
Pagi hari dikediaman keluarga Hartono. nampak desi, Ardi, dan kedua orangtuanya sedang sarapan. nampak Ardi sedang makang sambil tersenyum dia nampak bahagia pagi itu.
"ngapain senyum senyum kaya orang gila aja kamu bang"? tanya desi
" ah sewot aja kamu"
"dibilangin kok nyolot sih bang"
"ah sudah makan aja jangan bertengkar di meja makan" tegur ningsih kepada kedua anaknya itu.
"Ardi lain waktu mama ngga ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi yah"
"lain waktu Ardi udah lulus kali ma"
"ingat lulus juga kamu, kirain udah mau tinggal di kampus sehingga ngga mau nyelesain kuliah kamu"
"sudah kali ma judul sama proposal aku suda di Terima lagian sudah dapat dosen pembimbing aku. tinggal fokus ngerjain aja ma" jawab ferdi
"yah sudah kamu ingat yah sudah 7 tahun kamu kuliah loh di" ningsih menegur Ardi karena putera sulungnya itu sudah tujuh tahun merangkap sebagai mahasiswa.
"iyaiya maaf ma"
"minta maaf sama papa dia yang ngeluarin biaya buat kamu"
__ADS_1
"kalau lulus aku nanti kerja dimna yah"?
" yah nyari dong, kamu udah harus memikirkan masa depan kamu nak" ningsih menasehati Ardi.
"di perusahaan papa aja yah ma'
" nggak papa keberatan kamu kerja di perusahaan papa, nanti kamu se enaknya kerja. bisa bangkrut perusahaan papa nantinya"!! tegas bambang ayahnya Ardi
"papa punya teman, nanti kamu ngelamar kerjasama disana biar kamu dididik disiplin, teman papa itu suskes padahal dulu ia cuman seorang buruh pekerja kasar loh. sekarang dia udah punya berapa perusahaan besar. nah papa sudah pernah bilang, sebaiknya kamu kerja disana sama teman papa biar dilatih supya bagaimna bisa bekerja dengan baik dan benar. " bambang bicara panjang lebar menjelaskan Ardi
"huh kenapa ngga papa aja sih"
"papa ngga sanggup bimbing kamu Ardi"
"itu juga demi kebaikan kamu loh Ardi, papa akan serahin perusahaan papa ke kamu kelak. kalau ia sudah yakin kamu bisa memimpin perusahaan" timpal ningsih ibunya Ardi
"jangan asal ngomong kamu harus penuh tanggung jawab loh"
"ahh mama ini kok ragu sama anak mama sendiri sih"
"habis kamu kelamaan kelar kuliahnya Ardi"
"masih males sih ma"
__ADS_1
"malas atau keenakan senang senang kamu"
"lho siapa yang senang senang mama sayang"
"lah, itu mendaki gunung, kemping, organisasi sana sini, lalu apalagi. seribu kegiatan kampus kamu ikutin. kamu harus bisa mikirin masa depan kalau sendiri. "
"maksud mama apaan sih"
"mama belum pernah liat kamu bawa pacar pulang kerumah, kamu laki laki kan feb"? tanya ningsih
" oh jangan kuatir yang satu itu ma, aku sudah mulai memikirkannya. pokoknya kejutan aja suatu hari nanti aku ajak kesini deh".jawab Ardi penuh percaya diri.
"jangan habis dijanjikan kamu mana buktinya"lagi lagi ningsih menyudutkan anaknya itu
" sabar ma, sabar"
"sampai kapan mama harus bersabar "
"iya deh dalam waktu dekat ini aku kenalin ma"
Ardi memang pusing kalo ditanya soal pacar. bagaimna tidak selama ini banyak yang menyukainya tapi dia adalah tipe laki laki yang dingin. makanya banyak wanita yang mundur perlahan.
sehabis sarapan masuk ke kamarnya kemudian ke teras rumah disana ada desi yang sedang duduk. ia pun ikut duduk dengan adiknya itu.tak lama mereka berdua terlihat sedang berbincang- bincang. mengenai masa depan tentunya..
__ADS_1
bersambung!!!!!