
Sejak kecil, Lard,Rian,dan Nana , di didik keras oleh sang Ayah yang merupakan mayor Tni Ad.
Dissplin keras dari seorang Candra menjadi kan dua bersaudara anak nya, dan satu keponakan nya, tumbuh menjadi anak yang pintar, mandiri dan bisa membangga kan orang tua.
Ya Rian adalah keponakan Candra/saudara sepupu Lard dan Nana. sejak kecil Rian di besar kan dan di didik oleh Candra dan istri nya, itu semua karna orang tua Rian sibuk bekerja dan kebetulan istri Candra adalah seorang ibu rumah tangga.
Hanya saja Candra dan sang istri tak bisa lebih lama untuk mendidik anak-anak nya, istri Candra lebih dulu di panggil oleh yang maha kuasa, dan di susul juga oleh Candra, sejak kepergian sang Ayah dan Ibu, Lard lah yang mengganti kan peran orang tua nya, Lard lah yang merawat, mendidik,dan menjaga Nana.
Hingga suatu hari Nana memutus kan ingin menikah di usia yang terbilang muda, pertama Lard tidak setuju, ya Lard sangat tidak setuju jika sang adik harus menikah di usia muda, apa lagi Lard juga tidak menyukai Darell, entah kenapa sejak pertama kali Nana mengenal kan Darell kepada Lard, Lard merasa bahwa Darell bukan lah seorang laki-laki yang bisa untuk membahagia kan adik nya.
Namun usaha Nana untuk meyakin kan Lard sangat kuat, Nana terus memohon agar sang abang merestui diri nya dan sang kekasih untuk menikah, Nana juga meyakin kan Lard bahwa dia akan hidup bahagia dan tetap mengejar mimpi nya dan mewujud kan cita-cita nya untuk menjadi seorang Arsitek , ya meskipun Nana tidak sepintar Lard yang bisa kuliah di Jerman berkat beasiswa , namun Nana telah di jamin bekerja oleh dua firma arsitek besar karena prestasi dan nilai di ijazah nya yang mendekati sempurna, namun semua itu adalah 3 tahun yang lalu, karna setelah menikah dengan Darell Nana harus mengubur dalam-dalam mimpi nya itu, ya semua itu karna sang mertua ingin agar Nana menjadi seorang ibu rumah tangga sesungguh nya.
"*Nikah.?? masa depan mu masih panjang ,dek. bagaimana dengan cita-cita kita untuk membuka firma sendiri setelah abang selesai menuntut ilmu nanti.?" ucap Lard kepada Nana.
"Bang aku hanya menikah , bukan pergi jauh , aku mohon bang, aku tetap bisa membuka firma sendiri meskipun aku telah menikah.!"ucap Nana kepada Lard
__ADS_1
"Tapi..." ucap Lard ragu.
"Bang aku mohon, aku tidak mau lama-lama berpacaran, 1 tahun sudah cukup lama bang, aku sudah mengenal Darell, dia laki-laki yang baik bang.!" ucap Nana sambil menetes kan air mata nya.
Lard menghela nafas panjang, sifat keras kepala sang adik sangat tidak bisa untuk di bantah.
"Baiklah.!" ucap Lard setelah menghela nafas dengan panjang.
"Terima kasih bang.!" ucal Nana senang, meskipun dia tahu Lard tidak benar-benar merestui nya, namun fikir nya Lard pasti bisa menerima Darell sebagai suami nya seiring berjalan nya waktu.
Nana menatap nanar ponsel nya, hati nya ingin namun dia enggan untuk menghubungi kedua kakak nya, tanpa dia ketahui bahwa Nio telah menghubungi Rian yang merupakan kakak sepupu Nana.
Nana masih mengingat bagaimana kecewa nya Lard saat dia memutus kan untuk menikah, bahkan sudah tiga tahun setelah Nana menikah dan selama tiga tahun juga Lard tak pernah pulang ke tanah air, bahkan Rian yang berada di indonesia , juga hanya menghubungi Nana 6 bulan sekali itu pun hanya sekedar untuk menanyakan kabar Nana saja , sedangkan untuk Nio, Nana baru saja mendapat kan nomor nya belakangan ini, itu pun karna mereka tak sengaja berpapasan di jalan, sahabat nya itu , mengghilang bagai di telan bumi untuk waktu yang cukup lama.
Pukul 9 malam , Darell pulang kerumah nya, ya saat pulang dari kantor Darell pulang kerumah ibu nya lebih dulu, dan jam 9 malam Darel baru pulang kerumah nya dan Nana, sedangkan untuk istri siri nya Darel, dia saat ini tinggal di rumah ibu nya Darel.
__ADS_1
Darell mengangkat sebelah alis nya saat melihat lampu rumah nya menyala, seingat nya dia tak menghidup kan lampu rumah nya sebelum pergi ke kantor, apalagi di rumah nya dan Nana tidak ada seorang Art pun, biasa nya semua pkerjaan rumah, di kerja kan oleh Nana.
Darel pun melangkah masuk ke dalam rumah nya, ya pintu rumah Darel tak di kunci.
Darel sangat terkejut sekaligus senang saat melihat sosok wanita yang sudah di rindu kan nya itu, Darel langsung memeluk Nana dari belakang , dan ingin mengecup leher Nana, namun Nana yang sadar bahwa diri nya sedang di peluk oleh seseorang dari belakang, ya tentu saja orang itu adalah Darel, Nana langsung bangkit dari duduk nya.
"Kenapa sayang, apa kau tidak merindukan ku setelah sekian lama tak bertemu.?" ucap Darel yang menyadari bahwa Nana menghindari perlakuan nya, Darel merasa ada yang janggal, biasa nya Nana tak peduli mau itu Darel pulang kerja, atau baru bangun tidur, Nana tak pernah menolak pelukan nya, dan juga ciuman nya.
"Rindu.!" ucap Nana sambil menampil kan senyum sinis nya, Darell sangat terkejut, sebab Nana adalah wanita yang baik,lembut, dan penuh perhatian, Nana tak pernah sekalipun menatap Darel dengan wajah marah, meski apapun yang telah di laku kan Darell pada nya, Nana selalu tersenyum dengan lembut kepada Darel, tapi kali ini , senyum Nana untuk Darel sangat berbeda.
"Rindu atau tidak, untuk saat ini itu tidak lah penting , yang aku ingin kau menjelas kan semua ini mas.!" ucap Nana kepada Darel sambil memberikan beberapa foto yang memperlihat kan Darel sedang bersama Kirania.
Darel yang melihat foto itu nampak sangat gelagapan, bagaimana ini, apakah istri nya sudah mengetahui apa yang Darel lakukan,bagaimana ini, padahal Darel ingin memberitahu nya secara pelan -pelan.
Darel berjalan mendekat bermaksud ingin memeluk Nana dan mencerita kan nya pelan -pelan, namun ternyata Darel harus melupakan rencana nya itu.
__ADS_1
"Stop , jangan mendekati ku mas, aku minta penjelasan mu, bukan meminta mu untuk mendekati ku.!" ucap Nana yang terpaksa membuat Darel berhenti.