Ahkir Sebuah Penghianatan

Ahkir Sebuah Penghianatan
03.


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, joan merasa heran kepada Ardi yang begitu ramah kepadanya. tidak seperti yang di beritakan beberapa kakak tingkat kepadanya, yang mengatakan bahwa ardiansyah adalah laki laki dingin, arogant dan seram. padahal sebenarnya dia adalah orang yang ramah dan enak di ajak bicara.


"apa yang kamu pikirkan joan"?


" enggak mikir apa apa kok kak"jawab joan. mereka pun kembali diam membisu.seperti masih ada rasa canggung bagi mereka apalagi mereka sekarang sedang berdua didalam mobil.


"kamu berangkat dari rumah kamu ke rumahku jam berapa joan? " tanya Ardi kepada joan tapi matanya tetap fokus ke jalanan.


"lima pagi kak"


"wah masih tidur aku jam segitu jo"


"habisnya kak bela nyuruh aku datang jam 7 persis sih, sehingga aku takut telat trus di marahi" jawab joan dengan jujur.


"oke yah sudah besok aku akan menegur bella. tapi kamu janji jangan marah sama dia yah, maksud dia baik untuk mengenalkan kita. kamu Tahu kan aku tuh susah dekat dengan perempuan di kampus. makanya bela pikir aku tuh butuh bantuan"..


"tapi kata kak Bella, kak Ardi banyak pacarnya"..!


" Ah itu bohong, banyak yang mau dekat sama aku sih. tapi akunya ngga mau sama mereka gimna mau orang kebanyakan cabe cabean gitu".


"hahahhahaha" joan tertawa mendengar penjelasan Ardi.

__ADS_1


"kenapa kamu tertawa jo"


"ah enggak kak. lucu aja gitu"


"kalau kak Bella gimna? joan bertanya sembari melirik Ardi yang fokus mengemudi


" ia gadis baik, humble dan enak di ajak bicara sih aku tak tahu ia pacaran sama siapa".


"bukannya pacaran sama ka Ardi" tanya joan lagi kepada ardi.


"Bukan kami hanya bersahabat dari dulu. aku juga tidak tahu alasan kenapa dia menyuruh mu datang kerumahku di hari libur begini".


"yah semoga saja maksud yang baik saja untuk kita berdua kedepannya" jawab Ardi sambil tersenyum. Ardi kemudian diam dan fokus mengemudi.


*


*


*


Ardi masih fokus mengemudi ke alamat yang diberikan oleh joanna kepadanya. beberapa saat kemudian sampailah mereka berdua kawasan kerumah elit. mobil mereka memasuki sebuah rumah dengan halaman luas dan tentu saja rumah itu sangat mewah dan besar.

__ADS_1


"ini rumahmu jo"? Ardi bertanya kepada joan


" tidak ini rumah orangtuaku"jawab joan cepat


"kamu anak orang kaya ternyata tapi kulihat kamu tidak manja dan sombong"


"yang kaya kan orang tua ku kak, sedangkan aku tak punya apa apa"lagi lagi jawaban joan membuat Ardi kagum dengan gadis tersebut. ia tidak menyangka gadis tersebut memiliki sifat yang sangat rendah hati padahal dia anak orang kaya.


" baguslah kamu memiliki sifat seperti itu jo"


"iya kak papa mendidik ku dengan keras agar kau tidak terlena dengan kekayaan orang tua tetapi menjadi anak yang mau bekerja keras demi masa depan sendiri"


"ayo mampir kak"


"lain waktu aja yah, boleh nggak aku minta nomer telfon ato Whatsapp kamu. boleh kan? " tanya Ardi penuh harap 'sambil menatap wajah joan yang sangat cantik dimatanya.


joan mengangguk kemudian dia memberikan nomor telfonnya kepada Ardi. lalu joan pun turun dari mobil, tak lupa ia mengucapkan Terima kasih kepada Ardi yang sudah mengantar dirinya pulang kerumah. ia juga membiarkan Ardi berlalu begitu saja, padahal dalam hati joan, sayang sekali kesempatan untuk berbincang bincang dengan pria tampan itu hilang sudah


tetapi joan merasa beruntung, ada sesuatu yang manis dari pertemuan mereka. Bella nampaknya sengaja mempertemukan mereka anehnya joanna tak merasa marah, ia merasa ingin berterima kasih kepada Bella.


Bersambung!!!!!

__ADS_1


__ADS_2