Abianandita

Abianandita
s a t u


__ADS_3

welcome to my first story in noveltoon


hope you like it


happy reading and enjoy (•ө•)♡


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kicauan burung di pagi hari begitu merdu. Matahari mulai naik namun, udaranya masih sejuk. Balita yang diasuh oleh Abian pun sudah terjaga dari tidurnya.


Saat ini, Abian tengah menunggu Tante Cantik di teras untuk menjaga adiknya selama ia bersekolah. Tak lama, Tante Cantik tiba dengan motor Scoopy miliknya.


"Sayang, kamu sama tante cantik dulu ya? Abang mau ke sekolah. Nanti Abang beliin coklat kesukaan Amyra," tutur Abian pada seorang anak balita digendongannya.


"Nanan ama amah, yya," ucap Amyra sambil memeluk Abian.


(Jangan lama-lama ya)


"Iya, sayang. Tante, nitip Amyra lagi ya. Kalau ada apa-apa cepat telpon Bian. Assalamu'alaikum, Tante Cantik..." setelah berpamitan, Abian langsung melajukan motornya menuju SMA Garuda Bangsa.


Kurang lebih 15 menit perjalanan, kini Abian sudah sampai di parkiran sekolah.


"Bian," panggil seorang murid kelas 11 IPS1--teman sekelas Abian.


"Kenapa, Bona?" tanya Abian setelah berhadapan dengan Bona.


"Dompet gue ketinggalan terus gue belum bayar ojolnya, boleh pinjem duit lo nggak?" jelas Bona membuat Abian membulatkan mulutnya.


"Nih, pake duit gue," timpal Zyan sembari menyodorkan uang lima puluh ribu rupiah.


"Sip, thanks," Bona berlari menghampiri ojek online yang masih menunggunya.


"Gausah sok baik." ucap Zyan kemudian meninggalkan Abian yang kebingungan.


Bona berlari dan menyamakan langkahnya dengan Abian.


"Lo pacaran sama anak IPA itu?" Bona mengangguk.


"Posesif. Lo betah?" Bona menggeleng pelan.


"Lah terus kenapa lo pertahanin?"


"Bukan urusan lo,"


Tidak. Bukan Bona yang menjawab. Zyan lah yang menjawab. Lengan kekar Zyan menarik paksa pergelangan Bona.


Hendak menahan tapi, Abian rasa ia tidak perlu ikut campur. Cukup membantu Bona dalam diam dengan berdoa.


Bel pertanda jam pelajaran akan dimulai menggema di seluruh penjuru sekolah. Siswa-siswi berbondong-bondong memasuki kelas masing-masing.


"Baik, anak-anak. Sekarang, buka halaman 173. perhatikan gambar--" penerangan guru terhenti karena ketukan pintu.


Tok tok tok...


"Permisi, Bu,"


"Murid pindahan? Silakan masuk dan perkenalkan diri," sambut Ibu guru sambil tersenyum.


"Terima kasih, Bu. Hai, teman-teman kenalin nama saya Anandita Khaerani biasa dipanggil Dita. Saya pindahan dari SMA Kartini."


"Hai, Dita," serempak murid kelas 11 IPS1.


"Silakan duduk di mana saja yang kamu mau, Asalkan kosong," Anandita berterima kasih kemudian berjalan ke bangku pojok bagian kiri.


"Dita, kenalin gue Abian," sapa Abian seraya tersenyum manis.


"Bian, ngobrolnya tunggu jam istirahat," tegur guru.

__ADS_1


"Baik, Bu. Maaf," ucap Abian kemudian mengalihkan pandangan kembali ke papan tulis.


Jam istirahat telah tiba. Rombongannya berkumpul di kelas XI IPS1. Rombongan yang dimaksud adalah kawanan yang bersatu kala jam istirahat saja. Selebihnya, tidak ada urusan. Gunanya? Hanya untuk bersenang-senang.


"Bian, cepetan!" teriak salah satu dari mereka.


"Kalian duluan aja, gue masih ada urusan," balas Abian setengah berteriak. Seluruh pasukan itu pergi. Kelas itu menyisakan Anandita, Abian, dan Feli--gadis lugu berkacamata tebal.


"Hei, nama lo siapa?" tanya Anandita menghampiri sosok pendiam itu.


"Fe-Feliana,"


"Ooh, lo ga istirahat?" Feli menjawab dengan gelengan.


"Ngobrol sama dia tuh kayak bicara sama patung, Dit," timpal Abian sambil berjalan mendekati kedua kadis itu.


"Sstt, mungkin Feli ga lo ajakin ngomong," ucap Anandita terkesan menuduh.


"Aelah, Dit. Mulut gue ampe berbusa nanyain dia. Jawabannya geleng sama nangguk doang," sebal Abian mengundang kekehan pelan dari Anandita dan senyuman kikuk dari Feli.


"Temenin gue jajan yuk, Fel. Gue belanjain deh," ajak Anandita tak mendapatkan jawaban.


"Ayolah, Fel. Please..." bujuk Anandita menggunakan jurus puppy eyes.


"Ya-yaudah," final Feli membuat Anandita refleks memeluknya dari samping hingga Feli sedikit terhuyung.


"Pelan atuh, Dit. Jatuh ntar anak orang," Anandita hanya menyengir.


Lengan Feli terus digandeng oleh Anandita bahkan saat mengantri mie ayam.


"Lo berdua duduk aja, biar gue yang nunggu di sini," ucap Abian yang ikut mengantri di belakang Anandita dan Feli.


"Ga usah, makasih. Kita ga mau merepotkan," tolak Anandita.


"Kan gue yang nawarin, berarti gue udah siap kerepotan,"


Selang beberapa menit Abian membawa 3 mangkuk mie ayam.


"Makasih," ucap Anandita dan Feli bersamaan. Abian tersenyum dan berkata, "Sama-sama."


"Mie ayamnya enak," ucap Anandita sambil mengunyah.


"Telen dulu baru ngomong," peringat Abian.


"Eh, Fel," Feli menoleh.


"Lo tinggal di mana?"


"Di rumah," jawab Feli dengan senyum ragu.


"Ga salah sih tapi, maksud gue alamatnya," Feli menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Perumahan X blok c," mendengar jawaban Feli membuat Anandita memekik kegirangan.


"Deket dong sama rumah gue," binar Anandita.


"Main bareng yuk, Fel. Ntar gue sendirian di rumah. Abian sekalian,"


"Boleh deh,"


"Aih, lain kali gue ikutnya," Anandita menatap Abian memelas.


"Yah, yaudah kapan-kapan main bareng ya, Bian." Abian mengangguk pasti.


Kringgg... bel pulang sekolah.


"Fel, nanti gue sharelok." ucap Anandita sebelum berlari ke arah ojek online pesanan kakaknya.

__ADS_1


Abian, dan Feli melambai.


"Fel mau nebeng ga?" Feli menggeleng.


"Yaudah, hati-hati. Gue duluan," pamit Abian.


Setengah perjalanan, Abian menepi untuk membeli coklat untuk Amyra.


Sesampainya di pekarangan rumah, gadis kecil berusia 3 tahun berlari menyambutnya.


"Colkath colkat," ucap Amyra sembari melompat-lompat.


"Cium dulu," dengan semangat Amyra melakukannya.


"Mwah,"


"Nih, bilang apa?"


"maci maci," lengan Abian terangkat menguyel pelan pipi chubby adiknya.


"Eh Bian makan dulu, yuk. Tante udah masakin ayam saus tiram kesukaan kamu,"


"Wihh asik, makasih Tante cantik,"


Tungkai jenjang Abian melangkah ke meja makan. Aroma yang sangat menggugah selera itu seakan membuat perutnya menjadi kosong.


"Tante ga makan?" tanya Abian ketika melihat piring makan Amyra ditangan Tante cantik.


"Sudah, kamu habisin ya," ucapnya kemudian berlalu menghampiri anak asuhnya.


"Amyra, waktunya makan."


Waktu yang sama di tempat berbeda...


"Jaga diri baik-baik ya, Dit. Doain papa cepet sembuh biar cepet pulang juga," ujar Anandira--kakak Anandita yang telah berkeluarga.


"Iya, Kak. Titip papa, ya. Jangan lupa kabarin kalau udah nyampe."


"Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumussalam."


Tanpa Anandita sadari air matanya ikut menetes kian mobil berwarna putih itu menghilang ditelan tikungan.


"Dita, kamu nangis?" tanya Feli yang baru saja sampai.


"Iya, Fel. Papa gue nginep di rumah kakak buat kontrol tiap minggu. Kalau dari sini kejauhan," papar Anandita dan Feli manggut-manggut paham.


"Masuk sini, Fel," ajak pemilik rumah.


"Fel lo ada info loker ga?"


"Baru-baru ini ada loker di toko kue dekat lampu merah. Tapi, buat cowo." ucap Feli.


"Yeh yang mau kerja gue,"


"Eh Fel, lo kok jadi pendiem di kelas?"


"Aku ngerasa beda dari yang lain. Apalagi aku masuk SMA Garuda Bangsa jalur beasiswa,"


"Feliana, harusnya lo bangga sama diri lo. Mungkin lo ga sekaya mereka tapi, mereka juga ga sepinter elo."


"Gini deh, coba lo ubah penampilan. Mau nggak?"


...----------------...


Lanjut ga nie?

__ADS_1


__ADS_2