Akanku Balas Penghianatanmu.

Akanku Balas Penghianatanmu.
Kepulangan Riana


__ADS_3

pengenalan krakter.


Riana putri candra nama panggilan kesayangan dari keluarga dan teman dekat Nana seorang anak yatim piatu , berusia 23 tahun


Darell Anggara nama panggilan ke seharian Darell berusia 28 tahun , seorang putra tunggal dan mempunyai 1 adik prempuan .


Azriel zelina adik Darell


Sintia Dewi Nama panggilan Sintia seorang dokter kandungan + sahabat Riana dari kecil


Adelard putra Candra kakak laki-laki Riana biasa di panggil dengan Lard seorang pengusaha , berusia 30 tahun.


Candra almarhum ayah Riana dan Lard seorang abdi negara


Citrani almarhumah ibu Riana dan Lard seorang ibu rumah tangga.


Elvina ibu Darell


Kirania mantan kekasih Darell


Arsenio Axton teman Lard dan Nana tumbuh besar bersama karna tetangga dari kecil


Agust Axton papa Arsenio seorang pengusaha.


Adrian sepupu Lard dan Riana seorang pengacara.


Dewita putri istri Agust atau ibu dari Arsenio , seorang pengusaha.


⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️


Seorang wanita yang cantik baru saja sampai di sebuah bandara di indonesia.


Ya Riana baru saja sampai di bandara soekarno Hatta.

__ADS_1


Riana mempercepat jalan nya menyusuri lorong yang membawa nya keluar dari bandara soekarno Hatta, sesekali dia tersenyum bahagia saat mengelus perut nya yang masih rata, tiga tahun lebih lama nya dia menanti kehadiran bayi mungil yang mengisi rahim nya ,ya itu adalah buah cinta nya dengan Darel yang merupakan sang suami tercinta, kata-kata mandul sering di lempar kan kepada diri nya, sebab sudah tiga tahun mereka menikah, mereka belum juga di karunia seorang anak, namun semua itu akan berubah mulai hari ini, dia tidak akan lagi di kata kan sebagai seorang wanita yang mandul terutama oleh ibu mertua nya.


Seharus nya jadwal kepulangan nya ke indonesia di jadwal kan minggu depan , mengingat sang dokter kandungan nya Sintia yang mengatakan bahwa Riana harus berada dalam pengawasan, dan perawatan nya setidak nya dalam waktu 2 bulan, namun melihat kondisi nya yang stabil dan janin yang ada dalam perut nya kuat, Riana di perbolehkan pulang lebih cepat .


*Tak sabar Riana ingin segera sampai ke rumah nya ,dan ingin segera mengata kan kabar gembira ini kepada Darell sang suami tercinta, Riana sudah tak sabar ingin melihat bagaimana suami nya itu menangis karna gembira atas kejutan yang di berikan nya, kejutan sekaligus kabar gembira atas kehadiran buah cinta mereka di rahim nya.


Riana mencegat sebuah taksi dan meminta nya untuk berangkat menuju rumah mertua nya, ya Riana ingat jika di hari libur seperti ini, sang suami pasti berada di rumah ibu mertua nya.


Walaupun sulit namun Riana selalu mencoba sabar dan berlapang hati menerima keputasan suami nya yang selalu menuruti kata-kata sang ibu ..


Ibu mertua Riana selalu menatap Riana dengan tatapan masam,menyemat kan kata-kata mandul, dan lagi apa pun yang di lakukan Riana selalu salah di mata sang mertua.


Namun saat ini Riana memberani kan diri untuk mengatakan kabar gembira yang di bawa nya, mungkin setelah mendengar kabar tentang kehamilan Riana, sikap sang ibu mertua akan berubah dan akan menyayangi nya.


60 menit perjalanan yang di tempuh oleh Riana dari bandara soekarno Hatta menuju rumah sang mertua.


Akhir nya Riana sampai di depan sebuah rumah di pinggir kota , rumah bewarna Hijau muda yang mempunyai halaman cukup besar , dengan beberapa tanaman bunga mawar dan melati yang menambah kecantikan rumah itu.


Saat Riana hendak keluar dari dalam taksi langkah nya terhenti saat melihat laki -laki berusia 28 tahun yaitu Darell yang merupakan sang suami sedang bersama seorang wanita, sang suami mencium takzim tangan sang ibu dan di ikuti juga dengan wanita itu, Darell menggandeng wanita itu dan memeluk pinggang nya mereka memasuki sebuah mobil, dan lagi senyum sang mertua kepada wanita itu sangat hangat, senyum yang tak pernah di berikan kepada diri nya .


"Tidak jadi turun mbak.?" tanya supir taksi kepada Riana , dan pertanyaan itu menyadarkan Riana atas pertanyaan yang ada dalam kepala nya.


"*Eh iya, saya tidak jadi turun pak, kita ikuti mobil yang di depan ya pak.!" ucap Riana yang meminta agar sang supir mengikuti kemana mobil Darell pergi.


Setelah 20 menit perjalanan mereka terhenti di depan sebuah restoran mewah yang berada di pusat kota, Darell dan wanita tadi pun masuk ke dalam restoran itu ,mereka bergandengan tangan, rasa nya ingin sekali Riana berlari menghampiri sang suami dan bertanya siapa wanita itu, Darell dan wanita itu duduk di tepi jendela dan dalat di lihat oleh Riana dari dalam taksi, mereka kelihatan sangan bahagia , sesekali Darell mencium lembut tangan Wanita itu, dan hati Riana sangat nyeri saat melihat sang kekasih mencium tangan wanita lain dengan sangat lembut, mereka terlihat seperti sepasang kekasih , Riana yang sudah tidak tahan melihat dua orang yang ada di depan sana pun memilih untuk segera pergi, Riana meminta sang supir untuk mengantarkan nya ke sebuah apertemen, ya Apertemen itu adalah Apertemen yang di beli oleh Riana dengan uang nya sendiri tanpa sepengetahuan suami nya atau pun keluarga dari pihak suami nya.


Tut.. tut.. tu


"Hallo tuan muda Axton.!" ucap Riana saat menelpon seseorang.


"Nana.!" Ucap Arsenio tak percaya bahwa sahabat masa kecil nya menelpon nya , sebab setelah menikah Riana memutus kan semua kontak kepada nya, teman-teman nya, termasuk juga sang kakak, bukan Riana yang menutus kan, sebab sang kakak yang menjadi menjauh dan tidak pernah menghubungi Riana setelah Riana menikah Darell, sebab sang kakak tidak begitu setuju atas pernikahan Riana dan Darell, entah kenapa sang kakak selalu mengata kan Darell bukan lah lelaki yang cocok untuk Riana.


"Yes, ini nana, Sen loe ada waktu gak, gue mau minta bantuan loe bisa, kalau bisa tolong cari tahu tentang seseorang, nanti gue kirim ke elo foto orang yang harus loe selidiki.!" ucap Nana yang mencoba sebisa mungkin untuk menahan rasa sesak di dada nya.

__ADS_1


"Well i'm ready, loe kirim aja foto nya, dalam 30 menit pasti akan loe terima indentitas lengkap nya dan orang-orang di sekitar nya.!" ucap Arsen dengan nada menyombong kan diri. Nana yang mendengar nya hanya tersenyum, tenyata setelah tiga tahun tidak berhubungab teman nya masih sama saja seperti dahulu, masih suka menyombongkan diri.


"Thank you Sen , Sorry gue hanya mencari Loe saat ada perlu saja.!" ucap Nana dengan nada bersalah.


"It is okay , kata kan saja jika Loe butuh sesuatu atau memerlukan bantuan gie, oh iya sekarang loe lagi dimana.!" Ucap Arsen kepada Nana.


"Gue lagi di Apertemen gue Sen.!" ucap Nana sebelum akhir nya memutus kan sambungan telpon dengan Arsen.


🎶🎶🎶🎶🎶🎶


I'm gonna marry you


I know that you'll be mine


I'm gonna give my world


You're the only one


Tell them everything


This is just beginning


Jangan tinggalkan aku


Di saat ku jatuh


You're the only one


30 panggilan masuk tak terjawab di hanphone Riana ya panggilan itu dari Darell, karna Darell memang setiap malam selalu menelpon nya.


Tepat di panggilan ke 32 akhir nya Riana pun menjawab nya.


"Sayang, kamu kemana , kenapa ga angkat telpon dari tadi, aku jadi khawatir, kamu baik-baik saja kan.?" tanya Darell dengan cemas.

__ADS_1


Riana yang dapat mendengar suara kecemasan Darell pun berfikir mungkin kah dia yang terlalu berlebihan, semoga saja apa yang di fikir kan nya tidak benar.


__ADS_2