
Kinan merasa lapar yang semakin bertambah, dia mencoba turun dari atas tempat tidur.
Perlahan-lahan jalan mendekati jendela di samping ruangan itu. Tertatih-tatih karena kakinya yang diikat, takut kalau sampe jatuh, dan tangannya berpegangan pada samping ranjang di ruangan itu.
" Dimana ini, asing sekali," gumam Kinan.
" Sejuk sekali andai jendela ini di buka, aku coba membukanya saja,"
Belum sempat tangan Kinan membuka kunci dari jendela tersebut,
Krieeetttt.....
" Mau kabur ya, " teriak Nisa kencang.
" Astaga, Mbak!!! ngagetin aja deh! "
" Aku mau buka jendela agar udaranya berganti, " sambung Kinan sewot.
" hahh!!! terserah kamu deh!, "
__ADS_1
" Ini sarapannya, kamu bilang sudah lapar sekali," sambung Nisa, sambil menyodorkan nampan berisi Nasi goreng lengkap dengan telur ceplok, paha ayam goreng, dan sayur-sayuran di atas nasi goreng itu.
" Mbak, aku mana bisa makan kalau tanganku terikat begini, " kata Kinan , sambil menyodorkan tangannya yang terikat itu ke arah Nisa.
" Sumpah deh, Mbak, aku gak bakalan kabur kok," kata Kinan lagi menyakinkan Nisa.
Akhirnya Nisa mengalah dan melepaskan tali yang mengikat kedua tangan Kinan.
Tanpa malu-malu, Kinan langsung makan nasi goreng yang di bawa Nisa dengan lahap. Jelas saja dia kalap, karena dari kemarin siang tidak makan. Apalagi di dalam perutnya ada janin , buah cinta dari Air, si calon suaminya.
Nisa memperhatikan Kinan yang lahap menyantap nasi goreng yang dia bawa dari dapur.
Nisa merasa iba, melihat Kinan, sama-sama wanita, dan sedang hamil muda juga.
" Upst.... Maaf, Mbak," suara sendawa Kinan yang lumayan keras, membuat kaget Nisa yang sedang melamun.
" Alhamdulillah, kenyangnya. "
" Oh ya, Mbak udah sarapan? tanya Kinan cengengesan, karena tadi dia lupa menawari Nisa makan bareng.
__ADS_1
" Aku sudah makan di bawah tadi, " jawab Nisa, beranjak duduk di samping Kinan.
" Sekarang kamu sudah kenyang, ada yang mau aku bicarakan," sambung Nisa to the point, tanpa tedeng aling-aling.
" Silahkan, mbak, sebenarnya aku penasaran juga, kenapa aku di culik sama mbak?, " jawab langsung Kinan tanpa pikir panjang juga.
" Begini, kamu pasti penasaran kan, siapa aku sebenarnya, aku langsung aja, aku ingin kamu menjauhi Sky Airlangga Antonio. Aku gak peduli kamu lagi hamil anak dia. kalau perlu kamu gugurkan saja, " jelas Nisa tegas.
Kinan berusaha tenang, tanpa ekspresi dia menatap Nisa,
" kenapa, mbak? tanya Kinan langsung.
" Aku mau menikah dengan Sky, aku hamil juga, walaupun bukan Sky yang menghamili aku, tapi aku harus menikah dengan Sky, " terang Nisa. Terdengar konyol kata-kata dia. Aneh sekali, bukan Sky yang berbuat kenapa harus minta pertanggungjawaban Sky? batin Kinan.
" Aku gak mau menggugurkan kandungan ku, Mbak , aku gak peduli Mbak mau menikah dengan Air, aku akan tetap mempertahankan anakku, aku akan menuruti keinginan Mbak, aku akan pergi jauh dari kota ini, atau negara ini sekaligus," jelas Kinan tegas, Dia lebih baik menjauh dari Nisa dan Air daripada harus berurusan yang membuat masalah semakin rumit dengan Nisa
Nisa terdiam, mendengar penjelasan dari Kinan, Dia memikirkan cara agar Kinan benar-benar enyah dari kota ini atau bahkan negara ini.
Memang jahat dan kejam kesepakatan yang Nisa buat itu. Tapi dia gak peduli, yang dalam pikirannya, harus menikah dengan Sky Airlangga Antonio, agar jabang bayi yang ada dalam kandungannya ada ayahnya, walaupun jelas-jelas bukan Sky ayah biologisnya.
__ADS_1
........ to be continued ________
Terima kasih banyak karena masih mau membaca cerita ini ❤️❤️❤️