
malam itu di sebuah kafe terlihat sepasang muda mudi yang masih saja berdebat. yah mereka adalah Ardi dan joanna.
"mas Ardi kita mau kemana ini"? tanya joan yang bingung sendiri karena sedari tadi Ardi nampak diam saja.
"" gimana kalo kita jalan jalan "? Ardi balas bertanya kepada joan.
" mau kemana mas"?
"yah kemana aja kamu suka!!! "
"tapi ini sudah malam lho. aku cuman punya waktu 2 jam lagi, karena papa akan menjemputku mas".
" bagaimna kalau ku antar saja kerumah sekarang, nanti kita ngobrol aja dirumah.
"mudah mudahan papa belum berangkat yah mas"
"kurasa belum joan"
"yaudah ayok".
dan mereka berdua pun bergegas keluar dari kafe dan menuju ke tempat di mana mobil Ardi di parkir. ahkirnya untuk kali kedua Ardi mengantar joan pulang. sepanjang perjalanan Ardi hanya diam saja dan ahkirnya joan pun merasa jenuh dengan keadaan mereka berdua sekarang.
" mas Ardi kok diam aja sih"?.
"habis mau bicara apa yah"?
" yah ngomong apa saja dong mas".masa diam mulu sih.
"oh iya by the way joan udah punya pacar belum"? tanya Ardi dengan gugup
" sudah"
"hah"
Ardi kaget. tiba tiba di pun refleks menginjak rem. sehingga membuat joan kaget.
"duh hati-hati dong bawa mobilnya mas" joan memarahi ardi.
"kamu kenapa sih mas" tanya joan lagi
"enggak apa apa kok" jawab Ardi
joan nampak tenang tenang saja dia tidak mengetahui bawa Ardi kepikiran jawabannya tadi kalo dia sudah mempunyai pacar.
__ADS_1
"pacar itu apaan sih" tiba tiba joan bertanya dengan polosnya
"yah sayang sama kamu, trus jemput kamu pas pulang".
" ohh itu ada, papa, bastian sama mang karmin.
"bastian itu siapa "?
"oh dia lelaki tampan, kuliah kedokteran dan dia adalah kakak yang baik untukku" jawab joan cuek
"ooh kakakmu"
"lah iya emang siapa lagi"
mereka berdua pun tertawa berbarengan. Ardi tersenyum, hampir saja dia kecewa mendengar joan sudah memiliki pacar. padahal itu hanya akal akalan joan saja untuk mengerjai Ardi..
*
*
*
mobil yang di kemudi kan oleh Ardi sudah sampai di pekarangan rumah joan. joan pun turun kemudian dia memanggil Ardi untuk mampir.
"emang ngga apa apa nih"
"yah enggak dong"
"oke ya udah asal ngga ngerepotin kamu aja sih"
"ayok mas.".
mereka berdua pun masuk kedalam rumah. terlihat di ruang tamu ada papanya joan yang hendak bersiap menjemput joan namun anaknya sudah muncul di depannya
" loh udah pulang sayang"? tanya papanya joan
"iya nih mas Ardi yg nganterin pulang pah"
"kamu siapanya joan"papanya memandang ke arah Ardi "?
" e anu om temannya joan om" jawab Ardi gugup.
"oh yah sudah kalian ngobrol aja disini papa mau ke kamar aja. jangan lupa tamunya di bikin minuman joanna"
__ADS_1
"iya siap papa sayang"
papanya joan pun berlalu meninggalkan mereka berdua.
"mas duduk dulu aku ambil minuman sebentar yah" pinta joan kepada Ardi.
"ok siap"
tak lama kemudian joan kembali dengan membawa nampan minuman dan kue kering untuk cemilan. kemudian mereka berdua pun asyik ngobrol.
"joan aku pengen ngomong serius sama kamu" tiba tiba Ardi berkata kepada joan dengan wajahnya yang super dingin
"bicara aja mas"
"joanna kayaknya aku suka sama kamu deh" Ardi memandang wajah joan dengan tatapan cinta
"deg"
jantung joan seakan terpompa cepat mendengar yang dikatakan Ardi. tapi dia berusaha untuk tenang walaupun sebenarnya dia juga bahagia mendengar lelaki itu mau mengungkapkan perasaan nya.
"ah mas Ardi punya banyak pacar kata kak Novi"joan berusaha memotong cerita Ardi karena dia sudah sangat gugup.
" siapa yang bilang orang aku naksirnya sama kamu loh"
"beneran mas"
"iya beneran sumpah di sambar petir dah" jawab Ardi yang langsung disambut tawa oleh joan.
"yah sudah kita liat aja nanti yah mas"
"kok gitu jawabnya"
"lah trus harus jawab gimana mas"
"hmmmm, nggak yah udah kalo gitu" jawab Ardi lemas
"tapi aku mau kok kalo mas Ardi datang kerumah tiap malam sabtu aku akan senang hati menunggumu mas" jawab joan sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat
mendapat jawaban itu seketika Ardi tersenyum simpul. seperti ada lampu hijau dari gadis mungil cantik di depannya itu.
"oke kalo gitu aku siap sedia" jawab Ardi tegas
malam semakin larut. tak lama kemudian Ardi pun pamit undur diri untuk balik ke rumah. dengan langkah riang joan mengantarnya sampai di balik pagar. joan pun ternyata sangat bahagia bisa berdua dengan Ardi di malam itu..
__ADS_1
Bersambung guys.......