Abang - Nakamoto Yuta

Abang - Nakamoto Yuta
chapter 5 : mommy


__ADS_3

Seorang pria paruh baya memasuki sebuah rumah dengan langkah lelah, karena pulang larut malam.


Didalam rumah seperti biasa, sepi dan bersih, anak-anaknya dalam hal-hal kebersihan selalu utama, beliau melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam rumahnya.


Saat diruang keluarga, beliau melihat dua orang tertidur disofa dengan tv yang menyala, Yuta dan Hira. Mereka suka sekali menunggunya pulang, walaupun ujung-ujungnya tertidur disofa seperti sekarang.


Beliau tersenyum hangat melihat kedua anaknya yang tertidur disofa dengan memakai satu selimut untuk dua orang, beliau mendekati mereka dan membangunkannya.


"Yutaa.... Hiraa... Yuk pindah ke kamar, ayah sudah dateng," beliau membangunkan mereka untuk kembali ke kamar mereka.


"Haah... Gimana kamu disana sekarang?" Tanyanya pada diri sendiri sambil mendudukkan dirinya disofa tadi.


"Ayah..." Panggil Yuta dan Hira bersamaan, membuat beliau menoleh.


"Kok belum tidur?" Tanyanya.


"Ayah, besok mau ke mama?" Tanya mereka balik dan beliau tersenyum sambil mengangguk.


"Oke, cepat tidur".


•••


"Ayah... Buruan!" Teriak Hira didalam mobil.


"Bentar-bentar, ayah lupa naruh dompet ayah," Beliau sibuk mencari dompetnya, sudah daritadi beliau tidak menemukannya.

__ADS_1


"Ini, yah... Daritadi ada disaku ayah," Ucap Yuta sambil menunjuk dompet ayahnya disaku belakangnya.


"Astaga, ayah kok bisa lupa?"


Yuta terkekeh, "ayo yah, mama nunggu pasti,"


Didalam perjalanan, mereka mendengar cerita ayahnya yang kemarin habis dari luar kota sambil bercanda dan sambil mengemil juga.


Setelah 30 menit perjalanan mereka sudah sampai ditempat yang mereka tuju, mereka turun dari mobil dan berjalan ketempat pemakaman mama mereka.


"Mama... Kok tetep cantik, aja ya yah?" Tanya Hira kearah ayahnya yang sedang menaburkan bunga diatas pemakaman itu.


"Mama emang dari dulu cantik, lawan ayah sampai banyak banget," Jawab beliau sambil mengelus batu nisan milik istrinya, Na Jennie.


"Mama pasti sekarang sedang bahagia banget ya diatas sana? Hehehe," Ujar Yuta, suaranya agak crack, karena menahan tangisnya, hanya saja ayah dan adeknya tidak terlalu memperhatikannya.


"Tanpa ayah pinta, Yuta tetep nemenin dan jaga Hira sekaligus," Kata Yuta tegas "tapi, ayah jangan ngomong gitu dong," lanjutnya, ayahnya hanya terkekeh.


Hira yang mendengarnya tersenyum.


'Abang memang nggak pernah sekalipun mengecewakan ayah ataupun mama, beda dengan gue yang hanya bisa merepotkan mereka,' batiinnya sedih.


Mereka bercakap-cakap disana selama keseharian mereka dan berdoa agar mama atau istrinya tetap tenang disana.


•••

__ADS_1


Mereka pulang dari pemakaman pada jam 3 sore, tadi mereka berangkat jam 2 siang sambil mampir ke restoran sederhana untuk makan siang sebentar.


Setelah sampai rumah, mereka turun dari mobil dan bergegas masuk kerumah, karena jika dilihat-lihat hujan akan segera turun.


Mereka segera masuk ke kamar mereka masih-masing.


Yuta berniat untuk mandi, jika saja adiknya tidak masuk ke kamarnya dan mau pinjam kamar mandinya, karena dikamar mandi kamar adiknya air panasnya nggak bisa nyala.


"Ntar jangan lupa bilang ayah, ya dek? biar nggak numpang di abang terus," gurau Yuta saat Hira akan masuk kedalam kamar mandi kamar Yuta.


"Yaaaa," jawabnya agak jengah dan lanjut masuk ke kamar mandi.


Setelah 1 jam nunggu, akhirnya Hira selesai mandi dan berjalan kearah kasur abangnya berniat untuk membangunkannya.


"Ma...," Yuta mengigau membuat Hira kaget, bukan kaget karena melihat Yuta pertama kali mengigau, tapi karena dia mengigau memanggil mama.


Ia menepis pikirannya dan menepuk pelan pipi abangnya dan menyuruhnya untuk segera mandi.


Hira masuk kedalam kamarnya dan merebahkan dirinya diatas kasurnya sambil memikirkan mimpi abangnya.


"Dahlah, ntar yang ada gue semakin tambah ngerasa bersalah," Ujar Hira parau.



**TBC?

__ADS_1


Jangan lupa vote dan komen ya ☺💚**


__ADS_2