Abang - Nakamoto Yuta

Abang - Nakamoto Yuta
chapter 1 : the tragedy


__ADS_3

"Mama nggak papa? Aku telfon ayah, ya?" Tanpa mendengar jawaban Sang ibu, anak laki-laki itu berlari kearah kamarnya untuk mengambil handphone nya dan cepat-cepat men-dial nomer ayahnya.


"Halo ayah? Bisa pulang? Mama habis terpleset di kamar mandi,"


"....."


"Iya, ayah, mama aku tenangin dulu, tapi ayah harus cepat!"


"...."


"Oke, ayah, bye!"


Setelah mematikan sambungan, ia berlari kearah mama nya yang ia dudukkan disofa ruang keluarga.


"Mama? Masih sakit? Aku harus bagaimana?" Tanya anak kecil itu, diwajahnya kentara sekali bahwa ia khawatir, meskipun nadanya terdengar lembut.


Ibunya tersenyum dan mengelus kepala anak sulungnya gemas, "Mama nggak papa, beruntung tadi Yuta langsung megangin mama, jadi dedeknya nggak apa-apa," Ucapnya lembut.


Yuta, nama anak itu, tersenyum mendengar bahwa ibunya baik-baik saja, tapi meskipun begitu Yuta sangat khawatir.


"Yuta?! Bagaimana keadaan mama?" Sang ayah masuk kedalam rumah begitu saja tanpa melepas sepatunya, karena demi apapun dia khawatir terhadap istrinya.

__ADS_1


"Aku nggak papa kok, mas," Oh, lihatlah senyuman tulus seorang ibu, seperti malaikat.


"Ayo, kita harus cepat-cepat kerumah sakit," Tampaknya ayah Yuta sudah terlalu khawatir dengan istri dan anak yang ada didalam kandungannya.


"Yuta? Nanti kita kembali lagi kerumah untuk ngambil beberapa potong baju buat mama, ya?" Yuta mengangguk, mereka semua masuk kedalam mobil sambil menuntun perempuan yang sedang hamil itu pelan-pelan dan setelah itu melaju dengan kecepatan entah berapa kilo.


•••


Sesampainya mereka dirumah sakit, segera memanggil suster untuk segera menolong perempuan yang mereka sayangi.


"Mama harus bisa, ya! Yuta percaya mama pasti kuat!" Ujar Yuta dengan senyuman yang indah itu, persis seperti senyuman ibunya.


"Terima kasih, sayang... Hahaha," Mereka bercanda sebentar, sebelum dipanggil dokter.


"Ahh, silahkan masuk keruang persalinannya bersama suaminya, adek jangan masuk, ya?" Yuta mengangguk paham dan tetap duduk dan menunggu disitu.


Sudah beberapa jam Yuta duduk dan menunggu, tapi sampai saat ini kedua orangtuanya belum kunjung keluar, Yuta sempat khawatir tapi langsung ditepisnya pikiran itu.


"Hey?" Sapa seorang anak kecil seumurannya, Yuta menoleh dan memberi tatapan bingung.


"Kamu sendirian ya? Lagi nunggu siapa?" Tanya anak itu, tapi sepertinya Yuta masih belum paham bahwa anak itu berbicara dengannya.

__ADS_1


"Kok ngelamun? Aku ngomong sama kamu," Ucapnya, Yuta akhirnya paham.


"Ahh, aku? Na Yuta! Aku lagi nunggu mamaku lahiran, kamu?" Yuta kecil bertanya dengan lucu.


"Aku Lee Taeyong! Salam kenal! Aku lagi nunggu giliran buat aku periksa," Dan berakhirlah kedua anak itu berbincang-bincang layaknya teman dekat, hingga anak yang bernama Taeyong itu dipanggil oleh seorang pria baya yang tidak terlalu tua itu.


"Taeyong-ah!" Panggil beliau, mereka berdua menoleh dan tatapan Taeyong menjadi sedih.


"Yaah, sayangnya aku udah dipanggil, ehehe, duluan, ya? Kapan-kapan kita ketemu lagi," Pamit Taeyong dan dia berlari kearah pria ith yang diduga ayahnya, Yuta hanya melambaikan tangannya dan menatap kepergian temannya itu.


"Sendirian lagi, deh," Setelah berkata seperti itu, dokter tadi keluar dari ruangannya dengan pakaian hijau khas rumah sakit serta raut wajah yang tidak bisa Yuta baca dan ayahnya yang keluar dengan raut wajah yang bahagia....


Dan sedih...?


"Ayah, ayah? Bagaimana keadaan adek Yuta sama mama?" Tanya Yuta dengan semangat dan sedikit khawatir.


Terlihat Sang ayah yang sedang menahan air matanya, lalu dia mensejajarkan tingginya dengan Yuta yang berumur 6 tahun itu dan memberikan senyuman pahit.


"Yuta-ya... Maafkan, ayah..." Tanpa menyelesaikan kalimatnya yang dibiarkan menggantung itu, ayahnya memeluk Yuta dengan erat, erat sekali hingga seperti tidak mau melepaskannya dan tanpa sadar buliran air mata menderas, membasahi baju Yuta.


Dan Yuta tentu saja paham, paham sekali apa yang sedang terjadi, dia memeluk ayahnya sama eratnya dan menangis dengan kencang memanggil ibunya yang telah berbeda alam dengan mereka.

__ADS_1



TBC?


__ADS_2