
"YAK! SIAPA LO??!" Teriak seorang pria begitu dia membuka pintu kamarnya dan melihat seorang gadis berdiri didepan pintu kamarnya dengan mata yang sembab.
"Abang jahat, hiks," Isaknya pura-pura sambil berusaha menutupi wajahnya.
"ahaha, maaf-maaf, lo kenapa? sembab betul, habisa nangis semalem, hm?" Tanyanya bertubi-tubi yang dibalas gelengan kuat oleh Sang lawan bicara.
"Nggaklah! ngapain nangis?" Tanyanya balik tapi dengan nada agak sewot.
"Yaa kali aja, tapi inget yaa Hira, gaada yang nyalahin kamu atas kematian mama, oke?" ucap Yuta tegas, ia khawatir jika adiknya sampai berpikir seperti itu terus-terusan, tidak baik juga untuk kesehatan mentalnya.
Hira yang melihat abangnya berbicara serius hanya mampu terdiam dan mengangguk pelan.
"Dah, sana makan dulu habis itu mandi, abang mau kerumah temen abang bentar," ujarnya dengan senyuman lebarnya.
Hira mengangguk dan mereka turun kebawah bersama-sama.
•••
"Duh! abang lama bener, bosen bangett," monolognya ditengah-tengah kebosanannya, fyi sekolahnya libur soalnya sekarang hari minggu.
"telpon Herin sajalah," Ia pun menggapai handphone-nya yang terletak diatas nakas sebelah ranjangnya.
Ia mencari kontak seseorang yang bernama 'Herin' saat ketemu ia mendial nomor itu dan mereka pun sepakat untuk pergi shopping ke mall dekat sekolah mereka.
5 menit kemudian, sebuah mobil terpakir didepan rumah mereka, Hira mengintip dibalik jendelanya dan tersenyum senang saat temannya sudah datang.
__ADS_1
Ia berlari kearah pintu dan membukanya.
"Yuk!" ajaknya sambil menggeret tangan Herin, ya yang punya mobil siapa :)
selama perjalanan tentu saja tidak ada kata 'sunyi' mereka membahas sesuatu yang tentu saja hanya mereka ketahui, ntahlah aku sendiri tidak tahu😿
sesampainya mereka di tempat tujuan, Herin memakirkan mobilnya di car park yang tersedia, setelah itu mereka turun dan masuk kedalam mall, tak lupa Hira izin ke Yuta jika ia keluar bersama Herin yang hanya dibalas emoji jempol.
Hira memasukkan handphone nya kedalam saku-nya lalu fokus berjalan mengitari mall bersama Herin.
•••
"bro! lo kok lesu banget sih? kenapa lo?" Tanya temannya begitu melihat raut wajah Yuta yang menahan sakit.
"lo keliatan pucet banget, bener lo nggak sakit?" tanya temannya lagi yang dibalas gelengan kuat oleh Yuta.
"gue gapapa, cuma mules aja, gara-gara telat makan hahaha," guraunya, tapi bisa dilihat oleh temannya bahwa itu bukan hanya sekedar mules.
temannya yang mengetahui sifat batu Yuta hanya mendengus, "kalau sakit bilang oke?" Yuta hanya mengangguk pelan dan lanjut bermain game yang ada di ps4 milik johnny, teman dekatnya.
drrt! drrt! drrt!
handphone Yuta bergetar, jadi ia menyuruh johnny untuk mem-pause sebentar game nya.
Yuta berjalan kearah balkon kamar Johnny, agar lebih bebas untuk berbicara ditelepon.
__ADS_1
089876543210 is calling...
Ia mendengus dan mengangkatnya dengan nada yang pelan.
setelah hampir 30 menit, ia mematikan teleponnya dan berjalan kearah Johnny untuk ijin pulang kerumah.
"buru-buru amat, kenapa?" tanya johnny heran.
"adek gue udah sampai dirumah, katanya dia laper jadi gue mau pulang buatin dia makan," jawab Yuta, sedikit berbohong.
Ya, Johnny melihatnya dari kedua bola matanya, tapi dia menggelengkan pemikirannya dan mengijinkannya pulang.
Ia mengantar Yuta sampai didepan gerbang rumah Johnny
"hati-hati dijalan bro!" ucap Johnny, Yuta tersenyum dan mengangguk, lalu mengegaskan motornya untuk pulang kerumah.
'maaf John gue bohong, gue mau kerumah sakit, sakit banget...,' batinnya.
**TBC?
Sowwy for the late update🥺 but, here u go☺💗 hope u like it, dont forget to like n comment😊
love u💚**
__ADS_1