
" kin, tolong kamu antar bunga ini ke Diamond grup," kata Sita.
"kenapa harus aku sih, Sit." Kinan merasa enggan untuk beranjak dari rebahan nya di sofa panjang yang berada di sudut ruangan kecil Toko bunga mereka.
"kenapa gak suruh kurir aja sih, aku lagi mager nih," usul Kinan yang masih berkutat dengan gadget nya.
"hei, Kinan, mau sampe kapan mager mu berdiri tegak lagi, dari kemarin mager mulu sih." Sungut Sita sambil berdiri di dekat sofa tempat sahabatnya rebahan. Tangan Sita mulai menggoyang-goyang badan Kinan,
"Ayolah, Kinanti, siapa tau CEO nya naksir kamu, trus pacaran deh," rayu Sita.
" apaan sih, gak level lah." cebik Kinan.
Akhirnya Kinan gak sabar juga melihat Sita yang terus-terusan meracau menyuruh Kinan mengantarkan bunga ke Diamond grup.
" Mana alamatnya," tanya Kinan sembari bangkit dari rebahan nya, dia mulai mengambil jaket di gantungan belakang pintu, dan menyambar tas pinggang, dan memasangnya.
__ADS_1
" udah jalan sana, nanti aku shareloc deh, sepulang dari sana, jangan lupa mampir ke pasar ya," kata Sita dengan senyum kepuasan. Tanpa di sadari Kinan, senyum Sita mengandung misteri, yang hanya Sita yang tahu.
Kinan langsung memasang helm dan mengambil rangkaian bunga yang sudah Sita siapkan untuk di bawa ke Diamond grup. Lalu di taruh di bagian depan sepeda matic nya, dia pun segera berangkat ke Diamond grup,
" Aku berangkat dulu, Sita. Assalamualaikum," pamit Kinan.
" Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan, jangan ngebut, jangan ngelamun, " serentetan petuah-petuah lama Sita pun terucap, sedangkan Kinan sudah pergi dengan sepeda matic nya , berjalan dengan kecepatan normal.
" Semoga kamu ketemu dia , dan kesalahpahaman di antara kalian segera terselesaikan," do'a Sita dalam hati.
Sebelum masuk ke gerbang utama dia di hadang dua security, setelah menyelesaikan segala urusan di gerbang, Kinan segera memarkirkan sepeda matic nya di tempat parkir yang sudah di sediakan.
" wahh, gedung yang indah, artistik banget," gumam takjub Kinan.
Sebelum masuk ke dalam gedung , Kinan masih harus ke meja resepsionis untuk menanyakan perihal kiriman bunga ini harus di serahkan kepada siapa dan di lantai berapa.
__ADS_1
" Selamat pagi, mbak, saya dari Toko bunga Florist Beauty, bunga ini harus di serahkan ke siapa ya? , sapa Kinan sopan kepada gadis muda di depannya, yang juga sopan membalas senyum Kinan.
" selamat pagi juga, kak, oh iya, kakak, silahkan ke lantai 25 , nanti di sana kakak akan ketemu sama kak sekretaris," jelas Mbak resepsionis yang di ketahui namanya, Dila.
" oke, saya permisi dulu ya, mbak Dila. "
Pamit Kinan langsung berjalan ke arah ruang kotak yang ada dua pintu gesernya, yang tidak lain adalah Lift. Di situ ada security juga yang memandu Kinan untuk naik ke lantai berapa .
Sungguh hebat cara kerja semua karyawan di Diamond grup dan semuanya ramah-ramah.
Tanpa berpikir panjang, Kinan segera menekan tombol tutup dan di lihat dari angka 25 yang sudah menyala, artinya Kinan sedang menuju ke lantai tersebut.
Tidak memerlukan waktu lama , sampailah Kinan di lantai 25.
Lalu dia keluar dari lift itu, dengan langkah pelan namun pasti, dia memandang lurus kedepan sambil menenteng rangkaian bunga.
__ADS_1
**** to be continued.....