AI Isekai

AI Isekai
Chapter 4. Tertera Einstein?


__ADS_3

Kota Monalri, tempat yang begitu damai. Jarang terjadi perselisihan antara petualang, itu sih yang ku kira...


"Oi, kami dengar, kamu habis dapet uang banyak yah? Serahkan semua uangmu! Jika tidak nyawamu yang akan menjadi bayarannya!"


Tak ku sangka di daerah gang gang kecil juga ada preman, tapi versi dunia ini. Sebelum aku keluar dari Guild, aku diberi tahu oleh Eli yang katanya ada sebuah penginapan yang harganya murah tapi makanannya enak dan tempat tidurnya nyaman, makannya aku pergi dan mencari penginapan itu di gang gang kecil sepi seperti ini, tapi kok...


"Hora!! Kenapa diam saja, HA?!"


Dari yang kulihat, mereka dipersenjatai dengan belati.


"Merepotkan... Flash!!!" Dengan cepat aku berbalik arah dan kabur dari mereka. Lagian aku tidak memiliki senjata yang memiliki daya penghancur kecil.


Aku juga yakin Lil juga mengawasi ku dari atas, jadi aku sebisa mungkin harus menghindari yang namanya pembunuhan.


"Sekarang ke gang yang ini kah..." Setelah berjalan cukup lama, aku menemukan gang lagi.


Aku memasuki gang itu, disitu ada sebuah pertigaan yang dimana ada sebuah papan yang menunjukkan sebuah penginapan.


"Mantap, sudah ada tandanya, gas kuen!"


Setelah berjalan sekitar 20 meter aku melihat ada sebuah bangunan yang memiliki lambang tempat tidur, mungkin itu penginapan nya.


*Klinting klinting* suara lonceng disaat aku membuka pintu.


"Ah... Selamat datang." Aku disambut oleh perempuan berambut cokelat dengan pakaian maid.


"Anu... Aku ingin menginap disini, apakah masih ada kamar yang kosong?" Kalau melihat orang orang di penginapan ini, rasanya sudah penuh.


"Masih tersisa satu, iya kan bu?" Dia menoleh ke arah dapur, disana terdapat seorang wanita yang cukup mirip dengan pelayan didepanku.


"Iya, masih tersisa satu, untungnya kamu datang duluan lho... Tadi niatnya bakalan ada orang yang bakal ambil kamar itu, tapi karena terlalu lama, jadi saya kosongkan lagi."


"Jadi? Harganya berapa permalam?"


"10 koin tembaga." Kalau dipikir-pikir itu cukup murah.


"Hmm... Berarti... Hhmm... Ya udah lah, aku menginap 2 Minggu." Ucapku sambil mengeluarkan 2 koin perak.


"140 koin tembaga, tapi jika pakai perak juga tak apa." Ucap si pelayan.


"Nina-chan!! Saya mau pesan makanan!" Seseorang memanggilnya.


"Kalau begitu saya melayani dulu, kamu urusnya sama ibu saya saja dulu." Ucapnya lalu pergi kearah orang yang memanggilnya.


Aku berjalan kearah meja yang terhubung dengan dapur.


"Jadi... Aku mau menginap 2 Minggu."


"Jadi 140 tembaga ya."


"Tapi, aku membayar dengan koin perak tidak apa kan?"

__ADS_1


"Tak apa, oh iya perkenalkan saya Nire ibunya Nina."


"Saya Arli, salam kenal."


Aku pun menyerahkan 2 koin perak.


"A... Kembaliannya bisa untuk memesan makanan?" Yah... Meskipun aku tidak lapar, tapi dayaku tersisa 80/1000 bisa bahaya kalau pingsan disini.


"Bisa, mau makan apa?"


"Rekomendasi Ibu Nire saja."


"Siap." Ibu Nire kembali ke dapur mempersiapkan makanan dia rekomendasikan.


Akhirnya makanannya tiba. Menunggu sekitar 8 menit untungnya tidak membuat dayaku berkurang 1 persen pun.


Yang datang adalah tumisan Kubis dengan potongan daging yang dari baunya seperti daging sapi.


"Wah..." Baunya sangat harum, terlihat seperti Rendang yang diberi tumisan Kubis.


"Omong omong ini harganya 50 koin tembaga, jadi masih ada sisa 10 koin, apa kamu mau ku buatkan makanan penutup?"


"Iya, aku mau." Setelah mengatakannya, dia tersenyum lalu kembali ke dapur.


'waktunya makan...'


"Aamm..." Gigitan pertama tekstur dagingnya terasa empuk, bumbunya juga meresap, dari rasa agak seperti Rendang. Lalu tumisan Kubis, rasanya seperti bumbu tumis biasa, tapi yang bikin khas dari masakan ini yaitu rasa tersembunyi dari bunga yang berwarna pink ini.


Setelah makan, dayaku naik menjadi 340/1000 kira kira cukup banyak untuk berjalan dari kerajaan Ebys ke kota Monalri bolak balik 2 kali.


"I-ini... Es krim?!" Saat aku mengatakannya, Ibu Nire terkejut.


"Maa... Kamu sudah tau es krim? Kamu baru pertama kali ke kota Monalri ini kan?"


"Iya, tapi aku sudah tau ini sejak lama."


"Jangan jangan kamu ini satu kampung halaman dengan Einstein?" Dari namanya kok...


"A-aku tidak kenal orang yang bernama Einstein."


"Jadi begitu... Ya sudah jangan dipikirkan, silahkan dinikmati." Ibu Nire kembali ke dapur.


Ada ada saja, sepertinya ada orang yang bereinkarnasi atau dipindahkan dari duniaku ke dunia ini, tapi yang agak keterlaluan adalah menggunakan nama Ilmuan yang belum tentu kepintarannya sama dengan ilmuan itu.


"Hmm~ sudah kuduga, dimana pun itu Es Krim memang enak~"


Setelah Es Krim itu habis, aku pergi ke kamarku yang berada di lantai 2, sebelum itu, aku menerima sebuah kunci kamar dari Bu Nire.


"Kamar 204... Ah, ini dia." Aku pun masuk, di dalam terlihat tempat tidur untuk satu orang, meja yang ada lacinya dan sebuah lemari.


"Wah... Jadi seperti ini rasanya berada di penginapan yang terbuat dari kayu..." Aku langsung tiduran sambil menatap langit langit penginapan.

__ADS_1


Tapi disaat aku masih dalam posisi terlentang di kasur, terdengar bunyi kayu yang retak, Secara refleks aku berdiri.


"Mencari asal suara retakan!"


|Mencari asal suara....... Selesai, asal suara dari sebuah kaki tumpuan ranjang ini, sepertinya jika anda tidak bangun dari ranjang ini, kaki ranjang nya akan roboh.|


"Heh? Beratku memangya berapa?"


|Berat badan anda : 113KG|


"Terus kenapa kayu yang aku injak ini tidak rusak saat aku berdiri?"


|Dikarenakan sihir Fly Art aktif tetapi dalam skala yang kecil|


"Kalau begitu, auto kan Fly Art dengan berat badan yang sama dengan orang pada umumnya disaat aku tertidur."


|Memproses......... Berhasil. Berat badan disaat tertidur menjadi 37KG|


"Whoah... Rasanya jadi sangat nyaman, oh iya, tunjukkan status ku."


|Nama: ME-ARLI (Mekanik Elektrik-Auto Re Life Insiden)


Type : MK99 (Mekanik Knight 99)


Level : 21


Skill : Crafting, Auto Repair, Sun Power, Appraisal, Material, Magic Crafter, Damage Multiplayer.|


"Level 21 kah... Sekarang coba lihat skill Crafting."


|Weapon


|Tool


|Modul


|UPGRADE


"Upgrade... Perasaan aku tidak pernah liat. Upgrade."


|Alat Pembuat Barang lvl 1->2|


|Akan terbuka di level 50|


"Jadi hanya satu, hmm... Ku upgrade ah."


|Alat Pembuat Barang lvl 2|


|Setelah di upgrade, beberapa bahan dapat digantikan dengan Material Point|


"Wow! Kalau begini aku bisa bikin material hanya dengan Material Point."

__ADS_1


Karena terlalu senang, mesinku terlalu panas, dan itu menyebabkan dayaku cepat turun. Dengan daya yang turun di bawah 50/1000 akan memberi efek "lelah", efek ini telah ditambahkan disaat aku berlevel 20.


Karena efek lelah itu aku dapat tidur dengan nyenyak, keesokan harinya, saatnya ke guild untuk mencari penghasilan lain.


__ADS_2