuka pintu mobil.
skip
saat di perjalanan Vana teringat dengan stok makanannya yang sudah habis dan menyuruh Lita untuk berhenti di supermarket.
"Yaudah didepan sana juga ada ,ntar kita berhenti disana ya." ucap Lita sambil mengemudikan mobilnya.
"iya." ucap Vana. lalu di mobil pun hening.
skip
*supermarket*
" lo mau ikut kedalem gak Lit." tanya Vana saat membuka pintu mobil.
"ikutlah sekalian gue juga mau beli makanan." ucap Lita melepas sabuk pengamannya. lalu keduanya pun masuk ke supermarket dan membeli makanan ringan. setelah selesai membelinya mereka keluar. saat akan masuk kedalam mobil Vana melihat seorang nenek yang hendak menyebrang jalan.
"Lit gue bantuin nenek itu dulu ya, kayaknya dia butuh bantuan deh." ucap Vana yang memperhatikan nenek tersebut.
"yaudah sana, hati hati nyebrang nya." ucap Lita lalu masuk kedalam mobilnya. dan dibalas dengan anggukan oleh Vana.
"nek mari saya bantu nenek menyebrang." ucap Vana menawarkan diri.
"ah makasih nak." ucap nenek itu tersenyum.
"iya sama sama." balas Vana lalu menuntun nenek itu untuk menyebrang jalan.
"sekali lagi terima kasih ya nak sudah repot repot bantuin nenek nyebrang." ucap nenek itu.
__ADS_1
"iya nek sama sama , saya nggak repot kok." ucap Vana sambil tersenyum.
"kalo gitu nenek pergi ya, kamu hati hati nyebrang nya." ucap nenek itu.
"iya nenek juga." ucap Vana dan dibalas anggukan oleh nenek itu. setelah melihat nenek itu sudah pergi, Vana menyebrang namun saat di tengah jalan tiba tiba ada dua buah motor yang melaju kencang dan hampir saja Vana tertabrak oleh motor yang ada di depan.
ckit!!!
motor itu pun berhenti mendadak saat hampir menabrak Vana.
"heh!! kalo bawa motor hati hati donk jangan ngebut ngebut nanti kalo nabrak orang gimana?.
" Harusnya lo yang hati hati kalo nyebrang itu liat kanan kiri dulu dong!!". Ucap pengendara motor itu sambil membuka helm nya.
'njirr cakep amat tu anak, tapi sayang gue nggak terpengaruh.' ucap Vana dalam hati.
" loh kok malah gue yang di salahin sih ?." ucap Vana
" ya kan lo yg salah ." ucap pengendara motor.
"heh!! jelas jelas lo yang ngebut di jalan masih aja nyalahin gue." ucap Vana membela diri sendiri.
"kalo nggak ngebut bukan balapan donk namanya." ucap orang itu geram.
"oh jadi lo lagi balapan, tapi kalo lagi balapan jangan di jalan raya lah, bahaya nanti kalo lo nabrak orang gimana hah!!" ucap Vana sambil marah.
"ya terserah gue lah mau balapan dimana aja emangnya masalah buat lo." ucap orang itu.
"masalah donk, emangnya ni jalan punya nenek moyang lo!! enggak kan?" balas Vana sambil menunjuk nunjukannya jarinya ke wajah orang itu.
"heh!! gak usah nunjuk nunjuk wajah gue donk, gak sopan tau enggak!!" ucap orang itu lalu memegang tangan Vana.
"lepasin.... Ih lepasin dong ....!! ih lepasin tangan gue !!!!". Ucap Vana geram dan mencoba melepaskan tangan nya
" gak gue gak akan lepasin tangan lo". ucap orang itu yang makin mencengkram tangan vana
" hah, Vana!!". Ucap Lita. " Van, heh lo lepasin tangan temen gue ". Ucap Lita lagi.
" jadi ini temen lo!!". Ucap orang itu mencengkram tangan Vana dan hampir mematahkan nya
" ahhh,ahhh, lepasin, sakit tangan gue auw ". Ucap Vana kesakitan.
" heh lepasin dongg!! Lepasin....lepass". Ucap Lita mencoba melepaskan tangan Vana dari cengkraman orang itu. lalu meninju perut orang itu.
bugh!!
" ugh, awas lo ya , kalo gue ketemu lo lagi !! Gue bales lo!". Ucap orang itu memegang perutnya, sambil berjalan menuju motor nya dan langsung pergi begitu saja.
" lo gak papa kan?". Ucap Lita memeriksa tangan Vana.
" gak papa gimana? tangan gue sakit tau. Ucap Vana sambil menahan rasa sakit di lengannya.
" oh ya maaf dong. Yaudah kitake rumah sakit dulu ya, biar tangannya diobatin.". Ajak Lita yang khawatir melihat keadaan Vana.
" Yaudah ayuk". Ucap Vana berjalan menuju mobil Lita. lalu mobil itu pun berjalan meninggalkan supermarket .
__ADS_1
......................
... mohon like komen and votenya 🙏🙏...