Akhir Bahagia

Akhir Bahagia
chapter six


__ADS_3

" Aku harus membuat kesepakatan dengan Kinan, aku tidak bisa membiarkan dia menikah dengan Sky, tidak boleh terjadi!!!


Kata-kata itulah yang terucap dari bibir Wanita muda itu, Ya , dia Nisa, teman semasa kecil Sky Airlangga Antonio, calon suami Kinanti, wanita yang berbaring tak berdaya di tempat tidur di villa itu.


" Kenapa lama sekali dia sadar , aku harus nunggu berapa lama lagi ini?


gerutu Nisa sambil berdiri dari duduknya.


Dia mencoba berbaring di samping Kinan, karena merasa lelah tak tertahankan, akhirnya Nisa ikut tidur di samping Kinan.


Sungguh konyol Nisa, mungkin efek kehamilan nya juga , jadi dia mudah lelah. Ya, Nisa sedang hamil, karena pergaulan bebas dengan kekasihnya, Agha.


Pagi tadi Nisa datang ke kantor Sky Airlangga Antonio untuk menceritakan kegundahannya karena hamil di luar nikah. Dan berencana meminta Sky Airlangga Antonio untuk menikah dengannya.


Entah Nisa kerasukan darimana , siapa yang berbuat kenapa malah meminta teman masa kecilnya itu menikahinya. Sungguh aneh!


Sebuah pergerakan kecil dari ranjang tempat Nisa dan Kinan berbaring. Berasal dari sosok Kinan yang sudah mulai sadar dari obat bius nya.


Kaget tentunya, karena merasa asing dengan kamar yang ditempati sekarang.


" Hahhh! aku dimana?"


Mata Kinan terbuka penuh, sambil mencoba beranjak dari tempat tidur itu. Alangkah kagetnya, karena tangan dan kaki Kinan dalam keadaan terikat.

__ADS_1


"awwww, sakit! " jerit lirih Kinan sambil menggesek-gesekkan tangannya yang terikat tali.


Kinan sontak menoleh ke samping, di lihatnya sesosok wanita yang sedang tidur membelakangi Kinan berbaring.


"Siapa dia? aku dimana ini?" gumam lirih Kinan, sambil berusaha membuka ikatan tali di tangannya.


Merasa gagal membuka tali yang mengikat tangan dan kakinya, Kinan membaringkan kembali tubuhnya yang terasa lelah. Tiba-tiba,


"krukkk - krukkk,"


" Ya Tuhan!!! laparnya!!"


Perut Kinan tanpa bisa di ajak kompromi berbunyi. Dia baru sadar ternyata dari kemaren siang belum terisi apapun.


Tapi apa yang di lihat kemarin di kantor Air, membuat Kinan buru-buru pergi meninggalkan gedung Grup Antonio, karena merasa sesak dan sakit hati melihat Air berpelukan dengan seorang gadis cantik.


Kembali memikirkan kejadian kemarin, membuat air mata Kinan tanpa aba-aba luruh di pipinya yang mulus.


" Ahhh!!! aku harus bagaimana ini"


" Aku bingung, disisi lain aku hamil anak Air, di sisi lain aku gak mau bertemu dia lagi,"


Perang batin di dalam hati Kinan. Dengan menahan perih di perut, karena lapar. Kinan beringsut pelan-pelan dari atas kasur empuk itu.

__ADS_1


Tiba-tiba....


" Kamu sudah sadar rupanya,"


sentak Nisa, dengan cepat memegang pergelangan tangan Kinan.


" Awww, ka....ka....kamu..... yang berpelukan dengan Air ya," gagap Kinan sambil meringis.


" Iya, kamu mau kemana? Kabur ya," sergah Nisa, masih dengan posisi duduk, memegang erat tangan Kinan.


" Aku lapar, Mbak, aku mau nyari makanan, dari kemarin aku gak makan," kata Kinan tanpa malu-malu.


Emang kenyataannya dia lapar, kenapa harus gengsi, pikir Kinan.


" Kamu disini aja, biar aku suruh pembantu buat nyiapin sarapan, "


" Awas ya....jangan coba-coba kabur lhooo," ancam Nisa.


Nisa beranjak dari tempat tidur, lalu melangkah keluar kamar. Dan ditutup rapat pintu kamar.


Kinan mendadak lupa dengan keadaan, kalau kenyataannya dia sedang di sekap, dia tidak menanyakan perihal dirinya yang kaki dan tangannya di ikat.


Karena rasa lapar yang semakin bertambah, dia mencoba turun dari atas tempat tidur.

__ADS_1


to be continued...........


__ADS_2