
Pukul 19.21 Anandita dan Feli baru saja selesai berbelanja pakaian menggunakan uang tabungan Anandita.
Baru saja Feli berniat untuk pamit tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan petir menyambar ranting pohon diseberang sana.
"Allahuakbar..." kaget mereka berdua.
"Fel, nginep aja di sini. Gue punya 2 seragam kok,"
"Kalau hujan reda aku pulang aja deh, aku udah ngerepotin banyak. Makasih ya, Dita." ujar Feli merasa tidak enak.
"Santai aja, sama sahabat kok bilang makasih." ucap Anandita seraya tersenyum manis.
"Fel, baju pilihan gue, lo suka nggak?"
"Suka banget, Dit. Tapi, aku belum bisa ganti uang kamu," ucap Feli lesu.
"Gapapa, mungkin suatu saat gue yang butuh bantuan lo. Jadi ga ada salahnya kan?" ucap Anandita menenangkan.
Hujan mulai reda namun, Feli sudah terlelap. Berakhir ia menginap di rumah Anandita. Gadis yang masih terjaga itu memilih untuk membaca resep dari internet. Berandai-andai jika suatu saat mendapatkan modal dan membuka rumah makan sendiri.
Anandita tidak ingin menjadi penghambat ekonomi kakaknya. Bagaimanapun juga kakaknya telah bersuami dan tinggal di rumah mertua. Apa kata mertua dari kakaknya jika dirinya terus-terusan meminta uang.
Maniknya menangkap bingkai foto kecil yang menggantung di dinding dekat meja belajarnya. Foto pernikahan orangtuanya. Ia merindukan sosok mama. Sangat. Ingin sekali Anandita merasakan pelukan hangat sang mama. Tapi, ia tak bisa. Mamanya meninggalkannya entah kemana.
"Jangan cari mama lagi." kata yang sering diucapkan papa ketika Anandira dan Anandita bertanya.
Hembusan napas panjang lolos dari bibir ranum itu. Kemudian memejamkan mata dan berusaha berlayar ke pulau mimpi. Belum sepenuhnya kesadaran Anandita menghilang, suara dentuman dari luar rumah membuyarkan semuanya.
Tungkai Anandita melangkah ke jendela yang menghubungkan teras depan dan kamarnya. Matanya yang terbingkai bulu mata yang lentik memicing guna memperjelas penglihatannya.
"Bian," gumamnya kemudian berjalan cepat ke luar rumah.
Gadis itu menuntun lelaki yang baru saja menjadi korban kecelakaan tunggal menuju teras rumahnya.
"Bentar, gue ambilin teh anget," tanpa menunggu persetujuan Abian, Anandita berlalu begitu saja.
Beberapa menit kemudian Anandita kembali dengan secangkir teh hangat dan kotak P3K ditangan kirinya.
"Makasih ya, Dit." ucap Abian sembari tersenyum tipis.
"Udah, jangan paksain senyum,"
"Lo abis ngapain sampe luka gini?" tanya Anandita sambil mengobati memar di sudut bibir Abian.
"Abis ditonjok," jawab Abian santai.
"Sama siapa?" tanya Anandita lagi.
"Sshh," ringis Abian kala Anandita sengaja menekan pelan lukanya.
"Biasa, salah paham..."
Flashback on...
*Bluebell cafe...
Hujan sudah sedikit reda, saat ini Abian tengah mempersiapkan diri untuk meninggalkan cafe tempatnya bekerja. Tanpa sengaja Abian melihat seorang gadis diseberang sana yang sangat dikenalinya sedang ditatap aneh oleh lelaki.
__ADS_1
Abian menarik pergelangan tangan Bona menjauh dari parkiran dugem xx.
"Bon, lo ngapain di sini? Walaupun pakaian lo ga kurang bahan tapi, cowok di sini belum tentu bisa ngehargain," cercos Abian.
"Gue nyari Zyan. Kata adeknya abis makan malem Zyan pergi dari rumah," ucap Bona tertunduk takut.
"Sorry. Tapi, lo bodoh."
"Ayo gue anter pulang,"
Detik berikutnya..
Bugh
Bogeman mentah mendarat di rahang kiri Abian. Saking kerasnya, sudut bibir Abian mengeluarkan darah segar. Zyan menarik kerah baju Abian dan berkata,
"Dia punya gue. Lo gausah baik ke cewek gue." Zyan kemudian pergi tak lupa menarik kasar pergelangan tangan Bona.
Semuanya terjadi begitu saja. Belum sempat menjelaskan ataupun membela diri semuanya sudah berlalu. Huft.
Flashback off
Anandita manggut-manggut mengerti.
"Terus kenapa lo bisa jatoh?"
"Licin, Dita." Anandita membulatkan mulutnya.
"Lo mau dianter pulang?" tawar Anandita.
"Nggak usah, Dita. Makasih ya udah mau nolongin." setelahnya, Abian mencicipi teh buatan Anandita.
"Makasih banyak ya, Dit."
"Iya, sama-sama. Santai aja."
Abian merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel miliknya. Anandita menatap bingung saat Abian tersenyum aneh.
"Dit, nomer WhatsApp lo? Biar kalo nyampe bisa ngabarin, hehe," ucapnya sambil menyengir.
"Pfft... Gue kira lo kenapa cengar-cengir kayak tadi," kemudian Anandita menerima sodoran ponsel Abian dan mengetikkan nomor ponselnya.
"Anyway lo tinggal sendiri? Apa ga takut?"
"Nggak, Sebenernya gue tinggal bareng bokap tapi, beliau lagi ke rumah kak Dira karna kliniknya lebih deket,"
"Lo mau ditemenin ga? Gue bakal minta tolong sama Fara buat temenin lo. Dia anak tunggal jadi kalian cocok kayaknya," Anandita menggeleng.
"Ada Feli di dalem, tadi hujan deres jadi gue larang dia pulang, pas hujan reda dia udah tidur,"
"Oh, Yaudah. Dit, Makasih ya. Dan maaf udah ganggu waktu istirahat lo. Abis ini lo langsung tidur ya, jangan sampai sakit." ujar Abian dengan senyuman termanisnya.
"Iya. Lo beneran bisa pulang sendiri? Gue anter deh,"
"Nggak, Dita. Mending lo istirahat,"
"Gue pesenin ojol aja gimana?"
__ADS_1
"Ga usah, Anandita Khaerani anaknya Pak Jaenal..."
"Lah, lo tau nama bokap gue dari mana?"
"Loh bener? Gue ngasal padahal,"
"Eh, Abian," tegur Feli.
"Fel? Kenapa bangun?"
"Tadi aku mau ambil air tapi, denger orang ketawa di teras,"
"Duh maaf ya, Fel. Kita usik ketenangan lo," ucap Abian merasa bersalah.
"Eh, Gapapa. Akunya aja yang kepoan," ucap Feli terkekeh garing.
"Udah tengah malem, gue pamit dulu. Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumussalam. Hati-hati, Bian." ucap Anandita dan Feli bersamaan.
Dua gadis itu kembali memasuki rumah tak lupa menguncinya. Motor Abian pun melesat dengan kecepatan sedang, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Beruntung tadi Abian jatuh di depan rumah Anandita dan Anandita menyadari hal itu. Kebetulan.
Anandita merebahkan tubuhnya di sofa sedangkan Feli ia biarkan menempati kasurnya yang hanya muat untuk satu orang. Feli masih terjaga dan susah tidur kembali. Atensinya teralihkan oleh suara notifikasi ponsel.
tring
+62xxx
gue udah nyampe
lo udah tidur kan? makasih bantuannya
Feli kemudian mengambil smartphone miliknya dan mencari room chat Abian.
... ♡...
... online...
^^^ hai, bian. kamu udah sampai?^^^
hai feli. gue udah sampai kok
^^^ kenapa kamu ga tidur? istirahat sana^^^
iya, ini gue mau tidur
bye fel
jangan begadang ya, ga sehat
oh iya Dita belum read chat gue
udah tidur ya?
^^^ iya, dita udh tdr^^^
oo oke makasih ya, fel
__ADS_1
bye
"Kenapa selalu Dita?" batinnya.