
Nayla memutuskan untuk pergi ke luar negeri utuk mempertahankan martabatnya
Ia sangat malu dengan keadannya saat ini dengan alasan mendapat beasiswa ke luar negeri.
Hari ini amada telah tiba di rumah nayla dan mereka berencana untuk membicarakan masalah keberangangkatan nayla dengan pemimpin di panti tempat nayla di besarkan.
“ nay… kamu udah siap kan? Kamu ngak perlu khawatir soal ini, percaya sama aku”
“ aku percaya sama kamu, terima kasih untuk semua kebaikanmu pada ku”
Nayla menangis dan memeluk Amanda
“ baiklah sekarang bukan waktu yang tepat untuk menangis, ayo kita berangkat ke pantimu”
“ aku tak sanggup melihat adik ku, dia pasti sedih karena aku harus pergi ke luarnegeri”
“ santai aja adik mu sudah di tangan ku, aku janji akan merawat adik mu sampai ia dewasa”
“ terimakasih Amanda, kau sahabat ku yang paling baik”
“ oya “
“ iya dong”
“ nay….., apakah kau tidak ada rencana utuk memberi tahu kejadian ini pada yosa, Margaret, maupun natnat ?”
“ sejujurnya aku sangat ini mengatakan ini pada mereka tetapi aku sangat malu”
“ kalau kau malu tak perlu katakan”
“ aku akan mengatakan bila aku telah siap”
nayla tersennyum
Sesampainya di panti nayla sangat bahagia, udah hamper tiga bulan ia tak pulan g ke rumah yang sangat ia cintai itu, dan tentu saja lave langsung berlari dan menyambut nayla .
“ kakak………..” dengan pelukan lave menceritakan betapa ia sangat merindukan kakaknya
“ kak bilang tiap bulan pasti pulang, tapi ini udah tiga bulan kakak baru pulang”
“ maaf ya adek kakak yang sangat kakak sayang, bukan kakak ngak mau pulang tapi banyak sekali kegiatan kampus yang harus kakak ikuti, Kamu kan tau kalau kakak mahasiswa baru, jadi wajar dong kakak agak sibuk”
“ iya udah lave maafin, mana pesanan lave?, dulu kan lave bilang kalau kaka pulang jangan lupa bawa???”
“ oleh –oleh “
“ iya mana “
__ADS_1
“ bentar ya kakak ambil di mobil dulu”
“ cieeeee…… mobil baru, ini punya kakak?”
“mana ada uang kakak untuk beli mobil sebagus ini, doain aja biar lebih dari ini bisa kaka beli”
“ amin”
“ ni oleh-olehnya, itu kesukaan kamu”
“ wahhhh, makasih ya kak”
Lave berlari meningalkan mereka dan menuju teman – temannya
“ lave ngak peduli gitu ya sama kamu” Amanda memotong lamunan nayla
“ biasa lah lave masih kecil, belum mengerti apa pun”
“ dia suka kue coklat ?”
“ mm..”
“ kalau seperti itu ketika aku berkunjung setiap minggu aku bisa kasih kue coklat sama dia”
“ jangan hanya sama dia , di sini jumblah keseluruhan anak it ada 70 anak, jadi kamu harus sediakan 70 roti colat”
“ gampang, gak hanya roti coklat yang ku beri tapi macam – macam roti”
“ sama – sama”
Perbincangan mereka terpotong karena ada yang memanggil nayla
“ nayla…..” suara wanita tua yang sedikit terdengar berat
“ ibuk eli….., ibu apa kabar” nayla menghampiri ibu eli dan mennyalam tanganya
“ hai… buk saya Amanda teman nayla” Amanda meraih tangan ibu eli dan mennyalamnya
“ hai Amanda, ibu sangat bersyukur kamu bisa berteman dengan nayla, dia gadis polos dan baik , saya takut kepolosn dan kebaikanya di manfaatkan orang lain, tapi karena ada kamu saya merasa sedikit lega”
Amanda hanya tersenyum
“ ibu dengar kamu dapat beasiswa ke paris”.
Nayla terdiam ada rasa kecewa, malu dan sdedih yang ia rasakan.
“ ngak perlu sedih ibu tau kamu cukup pintar untuk pergi ke sana, ibu percaya kepadamu”
__ADS_1
“ iya bu…., Amanda pintar banget di kampus banyak orang yang mengakui hal itu”
“ ngak usah ngarang deh Amanda, ibu eli juga sok tau” Amanda mencibirkan mulutnya
“ liat sifat kekanak-kanakan nayla tidak pernah berubah, darasar anak nakal”.
Mereka tertawa riang seakan tidak ada kesedihan yang akan terjadi saat ini
Mereka memasuki kantor panti dan tentu saja pemimpin tertinggi panti sudah menunggu mereka dengan gembira.
“ selamat ya nayla saya tidak pernah menyangka anak panti seperti kamu bisa kuliah ke luar negeri, saya sangat bangga dengan kamu, kamu juga tambah gemuk ya”.
Nayla, Amanda dan ibu eli hanya tertawa, jujur nayla sangat pucat saat itu
“ apakah kamu sakit?” pak kepala panti bertanya ke nayla
“ sakit…. Eeee…… te n… tentu saja tidak pak, saya sangat sehat” jawab nayla
“ nayla hanya sedih karena harus meningalakn panti dengan sangat cepat “ tambah amada
“ ooooo santai aja nayla, kamu pergi kan demi masa depan kamu, jadi jangan bersedih"
“ iya pak” jawab nayla singkat
“ kapan kamu akan berangjat ke paris?” Tanya pak kepala panti.
“ minggu depan pak “
“ cepat sekali ya, amanda apakah kalian berangkat bersama?” Tanya pak kepala panti ke Amanda
“ tidak pak, saya tidak sehebat Amanda dalam pelajaran jadi saya hanya menunggu kepulangannya , mungkin saya bisa datang ke paris, itu pun kalau saya libur”
“ oooooooo” jawab pak kepala dan bu eli
“ apakah lave sudah tau soal kepergianmu ke paris?” Tanya bu eli
“ lave belum tau, saya sengaja tidak memberi tahu karena saya tidak ingin lave bersedih”
“ baiklah lave tidak akan tau soal ini” jawab pak kepala panti
“ selama nayla pergi bersekolah ke paris, saya yang akan mengantikan posisi nayla sebagia kakak lave”
Tambah amada tegas
“ baiklah, kalau seperti itu keputusan kaian seperti itu uga keputusan kami” jawab pak kepala panti.
Percakapan mereka selesai dan rapat kecil itu di bubarkan, nayla akan pergi ke paris dan Amanda akan menjadi kakak menggantikan posisi nayla “.
__ADS_1
😃😃
sedikit lega ( authour).............