![A Second Life [HIASTUS]](https://asset.asean.biz.id/a-second-life--hiastus-.webp)
Jam sudah menunjukan angka 8 dan aku sudah rapih dengan seragam Academy. Seragamnya cukup bagus menurutku, tidak terlalu banyak aksesoris yang biasanya digunakan para bangsawan.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Zhea.
"Yah, ini sudah cukup rapih bukan?" balasku.
"Itu lebih dari rapih," ucapnya dengan nada mengejek.
"Tchii~ kau tidak membantu," saut ku dengan nada datar.
"Maaf-maaf."
"Yasudah, ayo kita berangkat."
Dan yah, kami pun berangkat menuju Academy yang dikatakan menjadi salah satu Academy terbaik di benua Hominum. Jadi tak mengherankan kalau ada berbagai macam ras yang menuntut ilmu di sini. Walaupun aku mengatakan 'berbagai macam ras', tentu saja ras Demon tidak ada atau bisa dikatakan tidak terlihat secara langsung.
Aku mencoba menggali ingatan dari Alardo dan mendapatkan sesuatu yang menarik dari Academy ini. Kepala sekolah sekaligus pemilik dari Academy Crystal ini adalah seorang Demon, tapi semua orang mengetahuinya sebagai seorang High Elf.
...\=\=\=...
"Baiklah, aku akan masuk ke kelas, kamu pergi ke asrama dulu sana, ambil buku yang diperlukan untuk kelas mu hari ini," ucapnya setelah kami sampai di academy.
"Baiklah."
__ADS_1
Kami pun berpisah dan aku langsung pergi menuju asrama laki-laki yang berada di gedung barat. Di perjalanan menuju asrama, banyak yang menatapku aneh. Tentu saja aku tidak memperdulikan mereka, tapi tetap saja aku merasa risih jika di tatap seperti itu.
Sesampainya aku di depan pintu asrama, aku terkejut dengan pintu kamarku ini. Ada banyak sekali coretan dengan kata-kata kasar dan tidak pantas diucapkan oleh bangsawan.
'Etika mereka hilang,' pikirku.
Lagi-lagi aku mengabaikan hal-hal yang tidak jelas, dibanding dengan memperhatikan hal-hal yang tidak jelas. Aku lebih memilih untuk memikirkan cara untuk menjadi lebih kuat dengan cepat. Jujur saja, aku memiliki firasat buruk dan firasat ku tidak pernah salah sekali pun.
'Termasuk tentang mereka berlima.'
Ketika aku masuk ke dalam kamar, debu dan barang-barang yang berantakan menyapa pandanganku, itu membuatku sakit mata.
'Aku benci ruangan yang berantakan,' kesalku dalam hati.
Dengan telaten dan kesabaran yang tinggi, aku membersihkan ruangan yang semulanya seperti tempat pembuangan limbah, kini sudah mengkilap seperti ruangan yang baru.
[Mendapatkan title Crazy clean]
'Hah?!'
Aku tidak mengerti jalan pikiran system yang tiba-tiba saja memberikanku title [Crazy Clean], memangnya aku melakukan apa sampai-sampai mendapatkan title itu.
*Klik*
__ADS_1
[Crazy Clean: Seorang yang sangat terobsesi akan kebersihan.
Efek: Baju yang digunakan tidak akan pernah bau atau kotor, bahkan jika terkena noda lumpur. Tidak akan pernah merasa lelah jika itu berkaitan dengan kebersihan.]
"Waw, aku mendapatkan title yang op," gumamku dengan nada senang.
Selesai dengan membersihkan ruangan, aku pun mengambil buku yang akan dipakai untuk materi ketiga. Kelas pertama sudah selesai dari 1 jam yang lalu, sedangkan kelas kedua akan selesai sekitar 10 menit lagi.
Aku lebih memilih untuk langsung menuju ruang untuk kelas ketiga, karna jika aku datang ke ruang untuk materi kedua, sudah dipastikan aku akan mendapatkan hukuman.
"Oh, bukankah Materi ketiga belum selesai?" suara datar itu terdengar ketika aku membuka pintu ruangan dan menampakan seorang wanita cantik, mungkin kecantikannya dapat menyaingi Dewi Aphrodite.
"Saya tidak masuk ke dalam kelas pertama maupun kedua," balasku.
"Apa alasanmu untuk tidak memasuki kelas?" tanyanya yang kini menatapku dengan tatapan tajam.
"Saya membersihkan kamar asrama, saya baru saja kembali lagi setelah beberapa minggu tidak masuk," jawabku sesopan mungkin, lagi pula mana mungkin aku melakukan hal tidak sopan di hadapan Kepala Academy.
"Oh... Jadi kamu yang bernama Alardo?" tanyanya lagi.
"Ya, saya Alardo."
"Setelah kelas selesai, datanglah ke ruangan saya."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, tak lama kemudian beberapa murid masuk dan memperhatikanku dengan tatapan jijik dan tatapan meremehkan.
'Huft... rasanya aku ingin membunuh mereka semua.'