
"Aku baik-baik saja mas.!" ucap Nana mencoba tenang.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja sayang.!" ucap Darell
"Mas, aku mau nanya, mas disana nggak selingkuh kan.?" ucap Riana yang memberanikan diri untuk bertanya dan pertanyaan itu sukses membuat Darell terkejut.
"Ya ga mungkin mas selingkuh sayang, pertanyaan macam apa itu, mas nggak mungkin selingkuh.!" jawab Darell dengan berani, dan ya memang Darell tidak selingkuh.
Beberapa saat kemudian setelah Riana selesai menelpon Darel, ada seseorang yang masuk ke dalam Apertemen nya, ya Riana sudah bisa menebak siapa orang itu, dia adalah Arsenio .
"Apa hal nya sangat penting ,sampai-sampai kamu yang datang kesini langsung nio.?" ucap Riana.
"Nana, aku harap kamu yang tabah ya, ini yang kamu minta aku untuk menyelidiki nya.!" ucap Arsenio yang memberikan beberapa lembar kertas dan foto tentang seorang wanita.
Degg...
Riana sudah tak bisa lagi menahan air mata nya, Riana terisak menahan pedih di hati nya, kenyataan di depan mata nya sungguh sudah tak terbantah kan lagi, wanita itu bernama Kirania, dia adalah mantan pacar sang suami, dan sekarang telah menjadi istri siri dari sang suami , mereka sudah menikah selama 4 bulan, bahkan sebelum Riana pergi keluar untuk melakukan program bayi tabung.
Ia meninggalkan Darell dengan penuh rasa kepercayaan , bahwa Darell tak akan pernah berpaling dari nya atau mempunyai wanita lain di belakang nya, namun kenyataan tak terbantah kan lagi.
Selama 3 tahun menikah, Rumah tangga Riana dan Darell terbilang harmonis . walaupun terkadang ada muncul masalah dan pertengkaran-pertengkaran kecil antara Riana dan Darell , apalagi karna sudah 3 tahun mereka menikah namun belum juga di karuniai seorang anak, namun itu adalah hal biasa dalam berumah tangga, semua itu tetap menguatkan cinta dan komitmen mereka.
__ADS_1
Sering kali Riana merutuki nasib dan merasa tidak sempurna menjadi seorang wanita karna belum juga bisa memberikan anak untuk Darell, namun Darell tetap menguat kan Riana dan selalu berkata , ''Cinta ku tidak akan berkurang sayang, aku akan tetap selalu mencintaimu, mungkin ini memang belum saat nya untuk kita" Ya itulah yang selalu di kata kan oleh Darel kepada Riana .
"*Tega kamu mass.!" ucap Riana lirih.
Arsenio hanya bisa menatap sahabat nya itu, dia tidak mau melewati batasan, dia tahu sahabat nya sedang sangat menderita, namun dia juga sadar status sahabat nya sekarang adalah istri orang.
"Minum ini dulu na.!" ucap Arsenio sambil memberikan segelas air putih.
"Apa salah ku Nio, apa salah ku, apa kurang nya aku.?" lirih Riana.
Arsenio sangat ingin menenangkan dan memeluk sahabat nya itu, namun dia sadar akan posisi nya, dia tidak boleh melewati batasan.
Ya padahal selama ini Riana selalu menuruti apa perkataan suami nya dan ibu mertua nya, meskipun sang ibu mertua tidak pernah menyukai Riana namun Riana tetap menghormati sang mertua, Riana meninggal kan dunia nya, cita-cita nya, teman nya, bahkan saudara nya, dia terus berpusat di dunia sang suami, mendukung sang suami, namun apa balasan dari semua itu, sang suami bahkan tega menghianati nya*.
*Ya yang salah dari pernikahan ini adalah Restu, sedari awal hubungan Riana dan Darell tak pernah di restui oleh sang mertua, Riana pun tidak mengetahui apa penyebab nya sehingga sang mertua sangat tidak menyukai nya , cantik ya dia cantik , pandai memasak, bahkan dia juga pintar dan selalu mematuhi perkataan sang mertua, tetapi kenapa sang mertua sangat tidak menyukai nya.
"Apa aku harus menghukum suami mu itu.!" ucap Arsenio kepada Riana.
Riana yang mendengar pertanyaan Arsenio pun tersadar dari lamunan nya.
"Jangan Nio.!" ucap Riana lirih.
__ADS_1
"Kenapa, apa kau masih tetap ingin mempertahan kan bajingan seperti itu.!" ucap Arsenio yang marah.
"Tidak Nio, tapi aku perlu mendengar apa alasan Darell berbuat seperti ini kepada ku.!" ucap Riana lirih.
"Na, biarin gue nginap di apertemen loe malam ini ya.!" ucap Arsenio yang merasa tidak tenang jika harus meninggal kan Riana sendirian dalam keadaan Riana seperti yang sekarang ini.
"Tidak perlu Nio, gue tahu loe khawatir sama gue, tapi gue bisa berfikir dengan jernih kok, apa lagi sebentar lagi gue mau jadi seorang mommy.!" ucap Riana yang berusaha untuk terlihat setegar mungkin.
Deg.. Arsenio sangat terkejut mendengar pernyataan Riana.
"Ma_maksud Loe, Loe sedang hamil, dan si brengsek Darell menikah siri di belakang Loe, saat Loe hamil gtu.?" ucap Arsenio yang sudah sangat terlihat bahwa kemaran telah menguasai diri nya.
"Darell ga tau gue sedang hamil Nio, dan Darell ga akan pernah tahu, gue minta Loe juga jangan kasih tahu siapa pun tentang kehamilan gue ini.!" ucap Riana dengan tegas dan dapat terlihat dari raut wajah nya, bahwa Riana juga sangat marah.
"Maksud nya Darell belum mengetahui tentang kehamilan Loe.?'' ucap Arsenio bingung.
"Ya, karna waktu gue pergi keluar itu, gue pergi untuk melakukan program bayi tabung, dan Gue kembali kesini buat kasih kejutan untuk Darell dengan memberitahu nya bahwa gue sudah hamil, dan gue sudah bisa ngebayangin bagaimana bahagia nya Darell saat Mengetahui kehamilan Gue, namun berbanding terbalik dengan yang gue harap kan, bukan gue yang ngasih kejutan, tapi Darel lah yang memberi kan gue kejutan Nio.!" ucap Riana lirih.
"Na , are you ok .?'' tanya Arsenio kepada Riana, tentu saja dengan penuh ke khawatiran.
"Yes I'm fine Nio, dan kedepan nya juga akan jauh lebih baik dari sekarang.!" ucap Riana kepada Arsenio.
__ADS_1
Ya nana memutus kan untuk pergi menemui Darell besok, dan Nana ingin mendengar penjelasan dari mulut Darell sendiri, meskipun sudah Nana ketahui yang akan di kata kan oleh Darell bukan lah penjelasan, melain kan alasan, Nana sungguh tak menyangka bahwa lelaki yang selama ini di cintai nya tak lebih dari seorang pembohong, meskipun Nana sangat mencintai Darell namun penghianatan Darell tak bisa di terima nya, walau apa pun alasan nya, ya seharus nya dia sadar bahwa selama ini dia lah yang terus berjuang untuk mempertahan kan rumah tangga nya, ya dia berjuang cukup dengan satu alasan, yaitu cinta Darell untuk nya,namun sekarang ternyata alasan itu adalah bohong, Cinta darell kepada nya tidaklah sebesar itu, mungkin Riana memang harus bertindak sedikit tegas dalam hubungan mereka.