
Perkenalkan namaku Misoshiwa Katoru, pekerjaan ku adalah perakit AI. Aku bekerja disini karena Gajinya sangat lumayan dan juga karena hobiku merakit sesuatu jadi sekalian bekerja.
Di siang hari, hampir dijam makan siang.
"Misoshiwa-kun bisa kau kerjakan bagian ini?" Ucap salah satu rekan kerja ku yang bernama Hishiba Sae
"Oh... Baik."
Setelah di program bagian tangannya dengan benar oleh rekan kerja ku, lalu ku pasang ke tubuh utama.
"Baiklah sekarang tinggal sumber tenaga nya." Ucapku.
"Biar saya yang mengambilnya." Ucap Sae yang menuju ke ruangan penyimpanan.
"Hati hati, itu cukup berat."
Dengan hati hati Sae mengangkatnya.
"Misoshiwa-kun, bisakah kamu menolongku? Ini cukup berat!" Sae membawa sebuah Core yang berbentuk bulat seperti bola sepak.
Lantas aku berjalan ke arahnya dan membantu mengangkat Core tersebut.
"K-kita letakan disini?" Sae bertanya kepadaku.
"Ya..." Core itu kami letakkan di sebuah charger untuk diberi daya.
"Fiuh... Akhirnya selesai, sekarang tinggal menunggu agar Corenya penuh dengan listrik, oh iya, Misoshiwa-kun, saya mau ke kantin, mau titip?"
"Kalo begitu capuccino cincau."
"Oke." Sae pergi dari Lab.
Setelah beberapa menit...
Aku mengecek kembali apa bila ada yang kurang maka dapat ku penuhi dengan segera.
"Bagian ini... Oke selesai..."
*Dzeeett* suara listrik terdengar oleh telinga ku.
"S-suara apa itu?!" Dengan cepat aku memeriksa dari mana asal suara itu.
Ku temukan ternyata asal suara itu berasal dari sebuah Core yang sedang di Charge.
"I-ini kenapa!!!" Aku langsung menyalakan detektor untuk memeriksa apakah ada yang salah.
Tak lama kemudian terjadi sebuah ledakan yang menghancurkan seluruh yang ada di Lab.
*DUAAAR!!*
Diriku yang hampir tak sadar merasa semuanya panca indera menjadi tak terasa. Suara, penglihatan, pengecap rasa, dan gesekan, semuanya menjadi hambar. Tak lama kemudian setelah semua indera ku mati rasa, diriku terasa seperti sedang terbang ke atas.
Tak lama kemudian disaat aku tersadar terdapat seorang kakek kakek yang sedang duduk di singgasana yang terlihat seperti singgasana istana.
"Anda... Sudah mati." Dengan suara yang membuat ku merinding menggelegar ke seluruh ruangan.
"A-apa yang terjadi?!" Perlahan ku mengingat apa yang terjadi.
"Anda telah mati karena kesalahan anak buah saya, mohon maafkan lah kami." Kakek itu berjalan ke arahku dan bersujud.
"T-tunggu!!! K-kakek ini siapa?! Anak buah? Sebenarnya ini dimana?!"
"Saya mengerti bahwa anda kebingungan apa yang telah terjadi, saya adalah Dewa, lebih tepatnya Dewa yang mengurus dunia anda yaitu Bumi."
"D-d-dewa?! B-baru kali ini ku lihat..."
__ADS_1
"Oleh karena itu, sebagai balasan karena menjadi korban dari anak buah ku, Anda akan saya hidupkan di dunia lain."
"Kenapa tidak di duniaku yang sebelumnya?"
Sang dewa merasa jika aku kurang sopan dan mulai menatapku dengan serius.
"Jika Anda ingin Hidup di dunia yang sebelumnya, maka dengan terpaksa saya harus menghapus ingatan Anda, apakah anda yakin?"
"T-tidak!!! Saya juga tidak ingin ilmu yang saya dapatkan ini menjadi sia sia karena sebuah kecelakaan."
"Makannya, Sebelum Anda di pindahkan, Anda akan diberi 3 Keinginan."
"Keinginan... Mungkin, Saya ingin Hidup sebagai AI yang canggih disana." Setelah perkataanku, Dewa mulai mencatat nya.
"Baik baik... Lalu?"
"Hmm... Saya ingin sebuah kemampuan yang dapat membuat sesuatu disana."
"Hmm... Apakah anda ingin membuat sebuah teknologi disana?"
"Kurang lebih begitu, soalnya jika Saya hidup seperti zaman purba bisa repot."
"Baiklah... Yang terakhir?"
"Saya ingin bisa memakan dan merasakan makanan yang ada disana, karena saya adalah AI jika bisa buatkan agar makanan yang ku makan menjadi tenaga."
"Baiklah, apakah ada yang ingin Anda ubah?"
"Tidak, saya yakin dengan itu."
"Baiklah... Dan sebagai tambahan biarkan Anak buahku bertanggung jawab atas tindakannya, Ex-Lil, keluarlah dan sambut tuan barumu."
Sebuah gerbang keluar di belakangku, dan terbuka, keluarlah seorang Malaikat perempuan berambut Hijau panjang.
"D-dewa-sama!!! Tolong maafkanlah hamba!!! Saya tidak ingin pergi dari tempat ini!!!"
"Kesalahan tetap Kesalahan, kamu harus menebusnya."
Setelah melihat Ex-Lil rasanya bakal merepotkan... Dan itu mengingatkan ku dengan Putriku, semoga saja keluarga ku tidak apa apa disana.
"DIAM!! Tidak perlu banyak alasan, sekarang pergi!!"
"B-baik... Hiks... Hiks..."
Waduh... Dewa marah...
"Semoga kehidupanmu yang kedua ini akan menyenangkan, selamat tinggal."
Sebuah cahaya yang sangat terang menyinari ku dan Ex-Lil, aku pun menutup mata, lalu disaat membukanya...
|Sistem... Aktif... Memproses pergerakan... Selesai...|
Terlihat sebuah layar yang keluar disaat aku membuka mata.
Dengan cepat aku mencari data tentang tipe dan nama dari AI yang ku gunakan.
|Nama: ME-ARLI (Mekanik Elektrik-Auto Re Life Insiden)
Type : MK99 (Mekanik Knight 99)
Level : 01
Skill : Crafting, Auto Repair, Sun Power, Appraisal, Material|
Setelah itu aku melihat sekeliling tubuhku, terlihat seperti AI perempuan.
__ADS_1
"Aaaa... Tes tes satu dua... Hah... Dah ku duga..."
"Sepertinya Tuan Katoru tidak puas..." Ex-Lil yang sedang melihat ku di sampingku.
"Ya iya lah... Seharusnya permintaan yang pertama harus ku tambahahkan sedikit agar aku dapat mengatur Tubuh AI yang akan ku gunakan."
"Yang berlalu biarkan berlalu... Nasib kita sama kok, tehe."
"Sama dari mana... Lagian ini semua gara gara kamu yang bikin aku mati."
"I-itu..."
Setelah itu aku melihat sekeliling... Dan aku berada di sebuah hutan.
"Oh iya Ex-Lil."
"Panggil saja saya Lil."
"Lil, kalo boleh tau kita sekarang sedang berada dimana?"
Kemudian dia menatapku dengan tatapan aneh. "Kamu kan Robot kenapa tidak cek saja di petamu?!"
"Memangnya ada?"
"Ya ada lah! Bukannya kamu itu minta menjadi AI tercanggih?!"
'k-kok dia marah...'
"O-oke tunggu sebentar..." Aku mencari data yang berhubungan dengan peta, tak lama kemudian muncul.
"Peta!" Muncul hologram yang menunjukkan sebuah peta dengan sebuah pesan dipinggiran petanya.
Aku pun menekan pesan tersebut.
Pesan itu berisi.
'Halo? Kamu itu pendatang baru kan? Aku Dewi yang mengurus dunia ini, nama Dewi ku Raphael. Mulai sekarang aku akan mengawasi mu agar tidak berlebihan dalam mengembangkan teknologi diduniaku. Baiklah hanya begitu, sampai jumpa.'
"I-ini dewa Raphael?! J-jangan bilang dunia ini..." Lil terlihat ketakutan.
"Memangnya kenapa?!"
"Dunia ini adalah dunia yang dimana terdapat sihir dan Iblis, bahkan Raja Iblis pun di izinkan tinggal di dunia ini..."
"S-sihir?! J-jadi... Aku bisa menggunakan sihir?!"
"Mana bisa robot menggunakan sihir bodoh..."
"Iya juga..." Mukaku yang agak murung tetapi muka AI yang ku gunakan selalu datar.
'aaa!!! Aku juga ingin coba sihir!!!'
Kemudian kami mempelajari peta Dunia ini. Kami berada di hutan yang merupakan wilayah Kerajaan Ebys, dihutan ini terdapat banyak monster dan tanaman herbal.
*Kruwuuukk* suara perutnya Lil.
"Kalau begitu... Lil, kamu ingin makan apa? Biar ku buatkan." Lagian aku juga tak sabar Ingin mencoba daging monster yang ada disini.
"K-kamu serius bisa masak?"
"Ya bisa lah!" Dengan bangga ku mengatakannya.
"Kalau begitu buatkan aku Apa saja yang penting bisa dimakan."
"Siap!" aku berjalan sendirian kedalam hutan yang tak akan ku sangka jika ada mahkluk yang sedang menunggu ku.
__ADS_1