Abang - Nakamoto Yuta

Abang - Nakamoto Yuta
chapter 6 : rain n miss her


__ADS_3

Siang itu cuacanya biasanya panas, tapi di rumah Yuta dan Hira itu dingin banget, soalnya hujan deresss.


"Bang! Hira juga mau coklat panas ya? Ehehe sekaliaan," Pinta Hira saat melihat Yuta berbelok kearah dapur, Yuta hanya memandang malas dan mengangguk.


"Makasih abang gantengnya Hira," ucap Hira dengan nada mengejek disertai gerakan akan muntah kearah abangnya


"Kalau nggak ikhlas, gausah ngomong," Ujar Yuta dengan nada kesal, Hira hanya terkekeh sambil melihat kepergian Yuta kearah dapur untuk membuat dua coklat panas.


Setelah beberapa menit kemudian, coklat panasnya sudah jadi, Yuta berjalan kearah kamarnya dan mengetuk pintu kamar Hira terlebih dahulu menggunakan kakinya, karena kedua tangannya memegang coklat panas yang ada didalam gelas.


Duk! Duk! Duk!


Cklek!


Hira membuka pintunya dengan wajah agak suram? Tapi, Hira segera menampilkan senyumannya saat Yuta tampak terlihat menelisik raut wajahnya.


Hira tertawa dan mengambil coklat panas yang tadi ia 'titip buatkan juga' yang ada ditangan Yuta, setelah itu Yuta masuk kekamarnya, begitu juga dengan Hira.


“Bang!” panggil Hira sebelum Yuta menutup pintunya, membuat Yuta mengurungkan niatnya.


Yuta menoleh dan mengangkat salah satu alisnya bermaksut untuk bertanya 'kenapa?'.

__ADS_1


"Ntar ajarin gue matematika ya~? xixixi, makasiii abang ganteng," setelah itu Hira menutup pintu kamarnya meninggalkan Yuta yang sedang memproses permintaan Hira tadi.


•••


"Hmm, kangen mama bang...," Kata Hira tiba-tiba saat mereka tengah belajar bersama dikamar Yuta- cuma Hira doang sih, tapi Yuta yang disuruh nyari jawabannya.


Kegiatan hitung-menghitung Yuta pada tugas Hira terhenti, karena mendengar perkataan Hira tadi.


"Tapi, mau kangen rasanya kaya aneh gitu," Kata Hira lagi, Yuta mengangkat satu alisnya, bingung.


"Aneh gimana? Kan wajar?" Tanya Yuta bingung, Hira tersenyum getir.


"Yaa, gimana ya? Kangen sama seseorang tapi nggak pernah ketemu dan nggak tahu wajahnya samsek... Kan, mama meninggal waktu ngelahirin aku," Curhat Hira, hati Yuta terasa seperti tertusuk jarum, ketika mendengar curahan Hira padanya.


"Tapi, bang, aku merasa bersalah banget sama mama, terlebih sama abang sama ayah,..." Ujar Hira, hatinya masih belum lega untuk menyuarakan isinya.


"Bersalah apanya?" Tanya Yuta, lagi.


"Gara-gara aku, mama meninggal kan?,"


DEG!

__ADS_1


Perkataan Hira kali ini, menusuk hati Yuta sampai yang terdalam.


Yuta tidak sadar Hira menangis pelan sambil berucap "Aku seharusnya nggak lahir, supaya mama tetep hidup," Atau nggak "Aku anak pembawa sial," Hati Yuta benar-benar sakit mendengar itu semua.


Ia merengkuh tubuh adiknya dengan erat sambil berbisik, "Kamu bukan anak pembawa sial, kamu anak keluarga Na yang beruntung, karena dilahirkan dimarga ini, jangan menangis, mama nggak bakal suka,".


Beberapa menit kemudian, Hira mulai tampak tenang dalam rengkuhan Yuta yang hangat dan terlihat pas dengan tubuh Hira.


"Apa bener aku anak yang beruntung? Apa ayah sama abang nggak pernah merasa kayak Hira anak yang sial? Atau-" Omongan Hira terpotong dengan sebuah tangan yang membekap mulutnya.


"Ngomong apaansih? Dah-dah, jangan bahas ini, kerjain dulu tuh tugasnya," Sepertinya Yuta sudah tidak tahan dengan ocehan Hira tentang dia yang menjadi anak sial- yayalah! Keluarga bakal risih, kalau salah satu anggotanya sampai ngomong gitu.


Mereka belajar hingga jam menunjukkan pukul setengah sembilan, Yuta menyuruh Hira untuk cuci muka sama kaki, gosok gigi dan tidur dikamarnya sendiri- soalnya tadi minta tidur bareng Yuta.


Saat kamar Hira terdengar sepi, Yuta menutup pintu kamarnya perlahan dan berjalan kearah kasurnya.


Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur itu dan menatap langit-langit kamarnya lamat-lamat.


"Hmm, mama... Yuta nggak tahan, kalau Hira terus-terusan ngomong kayak gitu, Yuta merasa menjadi abang yang gagal membahagiakan adiknya, maaf ya ma... Yuta berusaha menghibur Hira sebisa mungkin, selamat malam mama!" Monolog Yuta diakhiri senyuman dan kemudian tertidur dengan nyenyak diatas kasurnya dengan cuaca yang dingin, karena masih hujan.


**TBC?

__ADS_1


Aloo! ada yang masih nunggu cerita ini nggak kira-kira? 🤔 xixixi, makasii udah mau nunggu novelku ini😱💘 sayang kalian semua😻


jangan lupa like n komen ya a💗**


__ADS_2