
joan yang saat ini masih bersama kakaknya bastian masih saja bertengkar dengan kakaknya itu. ada ada saja yang menjadi permasalahan mereka.
"dek kamu dapat salam darin temanku loh" kata bastian kemudian kepada joan
"dari siapa? yang rambutnya kayak artis Korea itu? " tanya joan
"bukan ini dari jian yang kirim salam"
"oh salam kembali"
"kapankapan di mau datang kemari katanya"
"ngapain"
"yah ngapelin kamu lah"
"ih sorry aja yah amit amit, teman teman abang norak semua. enggak ada yang aku suka. lagian sekarang aku udah ada yang punya loh" jawab joan penuh percaya diri.
"siapa"?
" itu rahasia aku dong, abang ngga usah kepo ya. kayak emak emak barbar aja kamu bang"
"ingat yah dek kamu udah janji sama abang, tanpa seijin abang tidak boleh ada seorang laki laki yang boleh mendekati kamu" tegas bastian kepada adiknya
"perjanjian itu batal, lagian kita kan udah gede mana merugikan aku lho" protes joan
"lho ini demi kebaikan kamu lho" tegas bastian
Tiba-tiba telfon rumah berdering. joan lalu meninggalkan kakaknya bastian dan bergegas mengangkat panggilan itu.
"hallo" sapa joan lembut
"halo joan selamat siang"
"siapa ini yah"?
__ADS_1
" Bella masih ingat kan"?
"oh kak Bella apa kabar kak"?
" baik, bagaimana udah datang kerumah Ardi? tanya Bella
"sudah kak dan maaf nama kakak udah di tanda tangani oleh kak Ardi, kata joan dengan cemas"..
" enggak apa apa aku juga minta maaf sama kamu yah"
"minta maaf untuk apa yah kak" tanya joan bingung pasalnya untuk apa panitia ospek di kampusnya minta maaf
"aku ngga ada maksud buat ngerjain kamu joan"
"oh ngga apa apa kak lagian udah aku laksanakan kok"
"begini yah joan, aku perlu jelaskan sama kamu persoalannya. sebenar nya Ardi itu pengen kenalan sama kamu. tapi dia tak berani. kamu kan tahu dia orangnya dingin dan pemalu. nah waktu itu aku kan periksa buku tanda tangan kamu, kebetulan sisa aku sama Ardi yang masih kosong makanya aku nyuruh kamu kerumahnya waktu itu".jelas Bella panjang lebar kepada joan
"Ah aku juga, nggak apa apa kok kak sudah ku lupakan semua itu" jawab joan
"cuma nampaknya mamanya ngga suka kak Ardi ngerjain aku kayak gitu"
" iya kak"
"trus gimana perkenalan kalian"
"yah biasa aja kak" jawab joan malu malu
"Ardi nganterin kamu kan"
"iya nganterin sih, cuman seperti kata kak Bella dia tuh orangnya dingin dan pemalu. enggak mau mampir ke rumah aku. yah sudah"
"tapi kamu suka kan kenalan sama Ardi "? tanya Bella mencoba menggoda joan
" yah gimana yah? biasa aja sih kak. tapi apa benar kak Ardi belum punya pacar yah? "
__ADS_1
"yang naksir dia sih banyak joan, tapi kamu kan tau dia pemalu kayak pangeran salju dingin dan beku"
keduanya pun tertawa terbahak bahak. tak lama kemudian joan meletakan gagang telfon tanda percakapan mereka sudah usai.
joan yang kembali ke ruang tengah mendapati kakaknya masih duduk di sofa. ia hendak berlalu menuju kamarnya namun kakaknya menahan tanganya.
"telfon dari siapa sih dek? tanya bastian
" tadi abang dengar kayak suara cewek deh"
"emang kenapa kalo cewek abang nguping yah"
"namanya Bella kan" lanjut bastian
"kepo aja kamu bang"
"enggak kayak dulu pernah ada teman SMA nama Bella. apa rambutnya panjang trus badannya langsing gitu"? tanya bastian
" iya sih kayak gitu ciri cirinya"
"bener berarti teman aku tuh dek"
"huh ge er aja kamu bang, emang abang peramal bisa tahu segalanya" goda joan kepada bastian
"yah udah kalo ketemu titip salam yah"
"enak aja malu maluin aja kamu bang" tolak joan tegas
"pleasee dekk" bastian dengan wajah memelas penuh harap.
"iya deh" dengan terpaksa joan menerima permintaan kakaknya itu. walaupun dia malu sebenarnya
"yah udah aku mau ke kamar dulu yah bang"
"oke jangan lupa yah awas aja kalo kamu lupa kasih salam" tegas bastian
__ADS_1
"iya bawel" jawab joan sambil berlalu meninggalkan bastian kakaknya. sementara dalam hatinya ia begitu senang mendengar cerita dari Bella yang mengatakan bahwa Ardi belum memiliki pacar. nampaknya bukan hanya Ardi yang punya perasaan tetapi dia juga.....
Bersambung!!!!!!!