
Di dalam bus, Sisil sejak tadi terus berusaha untuk mencari keberadaan Mia. Tapi saat dia akan maju dan bertanya pada Bu Erin, Bela sudah menarik tangannya dan melihat dengan tatapan mata begitu tajam pada Sisil.
"Duduk di tempat kamu!" gertak Bela.
Meski suara Bela pelan namun penuh dengan penekanan. Sisil jadi merinding ketakutan, apalagi Bela juga mencengkram tangan Sisil dengan kuat bahkan membuat Sisil merasa sakit. Dan saat pegangan itu terlepas, ada bekas mereka di pergelangan tangan Sisil.
Sisil yang ketakutan pun, akhirnya hanya bisa kembali ke tempat duduknya dengan perlahan sambil terus berdoa agar temannya itu baik-baik saja.
Geng Jelly begitu senang, mereka pikir mereka sudah berhasil menyingkirkan Mia. Mereka pikir Mia tidak mungkin selamat, karena dia jatuh di lubang yang begitu dalam, dan sama sekali tidak ada orang di sana.
Mereka terus senang, terus bernyanyi dan bergembira. Hingga sampai di tempat perkemahan.
"Ayo, semuanya turun satu persatu ya. Ibu mau data kalian dulu! jangan lupa bawa barang kalian ya. Mobilnya akan pergi dan kembali tiga hari lagi!" kata Bu Erin mengingatkan agar jangan sampai ada barang yang tertinggal di dalam mobil. Karena mobilnya akan pergi setelah memastikan semuanya sudah turun.
Semua murid kelas 9B pun turun satu persatu. Handika yang pertama, dia ikut membantu siswi lain menurunkan barang mereka.
Geng Jelly juga sudah turun semua dari bus. Mereka lantas berdiri cukup jauh dari para guru dan murid lainnya.
"Heh, kalaupun Bu guru sama pak guru balik lagi ke tempat tadi. Tuh cewek ngeselin belum tentu di temuin kan?" tanya Inez.
"Ya pastilah, dia pasti sudah dehidrasi. Atau mungkin sudah mati dimakan binatang buas yang ada di hutan itu!" kata Candy yang begitu senang Mia celaka.
"Biar tahu rasa tuh cewek sok kecakepan!" ujar Debby begitu puas dengan kejahatan yang sudah mereka lakukan.
Mereka pikir apa yang mereka lakukan itu bukan sesuatu yang salah. Padahal itu adalah hal sangat jahat. Mereka sama saja membuat Mia berada dalam bahaya, kalau dia tidak selamat, bukankah mereka juga artinya adalah pelenyap.
"Oke, Sisil.. awas barang kamu kasih ke Handika. Kamu turun hati-hati!" kata Bu Erin.
Sisil pun berusaha memberitahu Bu Erin kalau dia tidak melihat Mia. Namun baru akan bersuara, Bela sudah mendekati Sisil dan menarik tasnya.
"Kuat gak kamu bawa ransel kamu, sini aku bawain!" kata Bela pura-pura baik pada Sisil di depan Bu Erin.
Alhasil, Sisil pun urung mengatakan tentang Mia pada Bu Erin karena takut pada Bela.
"26.. loh mana ini satu lagi? Mia mana Mia?" tanya Bu Erin.
Geng Jelly langsung pura-pura terkejut. Mereka berakting mengikuti ekspresi wajah murid yang lain yang bingung dan khawatir.
"Mia!" panggil Bu Erin yang mengira Mia masih ada di dalam bus.
"Panggil aja, orangnya malahan udah jadi makanan macan!" bisik Candy sambil terkekeh pada Debby.
__ADS_1
Dan Debby pun ikut terkekeh namun membuang wajahnya ke arah lain agar Bu Erin dan teman-temannya yang lain tidak curiga.
"Mia!" panggil Bu Erin sekali lagi.
"Iya Bu! maaf saya ketiduran!"
Sontak saja semua mata geng Jelly melotot tak percaya. Mia turun dari bus, dengan membawa ranselnya. Dan dia dalam keadaan baik-baik saja. Tidak kotor, tidak lecet, padahal saat mereka mendorong Mia, tangan dan wajah Mia tadinya terluka terkena ranting dan batang pohon yang ada di dekat lubang di hutan itu.
"Ba.. bagaimana bisa dia ada di bus?" tanya Candy yang malah jadi ketakutan.
Bela bahkan beberapa kali mengusap wajahnya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Aku gak lagi ngigau kan ini ya? kita jelas-jelas dorong dia ke lubang di hutan kan. Gimana dia ada di sini?" tanah Bela bingung.
Di saat keempat geng Jelly masih merasa bingung, dan Candy bahkan gemetaran karena takut.
Mia malah menatap ke empatnya satu persatu dengan tatapan yang seolah berkata.
'Aku kembali, kalian akan berakhir di tanganku!'
"Oke sudah lengkap ya, sekarang ibu akan bagi kelompok. Satu kelompok enam orang ya...!"
"Bu, kita berempat aja!" kata Inez.
Setelah membagi kelompok, Bu Erin menjelaskan apa saja yang harus mereka lakukan. Satu kelas terbagi lima tenda. Setelah mendirikan tenda, mereka akan di beri waktu untuk membereskan barang-barang dulu setengah jam setelah itu mereka akan kembali berkumpul di tengah lapangan.
Di tenda geng Jelly. Keempat remaja itu sedang kebingungan sendiri. Mereka bahkan tak terpikir untuk membereskan barang-barang mereka karena terlalu sibuk memikirkan bagaimana bisa Mia berada di bus itu.
"Jangan-jangan itu bukan Mia, tapi itu hantunya Mia. Dia sudah mati di hutan itu!" kata Candy yang pikirannya jadi semakin mengada-ada karena ketakutan.
Debby, Inez dan Bela langsung saling pandang.
Tapi kemudian Bela langsung memukul lengan Candy.
Plakkk
"Gak usah halu, gak ada hantu di dunia ini!" kata Bela.
Tapi saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba saja Candy yang sudah terlanjur ketakutan. Melihat ke arah belakang Bela, matanya langsung melebar karena melihat sesosok bayangan, seperti seorang anak perempuan, serang remaja yang terus mendekat dan tangan kirinya memegang sebuah benda seperti pisau.
Mulut candu bergerak ingin menyebutkan apa yang ada di belakang Bela itu pada yang lain. Tapi sampai matanya berkaca-kaca, Candy tak bisa menyebutkannya.
__ADS_1
"Ba... ba...!"
"Apaan sih?" tanya Inez kesal pada kelakuan Candy.
Dan begitu ketiganya menoleh ke arah pandangan Candy.
"Aghkkkk!"
Ketiganya sontak berteriak dan terjatuh. Bela yang memang orang yang sangat penasaran langsung bangkit berdiri dan keluar tenda. Dia langsung mencari keberadaan bayangan tersebut di belakang tenda.
"Apa itu tadi?" tanya Inez.
"Gak tahu, ayo kita lihat!" ajak Debby.
Sementara dia temannya keluar, Candy yang masih ketakutan memeluk kedua lututnya sambil gemetaran.
"Dia pasti sudah mati... itu pasti hantunya... dia pasti sudah mati!" gumam Candy terus menerus.
Debby dan Inez menghampiri Bela yang sedang mondar-mandir mencari sesuatu.
"Gimana?" tanya Inez.
"Gak ada, gak ada siapa-siapa. Lihat orang-orang di sebelah lagi pada kumpulin ranting kering, tapi mereka cowok. Bayangan tadi cewek kan? gak mungkin kalau dia bisa hilang kan, sementara aku keluar dari tenda gak ada setengah menit!" kata Bela dengan wajah serius.
"Aghkkkk tolong... tolong!"
Ketiganya langsung terkejut mendengar suara dari dalam tenda. Ketiganya langsung berlari, dan wajah mereka langsung pucat ketika melihat Candy yang berarti keluar dengan lengan yang tergores cukup panjang dan berdarah.
"Tolong itu ada... itu..!" Candy berbalik, dia terkejut melihat sesuatu yang menyerangnya dengan sangat cepat tadi sudah tidak ada di sana.
"Itu apa?" tanya Bela.
"A doll!" kata Candy membuat ketiga temannya terkejut.
"A doll, are you kidding?" tanya Inez.
Mendengar Inez bicara begitu Candy langsung emosi.
"Apa aku terlihat bercanda, lihat ini!" kata Candy memperlihatkan luka di tangannya.
Dan ucapan Candy itu berhasil membuat bulu kuduk Debby dan Inez berdiri.
__ADS_1
***
Bersambung...