![A Second Life [HIASTUS]](https://asset.asean.biz.id/a-second-life--hiastus-.webp)
Alardo POV
Keesokan harinya, aku kembali makan di kamar dan memulai pelatihan ku. sebelumnya aku sudah membeli alat pemberat untuk membantu meningkatkan kekuatan fisikku dan ternyata system dapat mengambil uang dari dunia sebelumnya, kini telah diubah menjadi mata uang system, yaitu Ruby. Kalau dunia ini memiliki 5 mata uang dan itu terdiri dari Copper, Silver, Gold, Platinum dan Diamond. Nilai dari mata uang itu juga cukup berbeda, contohnya saja seperti ini..
1 Copper \= 1 Roti tawar
1 Silver \= 100 Tembaga
1 Gold \= 100 Silver
1 Platinum \= 1000 Gold
1 Diamond \= 1 Juta Platinum
Pada dasarnya Koin Diamond hanya bisa dihasilkan oleh Monster kelas B keatas dan itu juga tidak semuanya, hanya Monster-monster tertentu yang di tubuhnya terdapat Koin tersebut.
Biasanya Koin itu hanya di miliki oleh Kolektor atau Bangsawan kelas atas, bahkan pedagang kaya raya hanya memiliki sedikit koin itu. Kalau para Petualang, biasanya mereka menyimpannya untuk kenang-kenangan atau jika mereka menemukan itu biasanya mereka akan menjualnya dan hasilnya akan dibagi sama rata.
Begitu pula dengan Platinum, tapi Platinum di produksi oleh manusia bukan monster dan itu berlaku ke seluruh daratan yang ada di dunia ini, sama dengan mata uang Gold kebawah, hanya Diamond saja yang berbeda.
'Status.'
[Status]
Nama: Alardo Savon Alterio De Roux
Gender: Male
Inti Mana: Hitam
Level : 1
Ras : Human
Job : -
Titel : -
__ADS_1
Hp : 150/150
Mp :500/500
El : All
Str : 50
Int : 60
Agi : 52
Dex : 53
Vit : 55
Skill Passive: [Longevity]
Skill Active: -
'Menyedihkan~ aku kira ini akan sangat mudah,' keluhku dalam hati setelah melihat pembaruan statusku.
Aku bersyukur walaupun hanya naik sedikit, lagi pula aku melakukannya hanya di kamar saja selama 2 hari ini, itu pun hanya melakukan penyerapan dan olahraga ringan. Jadi kalau hasilnya segini aku masih bisa mentolerir dan aku berencana untuk ke hutan malam ini.
...\=\=\=...
Author POV
Malamnya, Alardo langsung pergi melewati jendela dan tentunya ia masih menggunakan alat pemberat. Melewati para penjaga dengan sangat hati-hati, ia benar-benar tidak ingin ada yang mengetahui kalau ia akan pergi ke hutan.
Ada beberapa alasan yang membuatnya berusaha untuk terlihat seperti Alardo yang asli, salah satunya adalah ia ingin hidup tanpa terikat dengan siapapun, termasuk keluarga dari raganya. Mungkin terdengar membingungkan, tapi itu semua dikarnakan orang-orang yang ada di sekitarnya tidak memperdulikannya. Jika dia berubah, ada kemungkinan untuk mereka lebih respek atau hal yang paling diinginkannya adalah mereka yang malah mengusir dirinya.
'Fiuh~ sudah berapa lama aku tidak menggunakan pemberat?' batinnya.
Kini Alardo sudah sampai di dalam hutan dan tidak ada yang terjadi.
'Sepertinya harus aku yang mencari mereka ya,' pikir Alardo diiringi senyuman licik.
__ADS_1
Dengan langkah kaki yang terasa berat, kini Alardo memaksakan kakinya untuk berlari dengan cukup kencang dan juga mencoba menyerap mana alam sebanyak yang ia bisa.
'System, aku ingin membeli sebuah item yang dapat berubah menjadi senjata apapun,' serunya kepada System, setelah merasakan kehadiran seseorang.
Ding!
[Item Castitas direkomendasikan oleh System!]
[Apakah Host ingin membelinya?]
[Ya/Tidak]
'Ya!'
Ding!
[Castitas telah terbeli!]
Ding!
[300 Ruby telah digunakan untuk pertama kalinya!]
[Karna suatu syarat dan ketentuan telah terpenuhi, Host mendapatkan satu hadiah tingkat Tinggi]
Alardo tidak mengindahkan ucapan dari System dan ia langsung membayangkan sebuah katana dengan bilah yang sedikit lebih panjang dibandingkan katana biasa.
*Tap... tap... tap...*
Dengan langkah yang pelan dan berat, Alardo mencoba untuk mendekat ke arah orang itu. Semakin mendekat, ia semakin dapat mendengar suara-suara berat yang diiringi dengan gelak tawa, bahkan aroma alcohol juga mulai tercium.
Dari balik pohon yang cukup besar, Alardo mulai mengintip dan hal yang merusak matanya kini terpampang dihadapannya.
'Haa~ aku baru terbangun di dunia ini sekitar 2 hari loh, kenapa sudah melihat adegan sialan seperti ini sih,' sedihnya.
'Yah aku tidak mengharapkan akan bertemu sesuatu yang menakjubkan sih disini, bagaimana kalau mereka ku jadikan pion untuk memperkuat diriku?' kini pikiran-pikiran licik yang memenuhi otaknya.
'Sudah di putuskan, mari kita bunuh mereka agar bisa menaikan levelku!' serunya dalam hati.
__ADS_1