
Sore hari menjelang malam. Ardi ahkirnya sudah sampai dirumahnya. ia pun lansung memarkirkan mobilnya. kemudian ia masuk ke dalam rumah, baru saja ia hendak masuk ke kamarnya dia di kejutkan oleh mamanya.
"ardiii" teriak mamanya
"astaga mama ngga usah teriak dong lagian Ardi belum budeg kali ma" jawab Ardi
"Ardi mama mau bicara sama kamu.. "!
ningsih ayunda adalah mamanya Ardi dan desi, istri dari Bambang hartono. ningsih adalah seorang ibu yang selalu mengawasi tingkah laku dan perkembangan kedua anaknya. Ardi yang baru mau masuk kamar pun terpaksa ikut mamanya untuk pergi ke ruang tengah.
" yah ma kenapa"? tanya Ardi dengan wajah polos tanpa dosa
"kalian ini jangan mentang mentang panitia ospek trus ngerjain anak orang sembarangan yah Ardi" ningsih berkata dengan nada marah tentunya.
"kasihan anak orang cuman untuk minta tanda tangan kamu trus dia harus datang kerumah lagi"
"bukan aku yang ngerjain joan ma"
"ingat Ardi mama ngga suka yah kamu pakai cara cara seperti ini. itu sama saja kamu memanfaatkan jabatan kamu sebagai panitia. kasihan gadis itu jam berapa dia bangun terus berangkat kemari, semntara kamu masih tidur berselimut dan mendengkur".
" kan sudah aku bilang mama sayang itu bukan kerjaan aku tapi si Bella tuh ma dia yang ngerjain joan."
__ADS_1
"kalau kamu ada hati dan pikiran kamu tegur dia, sebelum ada berita tak menyenangkan. ingat banyak berita perploncoan di ospek kampus kampus lain yang memakan korban. mama harap kamu jangan terlena oleh jabatan nak" ningsih menasehati putera sulungnya itu.
"iyaiya ma nanti Ardi tegur Bella"
"bagus makanya jangan arogan jadi panitia kalian" lanjut ningsih
"iya mama aku paham" jawab Ardi cemberut. Bela yang nyuruh kok gue yang di marahin sih.batin Ardi.
"pokoknya mama ngga mau tahu terserah kamu gimna mau negur Bella. cara cara seperti tadi merendahkan martabat orang"!!
" iya mama ningsih yang terhormat, Ardi minta maaf"
ningsih pun pergi walaupun masih terdengar dia marah marah kepada Ardi. ia tidak Terima seorang gadis diperlakukan seperti itu. apalagi ia sebagai kaum perempuan yang menolak sifat arogansi seperti itu.
sementara itu Ardi masuk kekamar kemudian mengambil handphone miliknya dan mencari kontak Bella, kemudian ia menelfon sahabatnya itu.
"hallo di" suara halus menyapa dari seberang
"hallo bel gila yah kamu"
"eh ada apa ini, konk nelfon langsung marah marah ngga jelas ke gue sih" tanya bella tanpa dosa
__ADS_1
"kamu yah, siapa yang nyuruh joan datang kerumahku"
"memangnya kenapa sih Ardi"?
" gara-gara kamu mamaku marah keras nih aku di tuduh memanfaatkan jabatan sebagai panitia ospek"
"iya iya maaf deh di"
"kamu sih ngerjain orang ngga mikir mikir dlu. mamaku marah marah tahu ngga kamu bel".
" yah kan aku cuman mau mengenalkan joan sama kamu Ardi. makanya aku ngga kasih dia tanda tanganku. karena aku punya rencana menyuruh dia kerumah kamu, asyik kan"?
"Asyik apaan orang aku di marah marah kok asyik. kamu jangan aneh aneh deh Bel.pokoknya buku tanda tangan miliknya sudah aku tanda tangani semua termasuk milik kamu. jangan kamu protes yah? "
"Iya mas Ardi yang terhormat" jawab Bella mengoda Ardi
"oke yah udah sampai nanti yah"
kemudian Ardi menutup pembicaraan telfon dengan Bella. Malam itu Ardi tidak bisa tidur karena memikirkan joan dia sangat tertarik dengan kepribadian gadis itu. ada rasa hangat yang dia rasakan saat bersama dengannya. entahlah yang jelas Ardi mengaguminya.. tak lama kemudian diapun terlelap tidur.
Bersambung!!!!!!!
__ADS_1