
Darell terus membawa mobil nya dengan sangat cepat, ya dia akan mencari di mana kebaradaan Nana saat ini, Darell lebih dulu pulang kerumah yang di tempati oleh diri nya dan Nana, namun sial nya, Darell tak menemu kan Nana disana, Darell bingung harus pergi kemana mencari Nana, dari berbagai tempat yang pernah mereka kunjungi , seperti nya tak ada tempat yang cocok untuk menjadi tempat persembunyian Nana, tiba-tiba saja Darell memikir kan rumah mendiang mertua nya, ya Darel langsung membawa laju mobil nya untuk menuju rumah mendiang mertua nya, namun saat Darell sampai di depan rumah mendiang mertua nya tak terlihat sosok istri nya, Darel pun turun dari mobil nya dan menekan bell rumah mendiang mertua nya, namun tak ada jawaban dari dalam, rumah itu sunyi namun tetap terawat meskipun tak di tinggali ,ya rumah itu tetap terawat karna menurut kabar yang Darell dengar, rumah mendiang mertua nya itu rutin selalu di bersih kan setiap 1 minggu sekali oleh seorang Art panggilan yang akan datang jika orang lain meminta nya untuk bersih-bersih ataupun melaku kan tugas rumah tangga lain nya.
Sementara itu di tempat lain.
Nana saat ini sedang berada di rumah nya bersama Darel, Nana sedang mengemasi dokumen-dokumen dan surat-surat penting, tak lupa Nana juga mengaman kan buku nikah nya dan Darell, sertifikat rumah yang saat ini di tinggali nya dengan Darell, ya rumah ini di beli atas nama Riana, rumah yang saat ini di tinggali oleh Darel dan Riana memang tak bisa di pungkiri bahwa uang Darell juga ada dalam pembelian rumah ini, namun di banding uang yang Darel keluar kan ,uang Rania jauh lebih banyak, tentu saja sang ibu mertua mengetahui itu semua ,maka dari itu dia mengijin kan Darel untuk membeli rumah itu, namun ibu Darell tak mengetahui bahwa rumah itu di beli atas nama Rania, jika saja ibu Darell mengetahui nya , sudah bisa di pasti kan dia akan sangat tidak setuju dan marah besar.
"Maaf, mas jika aku terkesan kejam, namun aku tidak akan membiar kan wanita yang telah merebut suami ku, juga akan merebut semua harta yang kita beli saat bersama, aku tak akan membiar kan nya merebut lebih dari ku.!"ucap Rania sebelum akhir nya meninggal kan rumah itu, ya Rania pergi ke apartemen nya, tempat dimana yang di rasa nya cukup aman dan yang lebih penting, Darel maupun ibu Darel tak mengetahui bahwa dia mempunyai apartemen.
"Apa kau yakin ingin kembali kesana lagi.?" ucap Rian dan Arsenio yang mencoba memperjelas apakah mereka tak salah dengar saat Rania mengata kan bahwa dia akan kembali tinggal di rumah nya bersama Darel.
__ADS_1
"Ya aku yakin, aku akan memberi nya kesempatan satu kali, jika dia mau mencerai kan wanita itu, aku akan mempertimbang kan kembali ,untuk kembali bersama nya .!" ucap Rania dengan lesu , dan tentu saja jawaban itu membuat Rian dan Arsenio geram.
"Iya jika dia mau mencerai kan nya, jika tidak, bagaimana dengan mu, kau pasti akan lebih hancur karna terus-terusan menaruh harapan untuk orang seperti nya, sadar lah Nana, aku tau kau itu sangat keras kepala, tapi sadar lah jangan membongi dirimu sendiri, jika dia mencerai kan wanita itu, apa kau benar-benar bisa menerima nya dan melupa kan penghianatan nya, apa kau bisa menjamin dia tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi, kau pasti sudah memikir kan nya, rapi mengapa kau seolah menutup mata, apa yang sangat kau sukai dari pria brengsek itu, dia tak lebih hanyalah seorang brengsek kau tahu itu kan Nana.!" ucap Arsenio yang tersulut oleh emosi.
"Aku tahu itu, tapi biar kan aku kembali kesana untuk sementara waktu, jika dia tak mau meninggal kan wanita itu, maka aku pasti kan, aku akan meninggal kan nya, dengan berbagai kenangan yang akan membuat nya sadar bahwa betapa dia sudah menyakiti hati ku ,dengan menikahi wanita lain di belakang ku.!" ucap Rania kepada Arsenio.
Arsenio dan Rian pergi meninggal kan Riana di Apartemen nya, ya untuk malam ini Riana akan tidur di apartemen nta, karna Riana yakin malam ini Darel pasti berada dirumah mereka, dan Rania rasa nya belum sanggup untuk menghadapi Darell malam ini, Riana sudah cukul stress dan lelah, jadi malam ini Riana memutus kan untuk tinggal di apartemen nya, Riana baru akan kembali ke rumah mereka besok malam.
Dan benar saja, saat ini Darel tengah duduk di kursi depan rumah mereka , Darell tengah menunggu kepulangan sang istri tercinta, Darell yakin Riana pasti akan pulang, karna dia tahu betul bahwa Riana tak mempunyai teman atau pun keluarga yang bisa menjadi tempat untuk diri nya berlindung apalagi menginap.
__ADS_1
Srmentara itu di tempat lain, tepat nya dirumah ibu Darel, Nia tengah menangis sejadi-jadi nya mencerita kan apa yang telah Darel perbuat kepada nya, ya tentu saja Nia sedang mencerita kan kepada ibu Darel yang juga merupakan ibu mertua nya, ibu Darel sangat geram, dia mengutuk Riana beberapa kali, apalagi gara-gara sikap egois Riana, Nia sampai di salah kan oleh putra nya Darel, apalagi kondisi menantu kesayangan nya itu tengah hamil, bisa-bisa nya Darel membuat Nia stress dalam.keadaan hamil seperti ini.
"Kamu tenang saja ya nak,besok kita akan menemui Riana si wanita murahan yang tak tahu diri.itu, bisa-bisa nya dia bersikap seegois itu, padahal diri nya sendiri saja mandul dan tak bisa mempunyai anak.!"ucap ibu Darell yang sangat marah.
Nia yang sedari tadi menangis merasa sedikit iba kepada Riana, dia tahu betul bahwa pasti rasa nya sakit dan tidak adil untuk Riana ,namun Nia juga melaku kan nya bukan untuk menyakiti Riana, Nia menikahi Darel hanya karna permintaan ayah nya dan ingin memberikan Darel anak dari rahim nya, dan tentu saja alasan utama nya adalah karna Nia sangat mencintai Darel, dan Nia merasa hanya dirinya lah yang pantas untu Darel dan Nia juga tahu bahwa Darel masih sangat mencintai diri nya, padahal Nia tak merebut Darel, Nia bahkan rela menjadi istri kedua dan berbagi suami,bukankah Riana sangat egois dan jahat kepada Nia.
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Jangan lupa, like,vote,hadiah n komentar nya ya.
__ADS_1