A Hudred Love

A Hudred Love
kejujuran yang menyakitkan


__ADS_3

Ketika nayla keluar dari kamar kecil


“ che yong, kamu lama sekali, sesi fotpnya sudah “


“ serius???” nayla terkejut padahal dia sangat ingin foto dengan orang – orang hebat di Negara ini


“ serius, tapi tak apa lain kali jika ingin foto jangan permisi lagi “ nasehat albern


“ baik bos” canda nayla


“ kau sungguh imut “ albern mengelus kepala nayla.


“ karena aku hari ini ada uang, bagaimana


kalau ku teraktir mium cofe ?” pamer nayla


“ baik lah, aku tau tempat minum cofe yang nikmat dan menarik “.


Mereka menuju tempat parkiran mobil


“ wah ada ice cream, aku beli dulu ya “


“ ya, hati- hati jangan lari “


Pada saat yang bersamaan peria tinggi dan rapi menghampiri albern


“ siapa wanita itu ?”


“ tuan jong suk, senang bertemu dengan anda “ albern membungkuk hormat dan sopan.


“ wanita itu teman sekampusku, dan juga calon ibu dari anak ku “


“ apakah kau sudah menikah ? mengapa kau tak mengundang ku ?” Tannya jong suk


“ kalangan miskin seperti kami tak pantas mengundang tuan “


“ jangan berkata seperti itu, aku bukan jong suk yang dulu “

__ADS_1


Albern hannya tersenyum, mengingat seperti apa kejamnya jong suk merampas harta keluarganya tujuh tahun yang lalu.


“ bagaimana kabar ayah mu ?” Tanya joing suk


“ dia baik –baik saja “


“ siapa nama istrimu ?” Tanya jong suk


Albern terdiam dan berpikir keras, ia sangat takut dan khawatir jika cheyong di rebut secara paksa seperti wanita yang pernah ia miliki sebelumnya, nayla sangat cantik dan berbakat dia juga pintar.


“ kelihatanya kau menang dalam ajang bergengsi ini” jong suk bertanya


“ tidak tuan ini milik pacar saya, nama pacar saya kakao, saya harap tuan tidak merebutnya dari saya “


“ kalau saya tertarik? Dan saya tidak pernah merebut wanita siapa pun hanya saja wanita itu yang mendekati saya “


“ baiklah tuan sepertinya tuan sangat sibuk dan saya juga ingin pergi berkencan dengan pacar saya “


“ kamu sangbat mengenal saya, ya saya sangat sibuk”


Jong suk pergi begitu saja tanpa memberi salam atu semacamnya, orang kaya ma bebas!


suasana hati albern berubah dia sangat benci dengan jong suk dan berniat menghancurkan hidup orang itu tetapi dia tak punya kekuatan dan kemampuan.


“ DOR !!!!!!!!! “ nayla memberhentikan lamunan albern


“ kamu mikirin apa ? dan peria tinggi barusan siapa ?” Tanya nayla


“dia adalah iblis yang mampu merampas kebahagiaan dan kenyaman orang lain “


“ serius ??” nayla pura – pura terkejut Karen abila di piker secara logika mana ada iblis seperti itu


“ ini ice cream buat kamu, jangan sedih lagi “


Alber memeluk nayla dan membisikan rasa cintanya


“ terima kasih karena telah hadir dalam hidup ku, dan mewarnai hari – hari ku, teri a kasih cheyong “

__ADS_1


“ sama – sama tapi ngak usah pake peluk juga dong “


Albern langsung melepas pelukanya dan bertingkah aneh


“ ayo kita minum cofe keburu sore “ nayla memegang pintu mobil dan berniat membukanya


“ sejujurnya aku tidak bersemangat tetapi demi kamu aku siap “


“ ngak usah lebay “ jawab nayla ketus


Selama perjalanan albern hanya terdiam dan memasang wajah takut dan benci


“ albern makasih udah ada buat aku, selalu menemani dan menjaga ku, memberi aku rasa aman dan selalu perhatian kepada anak ku, kamu memperlakukan ku seperti keluarga, aku sangat berterima kasih atas semua perhatian itu, aku berniat membalasnya tetapi aku bingung harus seperti apa, aku selalu menolak mu buka karena aku tak menyukaimu hanya saja sebelum aku tau ayah dari anak ku, aku tak berniat pacaran, aku tak mau dianggap sebagai gadis penggoda dan semacamnya, aku punya firasat bahwa ayah dari anak ini adalah dia, jujur kami sudah beberapa kali melakukan itu“


Penjelasan nayla membuat albern berhenti mengendarai mobil itu


“ berhubungan beberapa kali ?” Tanya albern tak percaya


“ maafkan aku karena aku tidak jujur selama ini “


“ cheyong aku berharap besar padamu, aku mau kau menjadi milik ku selamanya, aku selalu bersabar menunggu jawaban dari mu “


“ maafkan aku “


“ jika kau merasa peria itu ayah anak mu, mengapa kau tak menemui dia?”


“ aku berjanji pada seseorang bahwa sebelum anak ini lahir aku takkan menunjukan diri padanya “


“ mengapa ? mengapa kau snagat egois pada anak mu ? mengapa kau hanya memikirkan dirimu sendiri?”


“ aku malu, aku malu datang dengan keadaan seperti ini, kau tak tau larat belakang kehidupanku “


Nayla marah dan menangis


“ dan kau tak tau seperti p hidup ku “


Albern balik marah

__ADS_1


“ kita berlatarbelakang berbeda, kau di lahirkan di keluarga kaya sedangkan aku ? sepertinya tidak baik bila kita terus bersama aku turun di sini dan kau silahkan mencari angina sejuk untuk berpikir, setidaknya aku telah mengatakan semua “


Nayla turun dari mobil itu dan meninggalkan albern yang masih terlarut dalam kekecewaan.


__ADS_2