AI Isekai

AI Isekai
Chapter 7. Tertera Tujuan Untuk Hidup Damai Part 1.


__ADS_3

Digunung didekat Kota Monalri.


"A-apa yang terjadi???!!!! Nagarinya?!! Kemana Nagarinya!!!!" Ucap Seorang pria berotot dengan kalung yang terbuat dari tembaga, perak dan emas.


"Sialan!! Akan ku bunuh yang telah membebaskan aset berharga ku!!!" Tak lama kemudian muncul orang lain.


"Boss! Saya telah menerima sebuah kristal nagari dari guild di kota Monalri, dan petualang yang menyelesaikan quest ini adalah Arli." Ucap laki laki yang terlihat seperti bawahnya.


"Arli... Kota Monalri... Kah... Mika, Halbart, awasi dia, tapi jika ada kesempatan.... Bunuh dia!" Ucapnya dengan hawa membunuh yang kuat.


Sementara itu disaat yang sama, aku telah menyelesaikan seluruh eksperimen ku.


"Nah... Sekarang tinggal berapa material Point ku?"


|Material Point : 10|


Waw, ternyata aku pakai banyak banget. Disaat itu pun aku menoleh ke arah Satoru.


'hmm...' aku melihat Satoru yang sedang duduk dilantai dengan pakaian compang camping.


"Satoru, beli baju yok."


"EH?!" Seketika Satoru terkejut.


Satoru terlihat sangat gugup, padahal biasanya tidak begini.


"Satoru?"


"I-IYA?!" Satoru kaget.


"Tidak usah tegang begitu, kita kan hanya beli baju buat kamu, toh sebenarnya kamu itu bikin aku malu dengan pakaian yang kamu pakai itu."


"B-baik, maafkan saya Arli-sama." Kelihatannya sudah membaik.


Kami berjalan kearah guild untuk menanyakan toko baju yang memiliki kualitas yang bagus.


"Kalau begitu ada yang namanya Toko Treik, disana juga menjual pakaian yang memiliki efek sihir, saya sangat rekomendasikan disitu." Ucap Eli.


Walaupun katanya begitu, disaat aku sampai di Toko Treik, antriannya panjang beut.


'Jadi ingat disaat aku mengantri Roti isi spesial yang di kantin dulu.' batinku.


Setelah mengantri beberapa menit.


"Selamat datang di Toko Treik, Ada yang bisa saya bantu..." Seorang perempuan yang mungkin adalah karyawan disini bertanya kepadak-


"Tuan." Dia ternyata bertanya kepada Satoru.


"Mba, saya master nya mba."


"Ha?!! Maafkan saya... Saya masih baru disini... Saya mohon maafkhan saya..."


'A... Lidahnya kegigit.' batinku.


"Tidak apa-apa, oh iya, bisa carikan pakaian yang sederhana tapi tidak mudah rusak untuk laki laki ini?"


"B-baik, silahkan lewat sini tuan."


"A-arli-sama, apa tidak apa apa jika aku mengikutinya? Saya rasa ada jebakan disini."


"Ck! Kamu sama dia sama aja bodohnya, inikan toko baju, mana ada yang menjebak kita disini!"


"M-maaf, saya yang terlalu mengada-ada." Satoru pergi dengan karyawan itu.


Setelah sekitar 15 menit Satoru kembali dengan menggunakan pakaian seperti Pekerjaan Bengkel.


'kalau dari penampilan agak... Tapi coba kalau status, Fiction!'


|Seragam Montir|

__ADS_1


|Efek:Daya fisik +20%


Pertahanan fisik +20%


Daya Sihir -10%


Pertahanan Sihir -10%|


"Boleh juga, berapa harganya?"


"2 koin emas."


Ugh... Mahal... Tapi sebanding dengan efeknya, tapi itu akan berguna jika melawan musuh yang menggunakan serangan fisik.


"Oke, akan ku beli, dan yang ini aku juga mau beli."


Aku memilih Jaket Bulu White Dragon yang memiliki status:


|Efek : Daya Sihir +45%


Akurasi +60%


Peluang Kritikal +80%


Daya Fisik -20%


Regenerasi Natural -100%


Status tambahan: dapat diberi dan ganti warna|


Apalagi dengan slot pemberian Warna, ini cukup menarik. Jaket ini tertera memiliki harga 1 koin emas, mungkin karena status regenerasi Natural nya berkurang 2x yang menyebabkan luka kecil akan menjadi lama untuk sembuh itulah harganya hanya 1 koin emas.


"Terimakasih banyak, datang lagi!"


Sekarang seluruh koinlu tersisa 20.006 koin emas, 984 koin perak, dan 50 koin tembaga. Menghitung beginian aja sudah merepotkan apalagi untuk author.


"Arli-sama... Saya hanya dibelikan satu baju doang nih?" K-kok Satoru sedih.


"Serius?! Anda bisa buat baju?" Nada bicaranya agak tidak yakin.


"Kalau tidak percaya ya tidak apa-apa."


Kami kembali ke penginapan, tapi kali ini, radarku mendeteksi jika ada seseorang yang mengikuti ku selama 1 jam terakhir ini.


"Satoru, aku sebenarnya merasa ada yang mengikuti kita dari tadi." Ucapku membisik.


"Heh... Arli-sama juga? Saya sih tidak ingin berurusan makannya saya diam, tapi jika dia berulah ya saya hajar." Balasnya juga sambil membisik.


Sekarang dari sebuah bulu yang ada dijaketku, akan ku Crafting sesuatu.


|Robot lalat|


|Dapat digunakan untuk menyadap dan berkamuflase seperti lalat pada umumnya sehingga sulit untuk di tangkap.|


|Biaya Material : 1 Bulu White Dragon


1 Baterai


1 Komputer Chip|


'hanya komputer chip yang tidak ada, berarti menggunakan material Point.'


|Komputer Chip : Convert Material Point\=1.000|


'kalau begitu tukarkan 10 Koin Emas.'


|Convert 10 Koin Emas \= 1.000 Material Point|


|Bahan tercukupi, memulai Crafting.......... Selesai|

__ADS_1


"Waw... Beneran seperti lalat, ini alat baru Arli-sama?" Satoru melihat lalatnya seperti melihat atraksi Kembang api.


"Yups, kita pakai ini."


'Fiction, alat ini auto kan?'


|Robot lalat menggunakan AI dari lalat yang asli, jadi tinggal beri perintah untuk terbang kemana|


"Nice 'sekarang ikuti orang yang mengikuti ku' ."


Robot lalat itu terbang kearah orang yang mengikutiku, ternyata suara yang robot tangkap itu langsung masuk kekepalaku.


"Jadi? Dia sasaran yang diperintahkan boss?" Suara pria dewasa?


"Benar, kita akan beraksi nanti malam, ingat tetaplah waspada, karena kemungkinan besar dia telah menyadari kita sejak awal." Suara anak perempuan?


"Apa?! Tidak mungkin lah dari jarak sejauh ini lho!"


"Tapi, tadi aku merasakan sesuatu yang mengancam dari arahnya, apa itu dari laki laki yang disebelah nya?"


"Mana ku tau bodoh, yang ku tau cuman dia punya banyak uang dan memiliki wajah yang polos, jadi mungkin dia adalah mangsa yang mudah."


"Ingat, jangan menilai orang dari sampulnya, dia mungkin terlihat polos, tapi dialah yang telah membebaskan Nagari jadi tetaplah waspada."


"Iya iya."


Setelah percakapan itu mereka pergi dari tempat itu, tak ketinggalan robot lalat ku juga mengikutinya.


Hari juga masih siang, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk pergi dari kota Monalri, sebenarnya keinginan ku itu adalah mempunyai sebuah rumah yang lumayan jauh dari kota dan berada di antara desa.


"Satoru, aku ingin pergi dari sini, bagaimana menurutmu?"


"Yah... Saya hanya mengikuti kemanapun Arli-sama pergi."


Jadi bisa nih? Ya udah, walau belum 2 Minggu di penginapan, setidaknya sisa bayarannya bisa dijadikan bahan makanan untuk diperjalanan nanti.


Karena semua barangku berada di skill penyimpanan, jadi aku tidak perlu repot-repot membawa barangku. Setelah beberapa menit semuanya selesai.


Aku menuruni tangga dan ada Nina dan Ibu Nire yang sedang membersihkan meja.


"Ibu Nire, saya ingin pergi dari penginapan ini tidak apa apa?"


"Ara~ sudah mau pergi? Belum dua Minggu lho ini." Ibu Nire berhenti mengelap meja.


"Iya, saya dan Satoru yang disebelahku ini, ingin berkelana lagi."


"Kalau begitu, uang lebih nya saya ambilkan." Nina berjalan ke arah kasir.


"Nina! Tidak usah, sebenarnya yang saya inginkan uang itu digantikan dengan beberapa bahan makanan." Ucapku.


"Kalau begitu... " Ibu Nire pergi kebelakang penginapan lalu kembali lagi dengan sebuah kotak kayu.


"Ini kebetulan ada kiriman sayuran, kalau mau silahkan bawa." Lanjutnya, saat dibuka isinya berbagai sayuran yang dimana beberapa masih tersisa akarnya.


"Baiklah, akan ku masukkan ke penyimpanan." Saat aku memasukkannya mereka agak terkejut.


"Jadi Arli-san, bisa memakai Skill Penyimpanan?!" Nina yang bicara.


"Bisa, kenapa?"


"Konon katanya, orang yang bisa menggunakan Skill Penyimpanan itu adalah orang orang yang telah mencapai Rank B keatas. Arli-san rank guild mu rank berapa?"


"Rank?" Aku melihat kartu guild ku.


"Rank E, jadi masih kurang?" Lanjutku.


"Arli-san hebat! Baru Rank E tapi suda bisa memakai Skill Penyimpanan." Nina bersalaman denganku.


"Eee Nina-sama, kami harus cepat." Ucap Satoru.

__ADS_1


"Eh?! Maafkan saya! Saya terlalu bersemangat..."


Dengan begitu, kami pergi dari penginapan, tanpa diduga ada 2 orang yang menunggu kami di depan gerbang.


__ADS_2