Akhir Bahagia

Akhir Bahagia
chapter five


__ADS_3

"Kenapa, Sky? Apa ada yang salah?," selidik Nisa, berdiri sambil membetulkan terusan span nya yang terangkat.


"Nisa, sebaiknya kamu pulang dulu ya, aku masih ada sesuatu yang harus di selesaikan, maaf banget ya, nanti aku call kamu kalau sudah kelar masalah ku, "


Air beranjak dari duduknya dan membuka pintu, mempersilahkan Nisa , teman masa kecilnya itu keluar dari ruangan kerjanya.


Walo masih gak puas dengan usiran halus Airlangga, tapi mau tidak mau akhirnya Nisa pun keluar dengan raut wajah mengeras menahan amarah.


"*****!!!! aku gak boleh gagal , aku harus mendapatkan Sky kembali, dia harus menjadi milikku selamanya," batin Nisa.


Dia masuk ke dalam lift dan memencet tombol , tidak berapa lama, akhirnya lift berhenti di lantai dasar gedung itu.


Dengan tergesa-gesa, Nisa keluar dari gedung perkantoran itu.


Di dalam ruangan Air tampak uring-uringan.


" Kenapa malah hp Kin gak aktif sih? " berkali-kali Air mencoba menelpon Kinan, tapi lagi-lagi suara operator yang menyambutnya.

__ADS_1


" Tidak, aku tidak boleh diam saja disini, aku harus cari Kinan, tapi dimana??" monolog Air, sambil mondar-mandir kayak setrika .


Tanpa pikir panjang, Air segera keluar dari ruangannya.


" Anika, tolong cancel semua schedule meeting aku, atur ulang besok saja, aku ada kepentingan mendadak, "


" Baik, Tuan, kalau boleh tahu , Tuan hendak kemana?" Tanya Anika, agak was-was, karena melihat sekilas raut wajah Air , atasannya, sudah kusut sekusut benang yang habis di acak-acak ayam.


Tanpa menjawab pertanyaan Anika, Air bergegas menuju kotak besi yang bertuliskan Khusus CEO. Dia memencet tombol lift dengan tidak sabar, seolah-olah tombol itu menjadi penghalang yang membuat Air terlambat.


Dan segera kotak besi itu melesat turun di basement, Air keluar dan langsung menuju parkiran mobilnya. Ferrari LaFerrari Aperta, Mobil sport mahal ini dibalut warna gloss black di semua bagian bodinya. Sedangkan di bagian pelek roda berwarna sport black.


Dengan kecepatan normal, Air melakukan Ferrari nya membelah jalanan kota yang tidak pernah ada sepinya.


Di belahan tempat lain, di sebuah taman, tampak Kinan sedang menangis sesenggukan.


" Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini, aku harus pergi,"

__ADS_1


Ketika hendak beranjak dari tempat duduknya, dia merasa ada yang membungkam mulutnya dengan saputangan yang beraroma obat-obatan. Seketika itu juga tubuhnya lemas tak berdaya.


Dengan sigap dua orang berbadan besar itu membopong tubuh Kinan dan di masukkan ke dalam Mobil Toyota NEW ALPHARD berwarna hitam pekat.


Melajulah mobil itu membelah jalanan ramai kota, dan menuju ke sebuah Villa berada di pinggiran kota.


Tanpa merasa kesusahan, dua orang berbadan besar dan gempal itu membopong tubuh Kinan masuk ke dalam sebuah kamar di villa itu.


Tampak seorang wanita yang duduk di sofa di ruangan itu sambil menyilangkan kakinya.


" Kalian boleh pergi, dan ini bayaran kalian, jangan sampai ada yang tahu tentang masalah ini," sembari menyodorkan dua buah amplop coklat di atas meja.


" Baik, Nona. di jamin aman, makasih sudah mempercayai kami, " jawab serempak dua orang berbadan besar itu.


Dan beranjak keluar menuju pintu, tanpa banyak kata, mereka pergi meninggalkan villa , yang hanya menyisakan sang Nona yang mempekerjakan mereka buat menculik Kinan.


Wanita itu beranjak dari duduknya, dan menuju kamar yang ada Kinan sedang berbaring lemah karena pengaruh obat bius.

__ADS_1


" Aku harus membuat kesepakatan dengan Kinan, aku tidak bisa membiarkan dia menikah dengan Sky, tidak boleh terjadi!!!


***** to be continued _________


__ADS_2