
"Jadi... Mengapa kamu memberitahuku?" Perlahan aku mendekatinya.
"Hmm? Bukannya kamu ingin mencari Kristal Nagari?" Nagari itu terdiam tak bergerak.
"Iya... Tapi bukankah kamu itu seharusnya melindungi Kristal Kristal Nagari itu?"
"Hmph! Bagaimana caraku melindunginya kalau disegel begini." Dia bergerak sedikit.
"Kalau begitu, mau ku lepas Segel nya?" Aku berjalan kearah segel.
"Huh, mana mungkin manusia sepertimu bisa mela-"
*Drissskkk!!!!* Suara segel yang patah.
"S-segelnya!!!! Kenapa bisa hancur?!! Untuk Ksatria Suci saja kesusahan, apa yang telah kamu lakukan?!!"
"Hmm? Aku hanya menembaknya dengan senjata ku."
"Ya dewa Naga, senjata seperti apa yang telah kau buat itu... Tapi setidaknya aku bisa bebas mulai sekarang, terima kasih banyak manusia." Nagari menundukkan kepalanya.
"Tapi, kalo kamu keluar dengan wujud seperti itu yang ada nanti kamu yang bakalan jadi buronan masal lho..."
"J-jadi aku harus bagaimana?"
"Mungkin tidak perlu pergi kesana kemari, cukup disini saja."
"ITU SAMA AJA DIKURUNG DISINI!!!" Tiba tiba ngamuk.
"Wow wow, tenang kawan besar, mungkin aku ada jalannya." Aku mengotak atik alat Pembuat Barang ku siapa tahu ada sesuatu yang bisa kubuat.
|Mesin Perubah Wujud|
|Material tidak ada sehingga menggunakan M.Point : 3.000.000|
"Nah! Ini mungkin bisa... Tapi, rasanya agak mustahil."
"Hm? Tunggu apa lagi, ayo cepetan!" Nagari tidak sabar.
"Tapi... Material Point."
|Material Point : 8.901|
"Masih kurang banyak banget..." Lanjutku, Nagari kebingungan.
"Mate-apa?"
"Material Point, semacam bahan untuk membuatnya." Nagari mulai sedih.
"Jadi... Apa aku tidak bisa pergi dari tempat ini..." Nagari hampir mewek.
"Dah dah jangan berpikiran negatif. Aku akan mencari cara lain." Sedikit demi sedikit Nagari mulai senang.
'hmm... Apa aku bisa menukar koin emas dan perak menjadi Material Point?'
|1 koin emas : 100 material Point|
"JANGAN BACA PIKIRANKU!!!" Nagari kaget.
"K-kenapa kamu marah marah?"
"M-maaf itu salahku, aku berbicara sendiri tadi."
'tapi ya... Boleh sih lagian aku juga punya 9.999 koin emas, jadi kalau aku tukar 30.000 koin emas nya bisa jadi 3.000.00 Material Point, ok lah bakal ku-'
|30.000 koin emas telah di convert menjadi 3.000.000 Material Point|
'Fiction semakin lama makin nyeleneh aja... Tapi aku sudah kehilangan 30.000 koin emas, tapi aku yakin dengan sisa ini aku dapat membeli sebuah tanah nantinya.'
"Nagari, aku sudah dapat solusinya, sekarang akan ku lakukan."
"Wih, serius?! Ya udah buruan!!" Nagari malah tambah bersemangat.
"Mesin Perubah Wujud, Crafting!"
|MengCrafting Mesin Perubah Wujud, silahkan tunggu 30 detik agar prosesnya dapat diselesaikan|
Setelah 15 detik aku terdiam.
"Mana?! Jadi tidak?!" Mulai kesel.
"Ya sabar ini lagi dibuat!" Aku malah ikutan marah.
Setelah 30 detik.
|Proses telah selesai, Silahkan digunakan, Mesin Perubah Wujud berada di lengan sebelah kiri|
"Oke, ini dia Nagari! Akan ku rubah dirimu menjadi manusia tidak apa apa?"
"Tidak masalah selama kekuatan ku tak ada yang berubah dan aku bisa pergi kemana mana!"
"Siap! Proses Perubahan Wujud, dari Nagari menjadi Manusia dimulai!"
|Scanning...... Sukses, Meleburkan Material... Sukses, Membangun Material...... Sukses, Ras Nagari \=> Ras Manusia, Sukses|
__ADS_1
Setelah asapnya mulai menghilang tertampak sosok laki laki yang berbadan agak kekar, berambut merah pendek, dan memiliki muka seperti idol.
"K-kamu laki laki?!" Aku yang terkejut.
"Yoi." Malah berpose V
"Sekarang tinggal tes kekuatanmu."
'Fiction, bisa kamu tes kekuatan Nagari?'
|Selama tidak melebihi batas standar, pengetesan bisa dilakukan|
"Mengetes? Jadi aku akan melawanmu?" Nagari mulai tidak percaya.
"Iya, aku akan menahan seranganmu, jadi, pukulah aku dengan satu pukulan terkuat milikmu." Nagari semakin tidak yakin.
"S-seriusan?!"
"Kalau kamu tidak mau, biar aku memukulmu dengan sekuat tenaga ku kalau mau."
|Peringatan! Jika memukul Nagari sekuat tenaga, berkemungkinan besar dapat membuatnya mati dalam sekejap|
"Oke! Maju sini! Biar aku yang mengetes kekuatanmu manusia!"
Kok malah jadi terbalik...
'Fiction berapa persen kekuatan yang dibutuhkan agar Nagari sekarat?'
|45% tidak akan membuatnya terbunuh, hanya mengalami beberapa patah tulang|
'Kurangi!!!'
|40% tidak akan membuatnya terbunuh, hanya akan mengalami memar|
'Yosh itu aja!'
"Nagari aku mulai!"
"Ya! Aku sudah si-"
*Dargg!!!!* Aku menggunakan Flash untuk menuju ke arahnya dan memukulnya dengan kekuatan sebesar 40%.
Nagari sedikit terdorong kebelakang dan itu menyebabkan tangan kanannya cedera parah.
"N-nagari!!! Kamu tidak apa-apa?!" Aku berlari kearahnya.
"Ti-dak apa apa, hanya saja tanganku agak mati rasa."
'kalau aku sampai salah perhitungan dan nagari sampai patah tulang kan aku yang merasa bersalah disini.'
Nagari terduduk setelah dapat menahan rasa sakitnya.
"Oleh karena itu, bisakah kamu menyebutkan namamu manusia?"
"Namaku Arli, dan satu lagi aku bukan manusia melainkan Robot."
"Robot? Mahkluk seperti apa itu..."
"Aa... Susah untuk dijelaskan, intinya aku tidak seperti kalian mahkluk hidup yang mengeluarkan darah."
"Baiklah, jadi... Maukah Arli-sama menjadi Tuanku?"
'Loeh?! Loeh Loeh?!!!'
"K-kenapa?"
"Bukannya sudah pasti kalau seseorang yang kuat harus punya bawahan? Aku sangat ingin menjadi bawahanmu."
"Tunggu dulu! Aku ini bukan pemimpin yang bagus, dan aku selalu plin plan saat aku memilih keputusan, apakah itu masih tidak apa-apa?"
"Tenang saja, biar aku yang mengurus hal itu."
"Hmm... Ya udah lah, lagian aku juga butuh teman disini, salam kenal ya Nagari."
"Arli-sama, kalau bisa bisakah anda memberikan saya sebuah nama?"
"Lah... Bukannya Nagari saja sudah cukup?"
"S-saya ingin sebuah nama panggilan!"
"Kalau begitu... Satoru, bagaimana?"
"Satoru... Hmm... Satoru... Boleh juga, mulai sekarang panggil saya Satoru."
"Sudah kan? Yok ah kita pulang." Lagian dayaku tersisa 470/1000, karena didalam gua jadi tidak terkena cahaya matahari.
"Pulang? Kemana?"
"Ke Penginapan."
"Penginapan... Tunggu dulu, bukannya Arli-sama kesini untuk mencari Kristal Nagari?"
"Ah iya dong aku lupa, bentar."
__ADS_1
Menggunakan Flash untuk ke bibir gunung untuk mengambil beberapa Kristal Nagari lalu kembali ke hadapan Satoru, dan waktu yang dibutuhkan sekitar 3 detik.
"Arli-sama... A-apakah Anda sudah mengambilnya?"
"Sudah, ni di penyimpanan."
"CEPET BANGET!!!"
Dengan begitu aku kembali ke kota Monalri menggunakan Flash, disitu juga desa yang ku lewati sebelum terlewati oleh ku dan menyebabkan angin kencang lagi.
Sesampainya didepan gerbang kota Monalri.
"Tunggu! Tunjukkan kartu identitas anda!"
Didepan gerbang ada penjaga yang sedang berjaga, aku pun memperlihatkan kartu guild.
"Silahkan, sekarang kamu!"
"Ah! Dia teman saya yang berasal dari desa di daerah gunung, dia tidak memiliki kartu identitas jadi bisa biarkan dia lewat? Dia bersamaku."
"Baiklah, tapi bayar denda nya 2 koin tembaga."
Aku pun memberikan 1 koin perak.
"Tunggu sebentar biar saya ambil kembaliannya, Oi kamu! Gantikan saya sebentar!" Si penjaga itu memanggi temannya yang sedang istirahat, lalu temannya itu melakukan pengecekan tindak kriminal kepada Satoru dan hasilnya nihil.
Setelah berurusan dengan penjaga gerbang, kami menuju Guild untuk membuatkan kartu guild untuk Satoru agar kejadian seperti tadi tidak terulang kembali.
Kartu Guild pun selesai, aku langsung memberikan kristal Nagari sebagai bahan untuk Quest, tetapi aku hanya memberikan kristal nagari sesuai yang dibutuhkan Quest. Dengan selesainya aku mendapatkan 10 koin emas, lalu aku kembali ke Penginapan.
"Satoru, apa kamu lapar?"
"Tidak, Nagari biasanya bisa bertahan tanpa makanan hingga 1 bulan."
"Waw... Kalau makan sepertinya bakal habis banyak."
Karena hari masih siang menjelang sore, aku dan Satoru pergi ke penginapan untuk mencoba sedikit barang yang dapat ku buat.
*Klinting klinting* suara bel pintu.
"Ah, selamat datang Arli-san..." Nina memberi ucapan selamat datang yang hangat tetapi terhenti saat melihat Satoru dibelakangnya.
"Arli-san! Aku tau ini penginapan tapi tolong jangan lakukan itu di siang bolong begini!!"
"Melakukan apa? Lagian kami berdua ini tidak Homo."
"Jadi kamu perempuan?" Nina menoleh ke arah Satoru.
"Tidak, aku laki laki."
"Jadi... Arli-san itu laki laki?" ucap Nina.
"Hmm? Bukannya memang begitu, memangnya tidak kelihatan?"
"Hmm..." Mereka berdua melihat ku dengan seksama.
"Tidak mungkin" mereka kompak mengatakannya.
"Oi, aku ini cuman luarnya aja yang terlihat seperti perempuan tapi isinya laki laki, dan juga ya, robot mana mungkin punya alat reproduksi jadi aku tidak terhitung sebagai laki laki ataupun perempuan."
Untungnya karena penginapan sepi di siang hari jadi tidak ada yang mendengar ucapanku kalau aku adalah robot selain mereka berdua.
"Hmm hmm intinya Arli-sama itu monster, begitu." Kata katanya Satoru pedes juga.
"K-kurang lebih..."
Setelah itu aku dan Satoru masuk ke kamarku, disitulah aku memulai eksperimen ku.
"Baiklah... Dengan Kristal Nagari ini apa saja yang bisa ku buat..."
|Kapsul Daya +200|
|Peluru Energi|
|Pistol Energi|
|Baterai|
|Lampu|
|Kain anti Sihir|
|Recovery Gel|
"Uwah... Ternyata banyak juga yang dapat dibuat, tapi yang paling aku butuhkan kapsul Daya."
"Eeee... Arli-sama, apa yang sedang anda bicaraakan?"
"Tidak apa-apa, kamu tahu kan kalau aku itu robot? Jadi aku akan sering bicara sendiri karena robot itu memerlukan ucapan agar dia bisa berfungsi."
"Aa......" Sepertinya Satoru tidak paham apa yang ku bicarakan, tapi ya biar lah, ribet juga kalau njelasin.
Singkat cerita aku telah membuat semua yang terbuat dari bahan Kristal Nagari. Sebelum aku membuatnya tidak lupa aku mengscanning kristal nagari, ternyata Kristal Nagari itu memiliki kandungan energi sihir yang sangat tinggi didalamnya jadi dengan energi sihir yang terkandung, dapat dibuat menjadi berbagai elemen.
__ADS_1