Abang - Nakamoto Yuta

Abang - Nakamoto Yuta
chapter 3 : attempted


__ADS_3

Pagi ini— ralat, siang ini matahari sangat menyengat dikulit, terasa seperti terbakar, namun sepertinya itu tidak berlaku oleh seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang sedang menunggu kehadiran seseorang.


Ia berkali-kali mengecek jam yang terpasang apik dipergelangan tangannya sambil sesekali mendengus.


"Abang..." panggil seseorang yang berada tepat dihadapannya, membuat Yuta mendesah lega.


"Kok lama?" tanya Yuta berbasa-basi sambil berjalan kearah rumah mereka yang tidak begitu jauh dari sekolah, hanya 10 menit untuk jalan kaki.


"Tadi Bu Yoona ngasih pengumuman, makanya lama," jawab gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya sebal, membuat Yuta terkekeh gemas dan mengusak surai gadis— yang menjelma sebagai adiknya, Na Hira.


Sekarang adiknya sudah masuk Sekolah Dasar, sekolahnya dengan sekolah SMP Yuta satu yayasan, nama sekolahnya unik banget, Neo School City.


Bangunan sekolah itu terlihat sangat megah dengan warna cat pearl neo champagne yang terlihat menarik, bangunan tersebut sudah tua, namun masih tetap berdiri kokoh.


Mereka berjalan santai sambil sesekali berbincang mengenai keseharian disekolah tadi dan hal-hal random lainnya.


"Bang?" panggil Hira membuat Yuta sedikir tersentak, karena ia baru saja melamu, ntahlah tak tau.


ia menoleh kearah adiknya yang kini menatapnya, seolah-olah ingin bertanya sesuatu yang penting. saat ia akan membuka mulut yang terdengar hanyalah helaan napas... gusar?


Yuta menaikkan satu alisnya bingung, "nggak jadi deh bang," ucap Hira sambio mengalihkan atensinya, kemana saja asal tidak melihat wajah Yuta.

__ADS_1


"hey? kau kenapa, Hira?" tanya Yuta lembut, membuat hati Hira agak mencelos, karena melihat senyuman Yuta itu.


"gapapa bang," jawab Hira sambil tersenyum lembut.


deg!


Hati Yuta bergetar melihat senyuman itu, mirip sekali seperti mama nya, buru-buru ia mengalihkan perhatiannya, karena tidak ingin menangis dihadapan adiknya, dia harus terlihat tegar!


Perjalanan mereka terlihat lama sekali, mereka hanya saling berdiam diri, tak ada percakapan.


•••


"Yuta pulang!"


Namun sayangnya hanya angan-angannya saja yang berkeliaran, ia mendesah kecewa, Hira yang sedari tadi bingung dengan sikap Yuta hanya tersenyum sendu.


Meskipun Hira masih kecil, ia tahu sekali, abangnya sangat merindukan mamanya.


"Hira mau makan apa?" Tanya Yuta membuat Hira agak tersentak karena ditanyai tiba-tiba, jangan remehkan Yuta, dia bisa masak kok.


"Terserah abang, Hira ngikut aja," kata Hira sambil tersenyum kikuk, karena kepergok melamun.

__ADS_1


Yuta tersenyum dan mengangguk, lalu pergi kearah dapur untuk menyiapkan makanan buat nanti malam, sedangkan Hira berlari kearah kamar dan menutup pintunya, entahlah apa yang akan ia lakukan.


Sedangkan Yuta didapur tampak berpikir ingin membuat apa untuk makan malam nanti, "hm, kayaknya ayah bakal pulang terlambat, jadi buat makanan yang nggak mudah basi, tapi apa?" monolognya.


beberapa menit kemudian, ia berpikir untuk membuat ayam kecap saja untuk nanti malam.


•••


"Ayah pulang," ucap Sang kepala keluarga yang disambut dengan aroma masakan yang sedap.


Beliau melepas sepatunya dan menaruhnya di rak yang telah tersedia didalam rumah, tak lupa beliau merapikannya, lalu pergi kedalam kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya.


Setelah selesai semuanya, beliau beranjak kearah ruang makan yang bersebrangan dengan kamarnya, bisa beliau lihat, terdapat Yuta yang sedang menyiapkan makanannya dan Hira yang membantunya menyiapkan meja untuk makan.


Beliau tersenyum dan bersyukur melihat keluarganya yang hangat, meskipun kehilangan seseorang yang paling berharga didalam hidup mereka.



**TBC?


tiga part, bawang semua ya? xixixi.

__ADS_1


kayaknya part keempat aku kasih humor, biar nggak bawang terus, xixixi.


thank you yang sudah baca💗**


__ADS_2