
"Itu tidak seperti yang kau fikir kan sayang.!" ucap Darel kepada Nana, Darel mencoba bersikap setenang mungkin agar Nana tidak mencurigai nya.
"Seperti yang aku fikir kan, memang nya mas tahu apa yang sedang aku fikir kan.?"ucap Nana yang bertanya kepada Darel.
"Ya, kau pasti berfikir bahwa mas berselingkuh dengan nya kan.!" ucap Darel kepada Nana.
"Mengapa mas bisa mengira bahwa aku berfikir begitu, apa kah aku selama ini pernah mencurigai mas, tidak kan mas, aku selalu percaya sama mas, dan kali ini pun aku percaya mas pasti akan mengata kan yang sebenar nya kan mas.?" ucap Nana yang kembali bertanya kepada Darel.
Wajah Darel terlihat lebih baik dari sebelum nya, ya Darel tahu bahwa istri nya itu sangat mempercayai nya.
"Itu mas hanya menebak saja, karna kelihatan nya kau sedang cemburu dengan nya.!" ucap Darel kepada Nana dengan nada lembut.
"Sudah mas, tak perlu berbelit-belit, aku memang sedang cemburu saat ini, dan aku ingi penjelasan dari foto-foto ini, kenapa kalian terlihat sangat mesra.!" ucap Nana kepada Darel.
__ADS_1
"Ya, dia Kirania, dia teman mas sejak smp, namun mas sudah lama putus kontak dengan nya, dan mas baru bertemu dengan nya belakangan ini, mas hanya membantu nya, dia masih belum terbiasa di ibu kota, sebenar nya mas juga akan memberitahu mu tentang kirania , jika kamu pulang, tapi entah kau mendapat foto-foto itu dari siapa, dan mas hanya takut kau salah beranggapan tentang mas dan Kirania, Kirania dia bukan lah selingkuhan mas, dia adalah teman dekat mas sejak smp.!" ucap Darel yang tentu saja sedang berbohong, ya karna Darel tahu betul, bahwa istri nya itu selalu mempercayai nya.
Dan jawaban dari Darel itu seperti menabur garam di atas luka Nana yang sedang terbuka, sungguh Nana tak menyangka bahwa Darel , suami nya yang selama ini selalu di percayai nya, bisa dengan mudah nya berbohong kepada nya, Nana masih mencoba bersikap sekuat mungkin, dia tak ingin menjatuh kan air mata nya di depan Darel.
"Sudah berapa lama kalian bertemu mas.?" ucap Nana dengan Nada lebih rendah dari pada tadi.
"Baru dua minggu sayang, sudah lah, kemarilah mas sangat merindu kan mu, mas hanya berteman dengan Kirania, dia bukan lah selingkuhan mas.!" ucap Darel yang terus mencoba meyakin kan Nana.
"I_itu , mas bisa jelas kan sayang.!" ucap Darel gelagapan.
"Bisa jelas kan, atau bisa beri alasan mas, ku rasa kau tidak akan mengata kan yang sebenar nya, kau mungkin hanya ingin memberi alasan, aku kecewa mas, aku kecewa, selama ini aku selalu mempercayai mu, tapi hari ini, dengan mata dan telinga ku sendiri, di depan ku, kau dengan lancar nya membohongi ku, aku tak menyangka, ternyata kau sekejam ini mas, jika memang kau sudah tak mencintai ku, mengapa kau masih mempertahan kan pernikahan ini, seharus nya jika kau ingi mempunyai wanita lain, kau harus mencerai kan ku mas, aku lebih baik di ceraikan dari pada di dua kan seperti ini.!" ucap Nana marah, dan Nana langsung berlari menuju kamar tamu, Nana mengunci kamar tamu, ya Nana sudah tak sanggup lagi untuk menahan air mata nya, dan benar saja, saat Nana masuk ke dalam kamar tamu, air mata nya jatuh bercucuran dengan sendiri nya, Nana menangis dalam diam, rasa nya sungguh sakit di khianati oleh orang yang sangat di percaya nya, salah apa diri nya, selama ini dia selalu berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik untuk Darel, Nana selalu berusaha untuk menjadi seorang menantu yang baik untuk ibu Darel, namun apa balasan mereka kepada Nana, selama ini Nana bisa menerima perlakuan ibu Darel yang tidak menyukai nya, keuangan Darel ibu nya lah mengatur nya, namun Nana selalu diam, karna jika Nana protes sedikit saja, maka Darel akan memarahi nya, dan hanya akan membela ibu nya, namun kali ini Nana sudah tak bisa menerima nya , bahkan suami nya yang sangat di cintai nya, tega menghianati nya dan menikah di belakang nya.
"Sayang, buka pintu nya sayang, mas bisa jelas kan sayang, sayang mas mohon dengar penjelasan mas.!'' ucap Darel yang mengetuk pintu kamar, kamar yang di dalam nya itu ada Nana.
__ADS_1
Ya Darel langsung mengejar Nana yang berlari masuk ke kamar tamu, Nana malam ini akan tidur di kamar tamu, Nana tak ingin tidur di kamar nya dan Darel, kamar dimana tempat dia menghabis kan waktu bersama Darel, baik itu malam yang panas, memadu kasih, atau pun saat dia mendengar kan cerita suami nya.
Kali ini keputusan Nana sudah bulat, Nana akan bercerai dengan Darel, dan Nana juga tak akan memberi tahu tentang anak yang di kandung nya, Nana memutus kan untuk membesar kan anak nya sendiri.
Tanpa terasa malam terasa begitu panjang pun akhir nya berlalu, Nana keluar dari kamar nya, dan di lihat Darel sedang tertidur di sofa depan televisi, di dekati nya Darel, dan di belai nya dengan lembut rambut Darel, di sentuh nya wajah Darel, tiba-tiba saja sebulir air bening menetes dari mata nya, Nana segera menghampus air mata nya, dan Nana berjalan keluar menunggu jemputan taxi untuk diri nya, ya Nana sudah menghubungi taxsi untuk menjemput nya, Nana akan bertemu dengan Rian yang merupa kan seorang pengacara, Nana telah mendapat kontak Rian dari Nio.
Nana sudah berada di dalam taxi, saat berada di dalam taxsi, Nana terus menatap jalan yang di lewati nya, Nana meratapi kisah rumah tangga nya, kenapa rumah tangga nya bisa berakhir seperti ini, atau apakah Nana masih bisa mempertahan kan rumah tangga nya,ya mungkin saja Nana bisa mempertahan kan rumah tangga nya, asal kan Darel mau mencerai kan Kirania, tapi bagaimana jija Darel tak mau bercerai dengan Kirania, maka tentu saja Nana yang bercerai dengan Darel, Nana benar-benar sedang merasa kacau saat ini.
"Maaf nyonya, apa ada bisa saya bantu.?" tanya seorang pelayan dengan sangat sopan.
"Saya ingin bertemu dengan bapak Adrian.!"ucap Nana
"Apakah sebelum nya nona sudah membuat Janji.?" ucap kariawan satu nya.
__ADS_1