Akhir Bahagia

Akhir Bahagia
chapter two pertemuan tak terduga 2


__ADS_3

Tanpa pikir panjang, seolah semuanya akan baik-baik saja setelah menyerahkan rangkaian bunga pesanan Diamond grup, Kinan berjalan ke meja sekretaris yang sudah terlihat di depan lift.


Kinan di sambut dengan senyum ramah mbak sekertaris.


" baru datang, mbak, silahkan masuk ke ruang CEO, mbak sudah ditunggu," sapa mbak sekertaris sambil mengetuk pintu ruang CEO yang berukir indah dengan warna emas.


" lho, kenapa gak lewat mbak sekertaris saja ya , " tanya Kinan terheran-heran.


"ada apa ya, rasanya kok aneh banget sih, prosesnya ribet, ahh, " batin Kinan dengan mengerutkan keningnya.


" masuk ," suara bass menggema dari dalam ruangan CEO itu .


Dan Kinan pun masuk, berjalan perlahan dengan tatapan menyelidik, karena di dalam ruangan itu tidak ada siapapun, kecuali kursi kebesaran CEO yg menghadap ke jendela kaca besar.


" selamat pagi, Pak CEO, saya pengantar bunga yang sudah di pesan Diamond grup," sapa Kinan sopan.


" taruh saja di meja situ, dan duduklah, " jawab Pak CEO yang masih anteng dengan posisinya semula.


Kinan pun duduk, perasaannya mengatakan, seolah pernah dengar suara orang itu, tapi dia mencoba untuk menepis praduga nya itu .


Kinan masih duduk di tempatnya dengan mulai gelisah, dalam hati bertanya-tanya,

__ADS_1


" apa aku punya salah, atau kenapa ya? perasaanku kok jadi gak enak nih."


Kesunyian terasa jelas di ruangan itu, hanya suara detik-detik jam analog yang ada di dinding ruangan yang bercat krem , yang menemani mereka di ruangan itu.


Tiba-tiba, kursi kebesaran CEO berputar menghadap ke depan, seketika kepala Kinan mendongak ke atas, karena awalnya dia menunduk, menggenggam erat tangannya yang sudah mulai mengeluarkan keringat dingin.


" A...Air....," terbata-bata Kinan bersuara, karena sosok didepannya yang pernah hadir mengisi hari-harinya beberapa tahun lalu, hadir di depan matanya.


" Hai, Kinan, gimana kabarnya? sapa ramah CEO itu, yang ternyata adalah mantan pacar Kinan, Sky Airlangga Antonio.


" maaf, saya permisi, urusan kita sudah selesai," pamit Kinan , segera beranjak dari duduknya, lalu setengah berlari menuju pintu.


Air mata nya juga tidak bisa terkendali, lolos manis turun dari matanya.


" mau kemana, Kinan, kita belum selesai," cegah Air dengan sigap menyekal tangan kanan Kinan yang hendak membuka pintu , dan langsung di tarik ke dekapan dada bidang Airlangga.


" lepaskan aku, Air, kita sudah usai, jangan halangi aku lagi," Isak Kinan yang tak terkendali lolos begitu saja.


Dalam hati Kinan merutuki hatinya yang tidak bisa di ajak kerja sama.


Kinan sudah lelah menangis dan menangis selama ini, meratapi kebodohannya beberapa tahun lalu yang mempercayai laki-laki di depannya.

__ADS_1


" kamu belum dengar semua penjelasan ku, ayolah, kita duduk , kita bicara baik-baik."


Ajak Air , menuntun tangan Kinan untuk duduk di sofa yang ada di ruang tersebut.


Tekad Kinan sudah bulat, dia tidak mau terperdaya lagi.


Dengan sigap, dia tarik tangannya dari genggaman tangan kokoh Air.


Dia langsung mengambil langkah seribu menuju pintu, tanpa menghiraukan panggilan Air .


"Kinan, Kinanti, tunggu..."


"**** , lolos lagi ," umpat geram Air.


"susah payah aku mencarimu, kenapa kamu kabur lagi, Kinan," sesal Air frustasi, sambil menjambak rambutnya.


"bagaimanapun caranya, aku harus membawamu kembali , Kinan, aku sangat mencintaimu,"


Serasa lemas lutut Air yang tiba-tiba terduduk di lantai ruangan itu.


***to be continued .....

__ADS_1


__ADS_2