
Aku berjalan menjauh dari Lil untuk mencari bahan makanan.
'Jadi pengen makan daging, Uh... Walaupun aku bilang "siap!" Tapi bagaimana cara ngalahin monsternya... Hmm... Coba aku pakai kemampuan Crafting ku.'
"Crafting!"
Muncul...
|Weapon
|Tool
|Modul
"Hanya 3 pilihan... Jadi, Weapon."
|Advance Sword : 2000 m.point|
|Magic Cannon : 5000 m.point|
|Magic Sniper : 10000 m.point|
|Akan terbuka di level 50|
"Ini juga hanya tiga lho!!! Sekarang Check M.Point."
|M.point (Material Point) : 2000|
"Untung bisa Crafting pedangnya, Advance Sword, Crafting."
|Memulai Crafting... Selesai. Advance Sword Lvl : 1|
"Dan cara memakainya... Advance Sword, aktif."
|Mengaktifkan Advance Sword|
Dari tangan kananku keluar sebuah bilah pedang yang berwarna biru, jadi ini lah senjata pertama ku.
Disaat yang sama muncul babi hutan yang berukuran jumbo, kira kira sudah sebesar mobil.
\*Nggiikkkk!!!\* Babi itu berteriak yang menyebabkan banyak babi hutan berukuran kecil berdatangan.
"Aaaa... What happen?! Kok banyak banget..."
\*Nggikk...\* Satu per satu babi hutan mulai menyeruduk ku.
Dengan cepat aku menghindari serudukan mereka satu persatu.
"Cara pakai pedang... C-crafting!! Modul!!"
|Sword art : 100 m.point|
|Shoot art : 200 m.point|
|Fly art : 500 m.point|
|Flash : 700 m.point|
|Natural Face : 800 m.point|
|Fast repair : 1000 m.point|
|Fast recovery :2000 m.point|
|Akan terbuka di level 50|
"Waduh!!! Mana tadi sudah ku pakai buat bikin ini pedang!!! Lil!!! Tolong!!!" Aku yang berusaha untuk menghindar sana sini akan tetapi pada akhirnya aku terjebak di antar dua batu.
Tapi disaat itu...
*Sregg 17x*
Lil datang dan membunuh semua babi hutan nya menggunakan sihirnya.
"Hhuaaaa.... Lil... Aku pikir aku akan mati lagi..." Aku menangis sambil memeluk Lil walaupun tidak keluar air mata.
"Oi... Oi... Jangan begitu... KAMU KALO NANGIS TANPA EKSPRESI GITU NGERI TAU!!!"
"M-maaf..." aku melepaskan pelukanku.
Akhirnya kami dapat bahan makanan yang terlalu banyak.
"Lil, kamu mau kan kalau makan daging babi hutan?"
"Mau dong!! Cepetan aku sudah lapar!!"
Aku membuat daging bakar, aku membakar nya hanya dengan beberapa bunga yang memiliki aroma yang khas.
"Katoru... Ini hambar..." Mukanya yang sedih sambil menggigit daging babi nya.
"Tahan... Sampai nanti sampai ke kota kita akan cari makanan yang enak."
Setelah makan aku meleburkan semua sampah dan dagingnya menjadi M.point, dengan hasil aku mendapatkan 23.000 m.point.
Sekarang sudah hari sudah mulai gelap, aku membangun sebuah rumah kecil kecillan yang menggunakan 5000 m.point.
__ADS_1
Karena diriku adalah AI, jadi aku tidak perlu tidur. Selama ada cahaya dan m.point aku dapat melakukan berbagai eksperimen.
"Lil kamu boleh tidur duluan, aku masih ada hal yang harus ku lakukan." Ucapku yang sedang berdiri di depannya Lil, sedangkan Lil, dia duduk di tempat tidur sambil menungguku.
"Tuan yakin? Apakah tuan tidak ingin melakukannya denganku malam ini?"
Aku terkejut.
"T-tidak tidak!!! Mana mungkin robot bisa melakukan itu..." Ucapku dengan ekspresi datar.
"A-aku jadi bingung, apakah tuan ini malu atau marah... Ya sudahlah, saya tidur duluan." Lil menarik selimut lalu tertidur pulas dengan cepat.
*Huuhuuhh... (Nafas Lil tertidur)*
"Gilaaa... Cepet juga dia tidurnya."
Aku keluar dari rumah, tanpa basa-basi aku langsung membuka skill Crafting.
"Oke... Saatnya, Crafting!"
|Weapon
|Tool
|Modul
"Modul."
|Sword art : 100 m.point|
|Shoot art : 200 m.point|
|Fly art : 500 m.point|
|Flash : 700 m.point|
|Natural Face : 800 m.point|
|Fast repair : 1000 m.point|
|Fast recovery :2000 m.point|
|Akan terbuka di level 50|
"Mungkin aku akan membuka semuanya satu persatu."
Untuk yang pertama, aku memiliki Natural Face. Aku memilih ini karena rasanya sangat suram jika hidup tanpa ekspresi.
|Natural Face Modul : aktif|
"Apakah sudah?.... (sedih) Hiks... Hiks... (ketawa) Hahahaha... (terkejut)A-apaan itu!!!... (kecewa)Eee... Tidak ada yang berubah... Hmm... Nanti aku minta pendapat Lil saja, untuk sekarang... Akan ku buka Sword art dan Shoot art."
|Sword art : Lv.1|
|Shoot art : Lv.1|
|Semakin Anda berlatih maka akan semakin tinggi levelnya|
Lalu ku buka Fast Repair dan Fast Recovery.
|Fast Repair : aktif|
|Fast Recovery : aktif|
"Baik... untuk uji coba..."
Aku mengeluarkan sebuah pedang.
"Pliss tidak sakit, pliss!!!, Hagh!!!"
*Dreg!!!* Aku menebas tangan ku sendiri hingga terlepas. Untungnya rasa sakit yang diberikan tidak terlalu sakit, dan hanya sebatas layar pemberitahuan letak bagian yang rusak. Bagian yang terpotong mulai tumbuh kembali ke kondisi semula dengan cepat.
"Hah... Hah... Hah... Syukurlah... Ngeri juga kalo memotong tangan sendiri."
Ternyata Untung melakukan Recovery membutuhkan M.Point yang cukup besar.
"Anjir... Tinggal sedikit Material Point ku."
|M.Point : 9800|
Sekarang tersisa Flash dan Fly Art.
|Flash : aktif|
|Fly Art : aktif|
Di saat Flash dan Fly Art ku aktif, tiba tiba tubuhku terasa sangat ringan seakan tinggal melompat saja dapat membuatku terbang.
"Woah... Tubuhku ringan... Huph!!!" Aku melompat sekuat tenaga yang dimana tanpa sengaja aku melompat terlalu tinggi. Sistem ku berusaha untuk mencari tempat dimana aku melompat. Ketika ditemukan, aku terjun bebas di ketinggian 12000 kaki.
"Aaaaggghhh!!!!!.... C-cara terbang?!!"
|Regangkan kaki untuk mulai untuk terbang dengan berniat untuk terbang|
"Regangkan kaki? Seperti ini?" Aku meregangkan kaki ku, tak lama kemudian muncul percikan api biru.
|Fly Art diproses...... Selesai, berat badan 113kg... Menyesuaikan....... Selesai.|
Akhirnya aku dapat terbang secara halus.
"Uwoh... Perlahan... Perlahan....... Huph!" Kakiku akhirnya menyentuh tanah.
"Akhirnya tanah!!!" Rasanya sangat lega.
"Sekarang jam... Baru jam 8 malam? Dunia ini cukup lama juga waktunya. Sekarang Flash."
"Cara untuk menggunakan Flash."
|Hentakan sedikit kaki ke bawah dengan berniat untuk melakukan Flash|
*Krek* suara hentakan kakiku yang mengenai ranting.
*Fhussshhh* seketika aku telah berada di tempat lain.
__ADS_1
"Whhuuuh!!! Gilaa!!! Seru juga, sekali lagi! Ha." Aku menghentakkan kakiku lagi.
*Fhussshhh* 8x
Setelah menggunakan Flash beberapa kali karena ketagihan.
"Hah... Hah... Udah udah... Sekarang coba yang lain. Kok jadi ketagihan gini"
Melihat menu yang tersisa yaitu Tool dan weapon, aku pun memilih tool terlebih dahulu.
|Lem super : 500 m.point|
|Pendeteksi mineral : 500 m.point|
|Alat Pembuat Barang : 500 m.point|
|Akan terbuka di level 50|
Dipilih yang satu ini, ada satu yang membuatku tertarik yaitu Alat Pembuat Barang.
"Alat Pembuat Barang, Crafting."
|Memulai Crafting........ Selesai|
Alat Pembuat Barang ini terlihat seperti alat pendeteksi suhu, didalam alat itu memiliki banyak sekali pilihan barang yang dapat dibuat dengan bahan yang asli, dengan kata lain, tanpa Material Point.
Sebenarnya ada yang ingin ku coba lakukan, yaitu menggunakan tanganku yang terpotong tadi untuk membuat senjata.
"Glup, baiklah, akan ku coba! Pertama Analisis." Alat ini menganalisis potongan tangan ku, tanpa harus menunggu muncul dua pilihan barang yang dapat dibuat.
|Senjata Peledak Omega|
|Pedang Cahaya|
"Dua duanya terdengar kuat, tapi untuk sekarang akan ku buat senjata yang paling kuat. Senjata Peledak Omega, Crafting!"
|Memulai Crafting.......|
Alat Pembuat Barang mulai mengambil berbagai bagian bagian tanganku yang diperlukan, dan meninggalkan yang tak diperlukan.
Perlahan tapi pasti alat ini mulai membuat blue print senjatanya lalu mulai merancangnya satu persatu.
Tak ku sangka disaat Senjata Peledak Omega berjalan di 99%, tiba tiba kesadaranku menghilang.
|Cahaya matahari terdeteksi, melakukan pengisian Daya...... Memulai program....... Aktif|
Disaat aku mulai sadar dan membuka mata, terlihat muka Lil yang sedang menatapku. Dari yang terlihat, sepertinya aku sedang tidur di pangkuannya.
"Pagi Katoru, apakah kamu baik baik saja? Kamu tertidur diluar lho~"
'pagi pagi dah melihat senyuman malaikat cantik, the best lah'
Aku mulai menggerakkan tubuhku untuk bangun, tetapi entah kenapa aku tidak bisa bangun.
"Eh? A-apa apaan ini?! Aku tidak bisa bangun!"
|Daya belum mencukupi untuk melakukan pergerakan. Daya yang anda miliki 20/1000|
"Mungkin kamu terlalu kelelahan Katoru, tidak apa apa, istirahat saja dulu." Karena Lil tak apa, ya sudahlah.
"Kalau sudah mulai sakit, bilang kepada ku ya."
"Iya."
"Katoru, k-kamu sudah bisa berekspresi?!" Lil baru menyadari nya.
"Lah? bukannya dari tadi aku sudah berekspresi ya?"
"Iya kah?"
Pagi hari pun perlahan berganti menjadi siang hari.
*Kruwuuukk....*
"Lil... Laper?"
"I-iya..."
"Kalau begitu." Aku menggerakkan tubuhku, dan akhirnya aku dapat bangun.
'Berapa dayaku tersisa?'
|Daya : 218/1000|
'Dah lumayan itu... Sekarang... Senjata dan alatku dimana?'
|Tersimpan di Tangan Anda|
Lantas aku melihat ke arah kedua tanganku.
"Anjir!!! Ini..."
|Itu adalah Senjata Peledak Omega, karena itu adalah bagian dari tubuh sehingga disimpan ditangan|
"Ada apa Katoru?" Lil bingung.
"T-tidak apa apa, ngomong ngomong, kita jadi kan ke Ibukota Kerajaan Ebys?"
"Oiya dong."
"Ingat lho ya, disana kamu jangan pernah tunjukkin sayapmu."
"Gak bakal lah... Katoru pikir saya siapa coba..."
Setelah berjalan sekitar 20 menit melalui hutan, akhirnya kami dapat keluar dari hutan tersebut.
"Whoah... Jadi itu yang disebut Ibukota Ebys."
Kami terpukau akan besarnya ibukota Ebys yang terlihat dari jauh.
"Tunggu apa lagi, gas kuen."
__ADS_1
"Gas kuen?" Lil bingung lagi.
Kami berjalan ke arah gerbang ibukota, lalu di sergap oleh banyak Prajurit dari arah gerbang.