
“ tok,tok, tok……..”
suara ketokan pintu, terdengar samar – samar di telinga nayla
“Selamat pagi nyonya cheyong”
Sapa pelayan rumah kepada nayla yang ngorok sembari pelayan membuka gorden jendela
“ pukul berapa sekarang?, kenapa kalian masuk tanpa izin ke kamarku?” Tanya nayla kesal
“ sekarang sudah jam 10 lewat, maaf atas ketidak sopanan kami, sebenarnya kami sudah mengetok dan membangunkan anda, hannya saja tidak ada jawaban oleh sebab itu saya masuk tanpa izin “
Pelayan itu menjelaskan secara detail
“ apa ??? jam 10 lewat” teriak nayla
“terima kasih sudah membangunkan saya, kamu boleh keluar saya ingin bersiap”
“baiklah nyonya, kalau ada sesuatu panggil saja saya”
“ ya “ balas nayla singkat dan berlari menuju kamar mandi.
Selamat pagi nyonya, selamat pagi nyonya, suara pelayan mennya nayla setiap kali nayla lewat
nayla hanya tersennyum membalas setiap sapaan itu.
“ wah calon nyonya kita sangat ramah, tidak seperti biasa”
“ aku sangat iri dengannya”
bisik setiap pelayan wanita rumah itu
“ pak kim, saya ingin keluar dan menjelajahi kota ini “ kata nayla sopan
“ baiklah, akan saya siapkan mobil dan beberapa bodyguard untuk nyonya”
“ tidak perlu repot- repot, saya ingin pergi sendiri dan hanya saya dan calon anak saya”
“ tapi di luar bahaya, nyonya juga masih sehari di sini”
Pak kim sangat khawatir dan cemas
“ tidak perlu cemas saya pasti pulang dengan selamat “ kata nayla mantap
“ saya Tanya persetujuan tuan hendi “ kata pak kim
“ tidak perlu, om hendi bilang kalau saya ingin tingal atau pergi itu tergantung saya”
“ tapi nyonya “ ucapan pak kim terpotong dengan rengekan nayla
__ADS_1
“ pak kim……..”
“ baiklah, kamu bisa pergi tetapi harus di antar “ perinyah pak kim
“ pak kim, saya punya prifasi saya sendir, tolong hargai keputusan saya” kata nayla tegas
“ baiklah tapi kamu harus berjanji kamu akan pulang dengan selamat sebelum jam 10 malam”
“ baik bos” jawab nayla cepat dan berlalu pergi.
“ wah dia sangat imut dan mengemaskan” bisik setiap pelayan “.
Nayla berjalan menuju gerbang utama kompeks perumahan elit itu, satu persatu rumah elit dia lewati, jalanya sangat sepi dan bersih, nayla melewati rumah no satu dan berhenti karena terpesona dengan rumah yang super besar dan elit itu.
seseorang memandang nayla dari dalam mobil dan berteriak
“ hey pencuri, mengapa kau melihat rumah ku” suara berat dan sedikit serak
Nayla terkejut
“ maaf nyonya saya hanya melihat karena kagum, saya bukan pencuri” jelas nayla
“ kalau kamu bukan pencuri kenapa kamu di sini? Dan pakayan mu juga sangat kumuh, penjaga usir dia dari kompleks ini, orang miskin tak pantas menginjakkan kaki di sini” perintah wanita tua itu.
“ maaf saya bukan pencuri, saya keluargga om hendi “ teriak nayla
“ kamu mencoba membohong kami? Kelurga lee tidak ada sekumuh kamu , seret dia”
Beberapa menit kemudian
“ maafkan kami nyonya tertua, kami tidak bermaksud menganggu kenyamanan anda, gheyong calon isti tuan lee, dia baru pertama kali ke paris, dan hari ini dia berniat mengelilingi kota paris”
“ mengelilingi kota dengan pakayan seperti ini? Keluarga lee pasti sudah gila”
“ cheyong sengaja pake baju ini karena dia tak ingin dilihat orang banyak sebagai kelurga elit, dia sangat pemalu dan berhati baik” jelas pak kim.
“ untung kamu keluarga lee kalau tidak “ nyonya jheyong geram
Nayla hanya tersenyum tipis dan kesal
“ yang salah dia, tapi saya yang minta maaf dasar kelurga kaya sudah nenek juga masih songong, pantas belum punya penerus dan cucu pasti anaknya juga seperti dia, orang kaya jarang waras” nayla tertawa kecil
“ ada yang lucu?” Tanya wanita muda yang tiba- tiba keluar dari mobil mewah itu
“ tidak” jawab nayla dan berlalu pergi
“ dasar orang miskin yang taktau diri “ geram gadis muda itu.
“ waw paris memang sangat indah, sayang liat menara eiffel ini, banyak sekali pasangan yang datang ke sini, sangat harmonis dan romanintis, kita juga harmonis dan romantis”
__ADS_1
nayla berbicara pada dirinya sendiri tidak terasa air matanya menetes.
Beberapa saat kemudian ia telah sampai di kampus yang tidak terlalu terkenal
“ permisi saya ingin mendaftarkan diri saya sebagai mahasiswa di sini”
“ kamu bisa lewat sini “ perintah penjaga administrasi itu ramah
“ apakah kamu membawa berkas yang saya perintahkan di beberapa waktu lalu ?”
“ ini berkas saya “ nayla memberikan semua berkas yang ia bawa tadi
“ tunggu sebentar saya akan urus pendaftaran kamu”
“ di berkas ini tercantum bahwa kamu hamil, otomatis dalam waktu dekat kamu akan mengambil cuti”
“ total uang kuliah sampai selesai cuti sebesar 180.000.000,kamu bisa menulis bukti pembayaran di sini”
“ uang kuliah itu sangat besar apakah tidak ada diskon?” Tanya nayla
“ kmu bisa geratis kulaih apabila kamu berperestasi”
“ di Negara asal saya, saya termaksud orang yang pintar dan berperestasi”
“ kamu bisa mengikuti kopetisi ini, apabila kamu menang kamu akan digeratiskan uang kuliah samapai tamat dan geratis biaya lainya” wanita itu memberi berosur perlombaan kepada nayla
“ mulai besok kamu boleh kuliah dan saya harap kamu mempersiapkan diri untuk perlombaan ini, jika kamu kalah maka uang kuliah dan biaya yang lain harus segera kamu bayarkan “
“ baiklah, terima kasih atas bantuan anda” nayla mengambil berkas dan beberapa seragam yang di berikan kepadanya.
Terakhir tingal mencari apartemen murah di sekitar kampus demi menghemat ongkos .
Jam menunjukan pukul 21; 20, nayla masih sibuk merapikan ruangan yang cukup luas itu dan merapikan segalanya.
“ tring…………..” telfon dari pak kim
“ halo pak kim, saya hari ini tidak pulang ke rumah itu, besok pagi akan saya jemput barang dan koper saya, saya sangat lelah, sampai jumpa pak kim”
“ tut…….” Suara telfon di matukan.
Suasana di rumah om hendi ,
“ nyomya cheyong tidak pulang, apakah harus diberi tahu kepada pak hendi?” Tanya pelayan
“ tidak perlu, pak hendi bilang cheyong tidak boleh di kekang, beri dia kebebasan”
“ jadi cheyong eh nyonya tidak pulang?”
“ begitlah, tuan kita terlalu baik, kaloian juga istirahat sudah malam besok kita lanjut lagi “
__ADS_1
pak kim meningalkan sekerumunan wanita muda yang berprofedi sebagai pelyan itu.
“ bagus deh, aku sangt muak melihat gadis penggoda itu “ bisik salah satu dari mereka.